Bandar Lampung (Lampost.co) — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung bergerak cepat mengamankan kualitas Porprov X 2026 dengan membentuk 3 tim verifikasi. Langkah tersebut sekaligus mempertegas dukungan Lampung menuju tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON).
Poin Penting:
-
KONI Lampung membentuk tiga tim verifikasi faktual cabor.
-
Verifikasi menyasar administrasi dan kondisi atlet di daerah.
-
Validitas atlet jadi fokus utama panitia.
Sebagai bagian dari persiapan awal, KONI Lampung membentuk tiga tim verifikasi faktual cabang olahraga. Tim tersebut segera turun ke seluruh kabupaten dan kota di Lampung untuk melakukan verifikasi guna memastikan validitas atlet serta kesiapan organisasi cabang olahraga.
Selain itu, langkah ini menjadi filter awal kualitas kompetisi Porprov X 2026. Harapannya, ajang pesta olahraga terbesar di Lampung itu menjadi etalase kesiapan Lampung menggelar event olahraga nasional.
Baca juga: Porprov X 2026 Modal Lampung Jadi Tuan Rumah PON
Ketua Panitia Persiapan Porprov X 2026, Margono Tarmudji, menegaskan verifikasi secara menyeluruh, yakni memeriksa aspek administrasi sekaligus kondisi faktual di lapangan. Panitia menjalankan metode jemput bola melalui koordinasi dengan KONI kabupaten dan kota.
Pendekatan ini dinilai efektif mempercepat proses evaluasi kesiapan daerah. “Kami membagi tim menjadi tiga agar verifikasi lapangan berjalan efektif dan terukur,” ujar Margono, Selasa, 3 Februari 2026.
Selain itu, panitia sedang menyusun jadwal kunjungan ke seluruh daerah. Setiap tim akan bergerak sesuai wilayah tugas masing-masing.
Margono menegaskan validitas atlet menjadi perhatian utama panitia. Pasalnya, keabsahan data atlet menentukan integritas Porprov X 2026.
Dia juga menilai verifikasi ini bukan sekadar agenda administratif. Langkah tersebut juga membangun standar pembinaan atlet Lampung menuju PON.
Karena itu, Margono memberikan imbauan tegas kepada seluruh pengurus cabang olahraga daerah untuk tidak mengabaikan persyaratan administratif dan teknis. “Segera siapkan seluruh dokumen. Kami ingin cabor yang ikut benar-benar siap,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan daerah menjadi kunci sukses Porprov X di Bandar Lampung. Tanpa persiapan matang, kualitas kompetisi berpotensi menurun.
Selain memastikan kesiapan atlet, verifikasi juga menguji tata kelola organisasi cabor. Panitia ingin memastikan setiap cabor aktif dan memiliki program pembinaan berkelanjutan.
Langkah tersebut sejalan dengan visi besar KONI Lampung yang berharap Porprov menjadi fondasi pembinaan atlet berprestasi.
Sebelumnya, KONI Lampung resmi membentuk Panitia Persiapan Porprov X 2026. Pembentukan panitia menandai dimulainya tahapan teknis penyelenggaraan.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, menyebut Porprov X memiliki nilai strategis. Ajang ini menjadi tolok ukur kesiapan Lampung menuju tuan rumah PON.
Menurut Taufik, Porprov bukan sekadar kompetisi daerah tapi juga menjadi sarana evaluasi infrastruktur dan manajemen olahraga. Selain itu, penentuan cabang olahraga Porprov harus berbasis kesiapan daerah sehingga bisa melahirkan atlet potensial menuju level nasional.








