Jakarta (Lampost.co) — Gelandang klub Al-Ittihad, Fabio “Fabinho” Tavares, mengaku seperti baru menjalani debut bersama Timnas Brasil.
- Fabinho terakhir kali memperkuat Timnas Brasil di Piala Dunia 2022.
- Fabinho pindah ke klub Arab Saudi Al-Ittihad pada akhir Juli 2023.
- Meski bermain jauh dari daratan Eropa, Fabinho menegaskan ia selalu berupaya tampil maksimal di klub.
Hal itu ia sampaikan ketika merespons namanya yang kembali masuk dalam daftar pemain Brasil untuk melakoni laga persahabatan melawan Senegal (15 November) dan Tunisia (18 November).
“Bagi saya, ada sensasi yang baru ketika dipanggil lagi ke timnas setelah sekitar tiga tahun absen. Rasanya seperti pertama kali tiba di sini, melihat jersei saya di ruangan, melihat isi tas. Perasaan layaknya pemanggilan pertama ini keren sekali,” kata Fabinho seperti melansir Antara dari laman Federasi Sepak Bola Brasil (CBF).
Baca Juga:
Timnas U-17 Indonesia Kalah 0-4 dari Brasil
Fabinho terakhir kali memperkuat Timnas Brasil di Piala Dunia 2022, di mana ia hanya bermain sekali dari lima pertandingan skuad berjuluk “Selecao” di sana.
Setelah itu, Fabinho pindah ke klub Arab Saudi Al-Ittihad pada akhir Juli 2023 dari klub raksasa Liga Inggris, Liverpool.
Meski bermain jauh dari daratan Eropa, Fabinho menegaskan ia selalu berupaya tampil maksimal di klub demi menarik perhatian Timnas Brasil.
Keinginannya pun terkabul usai pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti kembali memercayakan satu tempat untuknya di skuad Brasil.
“Pemanggilan ini spesial dan saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Saya sudah bekerja keras di klub untuk mendapatkan momen bersama timnas. Mimpi saya adalah bisa berlaga di Piala Dunia 2026,” kata pemain yang meraih juara Liga Inggris 2019/2020 dan Liga Champions UEFA 2018/2019 bersama Liverpool itu.
29 Kali
Fabinho yang sejauh ini sudah 29 kali memperkuat timnas senior Brasil, mengaku bahwa ia selalu mengikuti perkembangan Tim Selecao, termasuk saat kini dengan pelatih Carlo Ancelotti. Menurutnya, kualitas Timnas Brasil terus meningkat di bawah arahan Ancelotti.
“Sejak pelatih baru tiba, terjadi peningkatan di tim nasional. Ada beberapa perubahan taktis dan tim bisa tampil bagus. Dia (Ancelotti) adalah pelatih dengan mental pemenang. Saya akan terus belajar darinya di tim,” kata Fabinho yang kini berusia 32 tahun.
Sementara itu, terkait pertemuan Timnas Brasil dengan Senegal dan Tunisia di laga persahabatan mendatang. Fabinho menilai pertandingan itu akan menjadi pengalaman positif bagi semua pemain karena dua negara tersebut sudah lolos ke Piala Dunia 2026.
“Itu menjadi kesempatan kami untuk bertanding menghadapi gaya permainan yang berbeda. Senegal, misalnya, salah satu tim Afrika terbaik. Jadi pertandingan itu peluang bagus bagi kami untuk mengembangkan diri,” ungkap Fabinho.








