Jakarta (Lampost.co) — Kekuatan Timnas Indonesia pada babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia berpeluang bertambah. Gelandang muda klub Liga Portugal, GD Estoril Praia, Finn Jesper Dicke, memberikan kode siap untuk menjalani proses naturalisasi.
Poin Penting:
-
Finn Dicke menyatakan siap membela Timnas Indonesia.
-
Punya darah Indonesia dari neneknya yang lahir di Jakarta.
-
Bisa menggantikan peran Joey Pelupessy di lini tengah.
Pemain berdarah Indonesia-Belanda ini secara terang-terangan mengungkapkan ketertarikannya membela Timnas Indonesia. Bahkan, tanpa perlu bujuk rayu dari PSSI, pemain yang kerapa disapa Finn Dicke itu telah menyatakan kesiapannya bila mendapat panggilan resmi.
Tanggapan Terbuka Finn
Pertama kali kabar kesiapan Finn untuk menjalani naturalisasi berasal dari akun Instagram @blood.indonesie.id yang kerap mengulas pemain keturunan Indonesia. Dalam unggahannya tersebut, akun membagikan kutipan wawancara ringan dengan sang pemain.
Baca juga: Vanenburg Bidik Tiga Nama Besar demi Tiket Piala Asia U-23 2026
“Jika mereka (Indonesia) menginginkan saya bergabung, itu sesuatu yang bagus. Tapi, sayangnya mereka belum menghubungi saya. Saya sangat terbuka jika mereka melakukannya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sontak mendapat sambutan hangat pecinta sepak bola nasional. Lini tengah Timnas Garuda akan banyak memiliki opsi jika gelandang muda klub Estoril tersebut bergabung.
Keturunan dari Nenek
Finn lahir di Belanda dan memiliki darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Jakarta. Walau posisi aslinya sebagai gelandang bertahan, dia juga memiliki kelebihan karena terkenal sebagai pemain serbabisa (versatile). Karakter gelandang muda klub Estoril itu permainannya kuat dalam duel, cerdas dalam membaca permainan, serta disiplin menjaga keseimbangan tim.
Statistik Karier di Eropa
Gelandang muda klub Liga Portugal itu telah mencatat sejumlah penampilan kompetitif selama berkarier di Eropa. Ia memulai kiprahnya bersama tim U-23 Estoril Praia di Portugal, di mana ia tampil dalam 42 pertandingan. Dalam periode tersebut, Finn mencetak 5 gol dan mencatat total waktu bermain selama 3.573 menit.
Finn juga sebelumnya sempat berkarier di Belgia bersama SK Beveren. Meski hanya tampil dalam 16 pertandingan, ia mampu menyumbangkan 2 assist dengan total menit bermain sebanyak 789 menit.
Sebelumnya, Finn juga sempat membela ADO Den Haag U-21 di Belanda. Di tim tersebut, ia mencatat 13 penampilan dan memberikan 1 assist, dengan total waktu bermain mencapai 1.138 menit.
Di usia muda, dia menunjukkan pengalaman yang cukup matang di level kompetisi Eropa. Selain itu, mampu memberikan kontribusi yang mumpuni baik saat bertahan maupun menyerang.
Pesaing Potensial Joey Pelupessy
Kehadiran gelandang muda klub Estoril itu bisa menjadi regenerasi ideal untuk posisi Joey Pelupessy, yang kini memasuki usia 31 tahun. Keduanya memiliki gaya bermain yang mirip—konsisten, kuat secara fisik, dan berperan penting dalam transisi bertahan ke menyerang.
Pelatih Patrick Kluivert tentu perlu mempertimbangkan opsi ini, mengingat kebutuhan timnas akan pemain muda bertalenta tinggi yang bisa berkontribusi jangka panjang.
PSSI Harus Bergerak Cepat
Melihat potensi dan komitmen gelandang muda klub Liga portugal itu, PSSI perlu segera mengambil langkah konkret. Jika proses naturalisasi berjalan lancar, ia bisa menjadi bagian dari skuad Garuda sebelum akhir 2025.
PSSI sebelumnya juga mengamankan beberapa pemain diaspora, seperti Dean James, Joey Pelupessy, dan Emil Audero yang pengambilan sumpahnya pada Maret 2025. Sebulan sebelumnya Ole Romeny, Tim Geypens, dan Dion Markx juga resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI).
Jika gelandang muda tersebut resmi menjadi WNI, ia akan menjadi tambahan berharga dalam membentuk tim yang lebih kompetitif di level Asia.