Jakarta (Lampost.co) — Megawati Hangestri, bintang voli asal Indonesia, kabarnya bakal meninggalkan klub Korea Selatan, Jung Kwan Jang Red Sparks. Kabar ini memicu kekhawatiran di kalangan penggemar, terutama karena regulasi Liga Voli Korea (V-League) yang menghambat pemain asing bertahan lebih dari dua musim di klub yang sama.
Poin Penting:
-
Megawati Hangestri terancam meninggalkan Red Sparks karena regulasi KOVO.
-
Regulasi KOVO melarang pemain asing bertahan lebih dari dua musim berturut-turut.
-
Megawati menjadi salah satu pemain kuota Asia terbaik di V-League.
Menjelang berakhirnya V-League 2024/2025, isu kontrak Megawati semakin hangat menjadi perbincangan. Regulasi KOVO (Korea Volleyball Federation) menyatakan pemain asing, termasuk kuota Asia, tidak bisa bermain untuk satu klub lebih dari dua musim berturut-turut. Jika aturan ini tidak berubah, pemain berusia 25 tahun itu harus meninggalkan Red Sparks pada musim depan.
Namun, agen Megawati, Wassupman, mengungkapkan masih ada peluang perubahan regulasi. Jika KOVO mengubah aturan, Megawati bisa tetap bertahan di Red Sparks. Walau begitu, hingga kini belum ada konfirmasi dari manajemen Red Sparks mengenai perpanjangan kontraknya.
Baca juga: Klub Voli Eropa Incar Megawati Hangestri, ini Reaksi Fans Korea
Prestasi Gemilang Megawati di Red Sparks
Sejak bergabung Red Sparks, Megawati menjadi salah satu rekrutan kuota Asia terbaik di V-League. Statistiknya mengungguli beberapa pemain asing lainnya, terutama dalam keberhasilan serangan dan back attack. Pada musim 2024/2025, Megawati menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak skor terbanyak dengan koleksi 709 poin.
Tak hanya itu, pemain asal Jember ini turut berperan besar dalam pencapaian bersejarah Red Sparks. Klub mencatat rekor 13 kemenangan beruntun, sebuah pencapaian tertinggi sejak klub berdiri.
Meski masa depannya di Korea masih belum pasti, Megawati bertekad memberikan gelar juara V-League untuk Red Sparks sebelum kontraknya habis.
“Karena ini sudah musim terakhir dalam kontrak, aku ingin memberikan yang terbaik,” ujar Megawati dalam wawancara di kanal YouTube Off The TV.
Perbandingan Gaji di Korea dan Indonesia
Megawati Hangestri mengalami lonjakan pendapatan sejak bermain di Korea Selatan. Pada musim 2023/2024, ia menerima gaji 100 ribu dolar AS (sekitar Rp1,5 miliar). Pada musim 2024/2025, bayarannya meningkat menjadi 150 ribu dolar AS atau sekitar Rp2,4 miliar.
Jika membandingkan dengan gajinya saat bermain di Indonesia, selisihnya cukup signifikan. Ketika membela Jakarta BIN di Proliga, dia menerima bayaran sekitar Rp75—Rp125 juta per bulan atau sekitar Rp300—Rp500 juta per musim. Pendapatan ini belum termasuk bonus kemenangan, yang biasanya diberikan jika tim meraih gelar juara.
Dengan konversi kurs saat ini, gaji Megawati di Korea setara dengan Rp266 juta per bulan, lebih dari dua kali lipat daripada saat bermain di Indonesia. Hal ini menunjukkan berkarier di luar negeri, khususnya di V-League, memberikan keuntungan finansial yang lebih besar bagi pemain voli Indonesia.








