Roma (Lampost.co) — Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mencatatkan prestasi gemilang di Serie A bersama Venezia FC di kasta tertinggi sepak bola Italia, Serie A. Pemain yang menjadi perwakilan Timnas Indonesia di kasta tertinggi sepak bola Italia itu menunjukkan performa impresif saat timnya bermain imbang 1-1 melawan Parma.
Jay Idzes menjadi pilar penting di lini belakang Venezia FC pada laga tersebut. Pelatih Eusebio Di Francesco mengakui Idzes salah satu pemain paling berpengaruh dalam skuad musim ini.
Bahkan, Idzes mencetak rekor baru sebagai pemain Timnas Indonesia pertama yang mengenakan ban kapten di Serie A.
Pertandingan melawan Parma menjadi salah satu ajang pembuktian kualitas Jay Idzes. Kontribusi Idzes di lini belakang sangat terlihat meski Venezia hanya mampu bermain imbang. Statistik penting Jay Idzes dalam laga tersebut berupa 7 clearances, 4 kemenangan duel udara, dan sprint krusial untuk menggagalkan peluang lawan.
Kecepatan dan ketangguhan Idzes membantu Venezia mencegah Parma memanfaatkan peluang berbahaya. Satu-satunya gol Parma di laga itu lahir dari titik penalti menandakan solidnya pertahanan yang Idzes pimpin.
Venezia Berjuang Keluar Zona Degradasi
Posisi Venezia FC di klasemen Serie A saat ini berada di peringkat 19. Mereka tertinggal lima poin dari zona aman. Sehingga, peluang untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia semakin menipis. Venezia hanya mencatatkan 1 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 2 kekalahan dalam lima pertandingan terakhir.
Kekalahan tersebut didapatkan dari tim papan atas, seperti Inter Milan dan Napoli. Namun, performa tim menunjukkan potensi untuk bangkit jika bisa memanfaatkan sisa pertandingan dengan baik.
Jay Idzes Cetak Banyak Rekor di Serie A
Jay Idzes bukan hanya mencatatkan rekor sebagai pemain Indonesia pertama di Serie A. Ia juga menjadi pemain Indonesia pertama yang mencetak gol di liga Italia. Idzes yang mengenakan ban kapten di laga melawan Parma turut kembali menorehkan sejarah baru.
Eusebio Di Francesco, pelatih Venezia, memuji kontribusi Idzes di tengah krisis pemain belakang yang timnya alami. “Kami saat ini hanya memiliki Jay Idzes yang tersisa di lini belakang. Kami butuh tambahan pemain, tetapi kondisi tim tidak memungkinkan untuk melakukan banyak perekrutan,” ujar dia.
Kondisi finansial Venezia yang sedang sulit membuat mereka tidak dapat membeli pemain baru di bursa transfer. Untuk itu, mereka harus mengandalkan skuad yang ada untuk menghindari degradasi ke Serie B.








