Bandar Lampung (Lampost.co)—Provinsi Lampung dan Banten makin mantap maju dan melakukan bidding menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.
Ketua Harian KONI Provinsi Lampung, Amalsyah Tarmizi, memastikan pihaknya beserta Banten mulai merintis proses kedua daerah menjadi tuan rumah PON bersama.
“Deal, Lampung-Banten berduet sebagai penyelenggara PON XXIII. Kedua pj gubernur Lampung dan Banten sudah menandatangani kesepakatan bersama beberapa waktu lalu,” katanya, Rabu (28/8/2024).
Amalsyah menyebut kepastian itu berdasarkan kerja sama antara Pemprov Banten dan Pemprov Lampung tentang pencalonan sebagai tuan rumah bersama PON XXIII tahun 2032.
Dengan surat secara tertulis nomor: 100.3.7/06-pemotda/2024 dan Nomor: G/528/B.011HK12024, dan ditandatangan bersama pada Rabu, 28 Agustus 2024, oleh Pj Gubernur Banten, Al Muktabar dan Pj Gubernur Lampung, Samsudin.
“Ini adalah langkah serius antara kedua pemerintah yang memiliki pandangan yang sama dalam hal niat menjadi tuan rumah secara bersama-sama,” terangnya.
Dua Poin
Pada kesepakatan itu tertulis dua poin yang pertama adalah dalam rangka mewujudkan keinginan menjadi tuan rumah bersama pelaksana PON XXIII tahun 2032.
Dan poin kedua kesepakatan bersama ini adalah untuk memenuhi salah satu persyaratan pencalonan sebagai tuan rumah bersama pelaksana PON XXIII tahun 2032.
“Rencana besar ini kami berani membidani. Sebab, Lampung dan Banten masuk kategori daerah yang memiliki kemampuan mumpuni dalam hal infrastruktur pertandingan-pertandingan olahraga untuk menyelenggarakan PON,” tuturnya.
Setelah membuat kesepakatan tertulis yang ditandatangani pj gubernur masing-masing daerah, menurut Amalsyah, langkah selanjutnya menyampaikan kepada gubernur terpilih selanjutnya.
“Ini adalah rencana strategis kedua daerah dalam menciptakan peluang pembangunan di beberapa bidang yang langsung dan tidak langsung terkait dalam perencanaan sebagai tuan rumah PON,” ungkapnya.
Langkah-langkah konkret yang dapat kedua daerah lakukan, ujar Amalsyah, dengan membangun infrastruktur. Misalnya, jalan, bangunan serta transportasi sebagai pendukung utama perhelatan olahraga terbesar di Indonesia.
“Kedua, pembangunan daerah tujuan pariwisata sebagai pendukung utama kegiatan nonteknis dan efek domino dari PON tersebut. Misalnya untuk hotel dan restoran serta kuliner lainnya,” jelasnya.
Amalsyah berharap keinginan masyarakat Lampung dan Banten menjadi tuan rumah PON XXIII bisa mendapat tindak lanjut dari para gubernur terpilih nanti.
“Ya tentu ini kan kepentingan bersama yang sangat baik dan positif untuk diakomodasi pemerintah daerah. Secara pribadi, saya melihat beberapa kandidat gubernur Lampung dan Banten ini memiliki komitmen membangun olahraga daerah dengan baik, saya yakin itu,” pungkasnya.