Bandar Lampung (Lampost.co) — Timnas Indonesia memasuki babak baru dengan pergantian pelatih pasca-pemecatan Shin Tae-yong, Senin, 6 Januari 2025. Nama Patrick Kluivert, mantan pemain dan pelatih asal Belanda, menyeruak sebagai calon kuat pengganti STY.
Poin Penting:
-
Perubahan pelatih dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert akan membawa perubahan besar dalam komposisi pemain Timnas Indonesia.
-
Beberapa pemain yang menjadi kesayangan Shin Tae-yong berisiko tidak dipertahankan Kluivert.
-
Banyak posisi di Timnas Indonesia yang kini dipenuhi oleh pemain-pemain berkualitas, membuat persaingan semakin ketat.
Dampak terhadap Komposisi Skuad
Perubahan pelatih ini berpotensi membawa dampak besar terhadap komposisi skuad timnas, khususnya bagi sejumlah pemain yang selama ini menjadi kesayangan pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Shin Tae-yong telah membangun fondasi skuad Timnas Indonesia selama lima tahun (2019—2024). Beberapa pemain yang menjadi langganan STY, kini posisinya bisa tidak aman di bawah kepemimpinan Kluivert. Pergantian pelatih tak hanya soal gaya permainan, tetapi juga soal kepercayaan dan hubungan antara pelatih dan pemain.
Baca juga: Lima Pemain Berdarah Indonesia Tunggu Naturalisasi Siap Bela Timnas
Berikut adalah lima pemain yang kemungkinan besar terbuang jika Patrick Kluivert menangani Timnas Indonesia.
1. Asnawi Mangkualam
Asnawi Mangkualam sudah menjadi pilihan utama di posisi bek kanan Timnas Indonesia, namun ketidakkonsistenan performanya di ajang-ajang besar menjadi sorotan. Meskipun tampil stabil bersama klubnya, Port FC, Asnawi belum menunjukkan kelasnya di level internasional, khususnya pada Piala AFF 2024.
Selain itu, persaingan di posisi tersebut semakin ketat dengan kehadiran pemain-pemain, seperti Kevin Diks, Sandy Walsh, dan Eliano Reijnders. Ini membuat Asnawi semakin terjepit, apalagi Kluivert mungkin akan mengevaluasi lebih ketat pemain di sektor bek sayap.
2. Witan Sulaeman
Witan Sulaeman adalah pemain yang selalu masuk skema Shin Tae-yong meskipun kontribusinya di klub terbilang minim. Dengan banyaknya pesaing di sektor sayap kanan, seperti Eliano Reijnders, Ole Romeny, hingga Marselino Ferdinan, Witan mungkin akan kesulitan mendapatkan tempat jika Kluivert mengambil alih. Bahkan, kehadiran Kevin Diks sebagai opsi sayap kanan semakin menambah ketatnya persaingan.
3. Ricky Kambuaya
Ricky Kambuaya telah menjadi gelandang utama Timnas Indonesia sejak 2021, tetapi performanya mulai menurun, terutama dalam setahun terakhir. Kehadiran gelandang-gelandang baru, seperti Thom Haye dan Ivar Jenner, membuat posisi pemain Dewa United sebagai starter semakin terancam. Jika PSSI berhasil mendatangkan gelandang Jairo Riedewald dari Royal Antwerp, kemungkinan besar Kambuaya akan tergusur dari skuad utama.
4. Muhammad Ferarri
Muhammad Ferarri, bek andalan Persija Jakarta, selalu Shin Tae-yong paling dalam 1,5 tahun terakhir. Namun, dengan semakin banyaknya pilihan di lini belakang Timnas Indonesia, seperti Jay Idzes, Mees Hilgers, dan Kevin Diks, Ferarri kesulitan mendapatkan tempat utama. Posisinya yang sangat kompetitif, perubahan pelatih bisa berarti Ferarri harus bekerja ekstra untuk meyakinkan pelatih baru agar tetap dipertahankan.
5. Pratama Arhan
Pratama Arhan, yang sudah menjadi bagian dari Timnas Indonesia meskipun minim kesempatan bermain di klubnya selama tiga tahun terakhir. Kini harus bersaing dengan banyak pemain berkualitas di posisi bek kiri. Pemain, seperti Calvin Verdonk, Nathan Tjoe A-On, dan Shayne Pattynama menjadi pesaing terberat Arhan. Apalagi, PSSI juga tengah berupaya menaturalisasi Mitchel Bakker, bek kiri berbakat yang saat ini bermain di Atalanta dan dipinjamkan ke Lille. Jika upaya ini berhasil, Arhan bisa kehilangan tempat di skuad Timnas Indonesia di bawah Patrick Kluivert.








