Jakarta (Lampost.co) — Proses naturalisasi Jairo Riedewald, gelandang andalan Royal Antwerp untuk memperkuat Timnas Indonesia pada Maret 2025. Kendala serius itu membuat PSSI membuka peluang menaturalisasi gelandang alternatif.
Proses administrasi pemain berusia 28 tahun ini terhambat karena berkas naturalisasi yang belum lengkap, terutama dokumen yang berkaitan dengan riwayat keluarga, seperti kakek neneknya. Hambatan administratif ini membuat peluang Jairo tampil dalam laga melawan Australia dan Bahrain pada tanggal 20 dan 25 Maret 2025 kian mengecil.
Poin Penting:
-
Naturalisasi Jairo Riedewald menghadapi masalah kelangkapan dokumen keluarga.
-
Jairo bisa absen dalam laga melawan Australia dan Bahrain.
-
PSSI membuka peluang menaturalisasi gelandang alternatif.
Kendala Administratif
Pengamat sepak bola Tanah Air, Ronny Pangemanan, mengungkapkan meski Jairo Riedewald sangat antusias membela Timnas Indonesia, proses naturalisasinya banyak rintangan. Menurut Bung Ropan, sapaan akrabnya, padahal pelatih Timnas, Patrick Kluivert, telah melakukan pendekatan langsung dengan pemain tersebut. Namun, pihak terkait masih berjuang mencari dan melengkapi paperworks yang menjadi syarat utama naturalisasi.
Baca juga: Progres Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain untuk Timnas Indonesia
“Jairo ingin sekali membela Timnas Indonesia. Namun, persyaratan administrasi yang belum terpenuhi, terutama dokumen tentang kakek neneknya, membuat proses ini tertahan,” ujar Bung Ropan melalui salah satu channel YouTube miliknya.
Seperti Kasus Maarten Paes
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, juga menegaskan proses naturalisasi Jairo mengalami kesulitan yang serupa dengan kasus pemain lain, seperti Maarten Paes. Proses naturalisasi Maarten yang memakan waktu hingga satu tahun menjadi tolok ukur untuk Jairo, yang memiliki peluang naturalisasi dengan perbandingan 40:60. Proses yang memakan waktu lama ini tentunya mengurangi peluang Jairo untuk tampil dalam laga penting melawan Australia, di mana kondisi dan kesiapan administratifnya belum terpenuhi.
Hadirkan Alternatif Gelandang
Menyikapi hambatan tersebut, PSSI tidak tinggal diam dan membuka peluang menaturalisasi pemain lain yang dapat mengisi posisi gelandang di Timnas Indonesia. Meskipun identitas pemain pengganti belum diumumkan secara resmi, PSSI menegaskan sedang mencari alternatif terbaik guna menjaga performa skuad Garuda di kancah internasional.
Bung Ropan menjelaskan, “Setelah Jairo tidak bisa tampil, Timnas Indonesia masih mengandalkan gelandang, seperti Thom Haye dan Ivar Jenner. Namun, PSSI juga tengah mempersiapkan satu gelandang tambahan yang diharapkan mampu mengisi kekosongan di lini tengah.”
Spekulasi Gelandang Incaran
Keterangan ini membuka ruang spekulasi mengenai siapa pemain yang akan mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia. Beberapa nama muncul sebagai kandidat potensial, salah satunya adalah Lillle Mitchel Bakker. Jika pemain muda ini memenuhi syarat administratif dan bersedia bergabung, lini tengah dan pertahanan Garuda bisa mendapatkan tambahan kekuatan yang signifikan.
Dampak dan Strategi PSSI ke Depan
Kendala administrasi Jairo Riedewald menjadi pelajaran penting bagi PSSI dalam mengelola proses naturalisasi pemain. PSSI tampak tidak hanya fokus pada satu pemain, tetapi juga mencari solusi jangka panjang dengan mendiversifikasi opsi di lini tengah. Upaya ini menunjukkan organisasi sepakbola Tanah Air bersiap menghadapi berbagai tantangan dalam merekrut talenta asing yang memiliki potensi besar untuk mengangkat prestasi Timnas Indonesia.
Jaga Komitmen
Proses naturalisasi memang kerap menghadapi birokrasi yang kompleks.. Namun, komitmen PSSI tetap kompetitif di kancah internasional memicu upaya maksimal dalam mencari alternatif pemain berkualitas. Langkah ini juga menunjukkan kesiapan dan adaptabilitas pengurus PSSI menghadapi situasi dinamis, terutama menjelang pertandingan penting melawan Australia dan Bahrain.








