Jakarta (Lampost.co) — Nottingham Forest resmi memecat Ange Postecoglou sebagai pelatih menyusul empat kekalahan beruntun yang terjadi.
- Pemecatan ini berdasarkan rentetan tren negatif dari Forest.
- Forest hanya berhasil meraih dua kali seri.
- Sementara enam laga sisanya berakhir dengan kekalahan.
Termasuk ketika menjamu Chelsea pada pekan kedelapan Liga Primer Inggris, Sabtu, 18 Oktober 2025. Saat itu, Forest kalah dengan skor telak 0-3 dari Chelsea.
Pemecatan Ange Postecoglou ini berdasarkan rentetan tren negatif dari Forest belakangan ini. Sebab sebelum kalah dari Chelsea, Forest juga menelan tiga kekalahan beruntun, yakni dari Newcastle United (0-2) dan Sunderland (0-1) di Liga Inggris. Serta kalah dari Midtjylland (2-3) di Liga Europa.
Baca Juga:
Gol Antony Selamatkan Real Betis dari Kekalahan atas Nottingham Forest
“Nottingham Forest Football Club dapat mengonfirmasi bahwa setelah serangkaian hasil dan penampilan yang mengecewakan, Ange Postecoglou telah diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih kepala dengan segera. Klub tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini,” tulis keterangan di Instagram resmi Forest seperti melansir Antara.
Dua Kali Seri
Empat kekalahan itu mewarnai delapan hasil mengecewakan Forest di bawah kendali Postecoglou, pelatih yang memenangi Liga Europa bersama Tottenham Hotspur musim lalu.
Secara keseluruhan, dari delapan pertandingan tersebut, Forest hanya berhasil meraih dua kali seri. Sementara enam laga sisanya berakhir dengan kekalahan. Mereka hanya mencetak tujuh gol dan kebobolan 18 gol.
Catatan buruk ini membuat rata-rata poin yang Postecoglou dapatkan hanya 0,25 poin per pertandingan.
Angka ini adalah catatan buruk bagi pelatih asal Australia itu. Apalagi jika kita bandingkan rekor kepelatihannya bersama Tottenham yang mencapai 1,53 poin per pertandingan dari 101 pertandingan.
Kekalahan dari The Blues makin menyakitkan buat Forest karena membuat mereka berada di zona degradasi urutan ke-18 klasemen sementara dengan koleksi 5 poin.
Kemudian secara keseluruhan, Forest jadi tak pernah menang dalam 10 pertandingan di semua kompetisi.








