Manchester City siap memanfaatkan celah sekecil apa pun jika Arsenal terpeleset di momen-momen krusial akhir musim.
Manchester (Lampost.co)–Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengirimkan pesan peringatan kepada rival terkuatnya, Arsenal, dalam persaingan memperebutkan gelar juara Premier League 2025/2026. Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan The Citizens sama sekali belum menyerah dan siap memanfaatkan celah sekecil apa pun jika sang pemuncak klasemen terpeleset di momen-momen krusial akhir musim.
Pernyataan ini muncul setelah City sukses mengamankan kemenangan telak 3-0 atas Crystal Palace pada Kamis (14/5/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut memangkas jarak poin menjadi hanya selisih dua angka dari Arsenal. Dengan kompetisi yang tinggal menyisakan dua pertandingan lagi, tensi persaingan di papan atas Liga Inggris berada dalam titik didih tertinggi.
Meskipun City terus menunjukkan performa impresif, Guardiola mengakui nasib gelar juara saat ini masih berada di tangan skuad asuhan Mikel Arteta. City harus menyapu bersih sisa laga sambil berharap ada keajaiban yang membuat The Gunners kehilangan poin.
“Semuanya bergantung pada mereka (Arsenal). Jika mereka memenangi dua pertandingan, tidak ada lagi yang bisa kami lakukan,” ujar Guardiola sebagaimana melansir laman resmi klub. Namun, pelatih yang telah mempersembahkan banyak trofi bagi City tersebut menekankan pentingnya menjaga konsistensi. “Yang bisa kami lakukan hanyalah tetap berada di sana (menempel ketat) jika mereka kehilangan poin.”
Di balik ambisi mengejar gelar liga, Manchester City dihadapkan pada tantangan fisik yang luar biasa. Guardiola harus memutar otak untuk menjaga kebugaran para pemainnya di tengah jadwal yang dia sebut sebagai “jadwal neraka”. Selain fokus di liga, City harus bersiap menghadapi Chelsea di Stadion Wembley dalam partai final Piala FA 2025/2026 pada Sabtu, 16 Mei besok.
Setelah laga final tersebut, City masih harus melakoni dua laga penentu di liga melawan Bournemouth (20 Mei) dan Aston Villa (24 Mei). “Yang bisa kami lakukan sekarang adalah tidur secepat mungkin dan bersiap untuk final Piala FA,” ujar Guardiola, menggambarkan betapa tipisnya waktu pemulihan bagi anak asuhnya.
Salah satu bukti manajemen kebugaran yang ekstrem adalah keputusan Guardiola untuk mengistirahatkan mesin gol mereka, Erling Haaland, selama 90 menit penuh saat melawan Crystal Palace. Meski melakukan enam perubahan besar dalam starting line-up, Guardiola tetap optimistis dengan kedalaman skuad yang ia miliki saat ini.
Guardiola menyadari dua laga terakhir liga tidak akan berjalan mudah. Bournemouth terkenal sebagai tim yang kerap merepotkan tim besar. Sedangkan Aston Villa di bawah arahan Unai Emery telah bertransformasi menjadi kekuatan yang solid di papan atas.
Persaingan menuju takhta juara musim 2025/2026 ini pastinya akan berlangsung dramatis hingga peluit panjang di pekan terakhir berbunyi. Jika Arsenal menunjukkan sedikit saja tanda-tanda kegugupan, Manchester City sudah siap menyambar peluang untuk kembali mengangkat trofi juara di Etihad Stadium.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update