Jakarta (Lampost.co) — Pemain dari tim juara Liga 1 musim 2024/205, Persib Bandung, tidak ada satu pun yang masuk panggilan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Keputusan ini langsung memicu reaksi dari pengamat dan netizen. Mereka mempertanyakan absennya nama-nama yang tampil konsisten sepanjang musim, seperti Beckham Putra, Marc Klok, dan Adam Alis.
Poin Penting:
-
Patrick Kluivert tidak memanggil pemain Persib Bandung ke Timnas Indonesia.
-
Pengamat dan netizen menyayangkan absennya Beckham Putra.
-
Statistik Beckham lebih baik dibanding beberapa pemain yang dipanggil.
Beckham Bisa Jadi Game Changer
Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni alias Bung Kus, menilai keputusan ini kurang bijak. Ia menyoroti performa Beckham Putra yang sangat menonjol musim ini.
“Beckham itu pemain muda yang menonjol. Enam gol dan tiga assist bukan catatan sembarangan,” kata Bung Kus dalam wawancara di kanal YouTube Nusantara TV, Minggu (18/5).
Baca juga: Reaksi Netizen Timnas tanpa Satu pun Pemain Persib Bandung
Menurut dia, seharusnya Kluivert mempertimbangkan peran Beckham sebagai pemain pengubah permainan (game changer). “Pelatih Persib (Bojan Hodak) sering memmainkannya di babak kedua dan dia mampu mengubah situasi di lapangan. Timnas membutuhkan pemain dengan tipe pemain seperti ini,” kata Bung Kus.
Ia menambahkan pelatih semestinya memberikan ruang bagi pemain muda untuk berkembang, meski belum teruji di level senior. “Setidaknya beri apresiasi dengan masuk skuad. Meski nantinya tidak masuk starting eleven, setidaknya sebagai bentuk motivasi dan pengembangan pemain muda,” ujarnya
Netizen Suarakan Kekecewaan
Keputusan Kluivert juga menuai reaksi dari netizen. Banyak yang menilai pemain Persib pantas mendapat tempat, meski bukan di starting eleven.
“Setuju sama Bung Kus. Pemain Persib layak masuk timnas. Cukup jadi pelapis, seperti Adam Alis atau Beckham,” tulis akun @rezakiarhassa di platform X.
Netizen lain menilai keputusan ini tak adil bagi klub yang telah membuktikan diri menjadi juara liga.
Beckham Layak Saingi Lilipaly
Pengamat sepak bola asal Bandung, Yudi Guntara, turut angkat bicara. Statistik Beckham Putra dan Stefano Lilipaly menjadi alasan Yudi memperbandingkan kedua pemain.
“Beckham main 28 laga, cetak enam gol dan tiga assist. Sementara dari 22 laga bersama Borneo FC, Lilipaly mencetak lima gol dan empat assist,” ujar legenda Persib itu.
Menurut dia, Beckham memiliki kelebihan dan kemampuan bermain sebagai winger atau gelandang serang dan layak bersaing di lini serang.
“Kalau bicara posisi, Beckham bisa saingi Lilipaly. Tapi mungkin pengalaman jadi pembeda,” ujarnya.
Yudi berasumsi pemilihan Lilipaly karena memiliki pengalamannya bermain di Eropa. “Lilipaly pernah bermain di Belanda, itu mungkin jadi alasan Kluivert lebih percaya dia.”
Kluivert Ingin Jaga Konsistensi Tim
Yudi menambahkan Kluivert tidak mau berspekulasi untuk mengubah skuad karena ingin menjaga fondasi tim yang mengalahkan Bahrain pada Maret lalu. “Kemenangan atas Bahrain mungkin jadi patokan. Kluivert tak ingin berspekulasi terlalu banyak,” katanya.
Sama seperti Bung Kus, dia menyayangkan absennya kontribusi pemain dari klub juara liga. “Seharusnya ada pemain Persib di tim nasional sebagai bentuk penghargaan atas performa tim,” ujarnya.
Indonesia Butuh Keseimbangan Skuad
Pemain muda potensial, seperti Beckham, bisa menjadi investasi jangka panjang Timnas Garuda. Timnas Indonesia membutuhkan keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi dalam dua laga penting melawan China dan Jepang. Kualifikasi Piala Dunia 2026 momentum membangun tim solid untuk masa depan, bukan sekadar pencapaian sesaat.








