Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Freiburg yang hampir saja membawa pulang hasil imbang.
Braga (Lampost.co)–SC Braga berhasil mengamankan kemenangan krusial dalam laga leg pertama semifinal Liga Europa 2025/2026. Menjamu wakil Jerman, SC Freiburg, di Estadio Municipal de Braga, Jumat (1/5/2026) dini hari WIB, tim berjuluk Os Arcebispos tersebut menang secara dramatis dengan skor 2-1.
Pertandingan yang berjalan ketat sejak menit awal ini ditentukan gol pada masa tambahan waktu. Kemenangan ini memberikan modal berharga bagi SC Braga saat mereka harus bertandang ke Jerman untuk melakoni laga leg kedua pada pekan depan. Sebaliknya, hasil ini menjadi pukulan telak bagi Freiburg yang hampir saja membawa pulang hasil imbang.
Tuan rumah memulai pertandingan dengan agresivitas tinggi. Laga baru berjalan kurang dari 10 menit, publik Braga sudah bersorak merayakan gol pembuka.
Memanfaatkan kesalahan bek Freiburg, Jordy Makengo, yang gagal menyapu umpan silang dengan sempurna, bola jatuh ke kaki Víctor Gomez. Dengan jeli, Gomez melepaskan umpan tarik yang Demir Ege Tiknaz selesaikan dengan tenang untuk menaklukkan kiper Noah Atubolu. Skor 1-0 untuk Braga.
Tersentak oleh gol cepat, Freiburg mencoba bangkit dan menemukan momentum di pertengahan babak pertama. Memanfaatkan miskomunikasi di lini tengah pertahanan Braga, Jan-Niklas Beste berhasil merangsek ke kotak penalti.
Ia kemudian menyodorkan umpan matang kepada Vincenzo Grifo yang berdiri bebas. Dengan tendangan akurat, Grifo menyamakan kedudukan menjadi 1-1, sekaligus membungkam seisi stadion.
Menjelang turun minum, drama terjadi ketika wasit menunjuk titik putih untuk keuntungan Braga setelah intervensi video assistant referee (VAR). Wasit menilai bek Freiburg, Philipp Lienhart, melanggar Gustaf Lagerbielke dalam situasi bola mati.
Rodrigo Zalazar maju sebagai eksekutor penalti. Namun, kiper Freiburg, Noah Atubolu, tampil sebagai pahlawan dengan pembacaan arah bola yang sempurna. Ia melompat ke sisi kanan untuk menepis sepakan Zalazar, menjaga skor tetap imbang 1-1 hingga jeda babak pertama.
Memasuki babak kedua, tempo permainan sedikit menurun karena kedua tim tampil lebih berhati-hati. Freiburg di bawah asuhan Julian Schuster mulai menerapkan strategi bertahan total guna meredam serangan tuan rumah dan mengincar hasil imbang untuk modal di leg kedua.
Strategi tersebut nyaris berhasil hingga memasuki masa injury time. Namun, pada menit ke-90+2, kebuntuan akhirnya pecah.
Berawal dari tembakan keras Vitor Carvalho yang gagal Atubolu tangkap dengan sempurna, bola muntah (rebound) langsung Mario Dorgeles sambar. Stadion Municipal de Braga pun bergemuruh menyambut gol kemenangan tersebut. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini membuat SC Braga hanya membutuhkan hasil imbang di Jerman untuk memastikan tiket ke final. Sementara itu, Freiburg wajib menang dengan selisih dua gol pada leg kedua jika ingin membalikkan keadaan.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update