Jakarta (Lampost.co) — PSSI pada Agustus 2025 akan mendaftarkan tiga pemain naturalisasi baru kepada pemerintah. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan proses naturalisasi tersebut tidak bisa juga sembarangan dan harus berjalan hati-hati.
Poin Penting:
-
Naturalisasi dilakukan dengan hati-hati dan berdasarkan kualitas, bukan asal pilih.
-
PSSI akan mengajukan pemain naturalisasi ke pemerintah pada Agustus 2025.
-
Mereka disiapkan untuk menghadapi Arab Saudi dan Irak pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Proses Ketat
Menurut Erick, proses naturalisasi harus melalui sejumlah tahapan administratif dan verifikasi ketat. Kelengkapan dokumen resmi dari pemain menjadi salah satu syarat utamanya.
“Kami sedang menunggu surat-surat dari dua pemain lagi. Proses ini tidak bisa tergesa-gesa karena menyangkut kedaulatan negara dan etika olahraga,” ujar Erick saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 24 Juli 2025.
Baca juga: Striker Klub Serie A Masuk Kandidat Naturalisasi
Namun, PSSI belum mau menyebutkan nama dari tiga pemain naturalisasi baru tersebut. Baru Mauro Zijlstra yang disebut telah menyerahkan dokumen lengkap dan siap masuk proses pengajuan ke pemerintah.
Target Kualifikasi Piala Dunia 2026
Harapannya, tiga pemain naturalisasi baru tersebut bisa memperkuat Timnas Indonesia pada babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Tuan rumah Arab Saudi dan Irak akan menjadi lawan berat Indonesia. Kedua laga akan berlangsung di Stadion King Abdullah Sport City, Arab Saudi, pada 8 dan 11 Oktober 2025.
Di sisi lain, kehadiran pemain berkualitas akan krusial dalam menambah kekuatan skuad Garuda. Erick Thohir menekankan PSSI hanya akan menaturalisasi pemain yang benar-benar memberikan kontribusi nyata.
“Kami tidak ingin asal-asalan. Kalau bicara soal pemain grade A atau B, itu bergantung dari talent pool-nya. Semua juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan kualitas tim,” tegas Erick.
Fokus Peningkatan Kualitas Timnas
Meskipun peringkat Indonesia masih berada di 118 dunia versi FIFA, Erick mengapresiasi para pemain yang bersedia membela Merah Putih. Harapannya, makin banyak pemain potensial yang tertarik membela Timnas Garuda ke depannya.
“Kita juga patut bersyukur jika ada pemain yang mau pilih kita. Jika ingin lebih tinggi lagi, kita harus masuk dulu ke peringkat 50 dunia. Saat ini kita masih jauh, jadi harus realistis dan bertahap,” kata Erick.
Proses naturalisasi bukan solusi jangka pendek dari PSSI. Program ini akan berjalan paralel dengan pengembangan pemain lokal melalui kompetisi usia dini, liga profesional, dan pelatihan berjenjang.