Seoul (Lampost.co) — Sejumlah atlet voli Indonesia siap mengikuti jejak Megawati Hangestri untuk berkarier di V-League Korea Selatan musim depan. Agen voli Megawati, Negawassup, mengungkapkan minat pemain voli Indonesia untuk bermain di Korea semakin meningkat.
Sementara masa depan Megawati Hangestri di Red Sparks masih menjadi tanda tanya besar. Pasalnya, aturan dari Korean Volleyball Federation (KOVO) menyatakan pemain asing, termasuk dari Asia, tidak boleh bermain di klub yang sama selama tiga musim berturut-turut.
Jika regulasi itu tidak berubah, maka Megawati berpotensi besar untuk hengkang dari Red Sparks musim depan. Namun, penggemar voli di Korea tidak perlu khawatir. Sebab, Negawassup menyebut masih ada beberapa pemain voli Indonesia lain yang siap tampil di V-League.
“Para pemain Timnas Indonesia banyak yang berminat untuk mencoba Asia Quarter KOVO kali ini. Di Asia Quarter kali ini, paling tidak ada 10 pemain putra/putri dari Indonesia,” ujar Negawassup.
Sebelum bisa bermain di V-League, para pevoli Indonesia harus melalui tahap seleksi dalam try out Asian Draft Quarter V-League.
3 Pevoli Putri Indonesia yang Berpotensi Tampil di V-League
Berikut atlet voli putri Indonesia yang berpeluang besar untuk mengikuti jejak Megawati Hangestri di V-League musim depan:
-
Junaida Santi
Masih berusia 17 tahun, Junaida Santi menjadi salah satu pemain andalan tim nasional voli putri Indonesia. Dia tampil bersama Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2025.
Media Vietnam, TheThao247, menjuluki Junaida sebagai penerus Aprilia Manganang, legenda voli Indonesia yang pensiun. Pada awal musim, Junaida sempat dikaitkan dengan kepindahan ke V-League.
“Inilah atlet (Junaida Santi) sebagai masa depan bola voli Indonesia dengan pukulan smash kuat seperti palu,” tulis TheThao247.
-
Yolla Yuliana
Yolla Yuliana merupakan Middle Blocker andalan Indonesia yang saat ini berkarier di Jepang bersama Tokyo Sunbeams. Sebelum pindah ke Jepang, Yolla pernah menyatakan keinginannya untuk bermain di Korea, mengikuti jejak Megawati Hangestri.
“Iya mau nanti, doain ya. Ke Korea, Jepang, ke mana aja-lah kan Korea sama Jepang dekat. Jadi kalau dari Korea ke Jepang kan lebih dekat, jadi ya enggak apa-apa di Korea juga,” kata Yolla.
Di awal musim ini, Yolla sempat mengikuti try out Asian Draft Quarter V-League bersama Aulia Suci Nurfadila, tetapi gagal terpilih. Namun, peluangnya untuk kembali mencoba tahun depan masih terbuka lebar.
-
Mediol Yoku
Spiker dari klub Proliga Petrokimia Gresik, Mediol Yoku, menjadi andalan tim voli putri Indonesia dalam berbagai turnamen internasional. Ia sempat terpilih pelatih GS Caltex, Cha Sang-hyun, setelah lolos seleksi Asian Draft Quarter V-League 2023/2024.
Namun, alasan taktik dan cedera setter utama GS Caltex, Mediol akhirnya batal bergabung musim lalu.
Semakin banyaknya pemain Indonesia yang ingin merumput di Korea, Mediol Yoku masih memiliki peluang besar untuk kembali mengikuti seleksi Asian Draft Quarter V-League musim depan.
Kesempatan Besar bagi Pevoli Indonesia di V-League
Dengan semakin banyaknya atlet voli Indonesia yang tertarik bermain di luar negeri, peluang mereka untuk bersaing di level internasional semakin terbuka.
Jika regulasi KOVO tetap berlaku, maka Megawati Hangestri harus meninggalkan Red Sparks. Namun, Indonesia masih memiliki sederet pemain berbakat yang siap tampil di V-League musim depan.








