Konferensi internasional bertajuk "Islamic Higher Education in the Era of Global Transformation" yang diselenggarakan di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam.
PADA tanggal 24 hingga 29 April 2026 lalu, saya berkesempatan untuk mengikuti konferensi internasional bertajuk “Islamic Higher Education in the Era of Global Transformation” yang diselenggarakan di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam.
Konferensi ini menjadi momen penting bagi saya untuk memperluas wawasan mengenai transformasi pendidikan tinggi Islam di tengah kemajuan teknologi global. Tidak hanya itu, perjalanan saya ini juga membuka mata tentang betapa Brunei, negara kecil dengan populasi sekitar 440 ribu jiwa, bisa menjadi contoh dunia dalam menciptakan kesejahteraan sosial yang luar biasa bagi rakyatnya.
Di tengah konferensi yang membahas pentingnya integrasi teknologi dalam pendidikan, saya berkesempatan untuk berbicara mengenai “Change Management in English Learning: Integrating IT and AI for Improved Learning Quality”. Namun, yang lebih mengesankan bagi saya adalah bagaimana Brunei telah berhasil mengelola kemakmuran dan kebijakan sosial yang sangat berpihak kepada rakyatnya, menjadikan Brunei sebuah negara yang sangat istimewa.
Salah satu hal yang paling mencuri perhatian saya adalah bagaimana Brunei menyediakan pendidikan dan kesehatan gratis untuk seluruh warganya. Mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, semua biaya ditanggung oleh negara. Ini mencerminkan betapa seriusnya pemerintah Brunei dalam memastikan kualitas pendidikan bagi anak bangsa, tanpa ada beban biaya bagi rakyatnya. Bahkan universitas ternama seperti Universiti Brunei Darussalam (UBD) dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) menawarkan beasiswa bagi mahasiswa internasional.
Selain itu, layanan kesehatan gratis di Brunei memastikan setiap warga negara, dari yang muda hingga lanjut usia, mendapatkan perawatan medis yang memadai tanpa biaya. Ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan warganya, memastikan tidak ada yang tertinggal dalam memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas.
Brunei adalah negara yang tidak memiliki pajak penghasilan, pajak kendaraan, pajak bangunan dan pajak lainnya. Kebijakan ini mengurangi beban finansial yang sering terasakan oleh warga negara di negara-negara lain. Alih-alih mengandalkan pajak, Brunei memanfaatkan kekayaan alamnya, terutama minyak dan gas, untuk mendanai semua program sosial tersebut. Negara ini berhasil menciptakan masyarakat yang berkecukupan tanpa bergantung pada utang luar negeri. Bahkan, Brunei dikenal sebagai negara yang tidak memiliki utang luar negeri, menjadikannya model negara yang sangat stabil dan mandiri.
Minyak dan gas memberikan kontribusi sekitar 90 persen pendapatan negara Brunei, dengan Jepang dan Korea Selatan sebagai negara tujuan ekspor utama. Ini menunjukkan betapa pentingnya sektor energi bagi perekonomian Brunei, yang sangat bergantung pada kedua komoditas tersebut. Sebagai negara kecil, Brunei mampu mengelola kekayaan alam ini dengan bijak, menghindari ketergantungan pada sektor lain dan menggunakan pendapatan tersebut untuk mendanai berbagai layanan publik, termasuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial lainnya.
Jika kita bandingkan dengan Indonesia yang memiliki berbagai sumber daya alam, seperti minyak, batu bara, nikel, emas, dan produk pertanian yang melimpah, namun tetap menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan kekayaan tersebut. Meskipun Indonesia memiliki BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang berperan penting dalam perekonomian. Sementara beberapa dari BUMN kita sering kali menghadapi masalah kerugian, korupsi, dan manajemen yang kurang efisien. Ironisnya, meski Indonesia memiliki berbagai komoditas dan kekayaan alam yang sangat melimpah. Sering kali negara kita masih bergantung pada utang luar negeri dan belum sepenuhnya bisa mengelola sumber daya alam secara optimal seperti Brunei.
Brunei yang bergantung hampir sepenuhnya pada minyak dan gas sebagai sumber pendapatan negara telah membuktikan bahwa dengan manajemen yang bijaksana dan komitmen untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, negara kecil ini bisa hidup berkecukupan, bebas hutang, dan memastikan kesejahteraan warganya.
Meski Brunei dipimpin oleh seorang sultan dengan kekuasaan absolut, rakyat Brunei sangat mencintai dan menghormati Sultan Hassanal Bolkiah. Kepercayaan mereka kepada sang Sultan bukan tanpa alasan. Sultan dipandang sebagai pemimpin yang amanah, yang menjalankan kepemimpinan dengan adil dan penuh tanggung jawab. Di bawah kepemimpinannya, Brunei berhasil mencapai kesejahteraan sosial yang tinggi dengan mengelola sumber daya alam secara bijak dan transparan. Rakyatnya hidup sejahtera, tanpa perlu ada pemaksaan untuk membayar pajak.
Simbol dari kebanggaan rakyat Brunei terhadap pemimpin mereka bisa dilihat dari Masjid Asr Hassanil Bolkiah, yang memiliki 29 kubah yang melambangkan Sultan ke29. Selain itu, setiap selesai shalat, banyak warga yang menyebut nama Sultan dalam doa mereka sebagai bentuk rasa hormat dan cinta kepada pemimpin mereka. Hal ini saya saksikan langsung saat berkunjung ke Brunei, bahkan warganya shalat hajat berjamaah karena kabar bahwa Sultan sedang kurang sehat.
Salah satu tradisi yang sangat mengesankan adalah open house yang dilakukan oleh Sultan pada hari ke2, ke3, dan ke4 Lebaran. Setiap tahunnya, lebih dari 200 ribu warga Brunei datang ke istana untuk menikmati hidangan khas yang disiapkan oleh chef hotel ternama, seperti Hyatt. Sebagian besar dari jumlah tersebut adalah warga yang datang untuk bertemu Sultan dan merasakan langsung kebersamaan dengan sang pemimpin.
Sebagai tambahan, anak-anak mendapatkan THR sebesar 5 dolar Brunei, sementara orang dewasa menerima hampers berisi kue-kue khas Brunei. Ini adalah simbol kuat dari hubungan yang dekat antara Sultan dan rakyat Brunei, serta cara Sultan merayakan kebersamaan dan menjaga keberlanjutan hubungan sosial yang harmonis.
Brunei juga menawarkan keindahan alam yang luar biasa, yang saya alami langsung saat mengunjungi dua pantai terkenal: Muara Beach dan Jerudong Beach. Keduanya dikenal karena keindahan yang sangat terjaga, kebersihan yang luar biasa, dan tentu saja, tanpa biaya parkir atau biaya masuk. Keindahan alam Brunei menunjukkan bagaimana negara ini sangat peduli dengan pelestarian lingkungan hidup, menjadikannya destinasi wisata yang sempurna bagi mereka yang mencari ketenangan.
Selain itu, saya juga berkesempatan mengunjungi Kampung Ayer, sebuah kawasan perkampungan yang unik di atas air. Di sana, saya mendengar bahwa Sultan memberikan akses fasilitas umum seperti kantor polisi, rumah sakit, dan sekolah, dan apabila terjadi musibah seperti kebakaran, Sultan tidak segan turun tangan untuk membantu merelokasi warga dan memberikan sumbangan untuk membangun kembali rumah yang terkena musibah. Ini adalah bentuk perhatian langsung dari pemimpin kepada rakyatnya, yang semakin mempertegas karakter pemimpin yang sangat dekat dengan warganya.
Kampung Ayer di Brunei, meski dikenal sebagai perkampungan air, menawarkan kenyamanan dan fasilitas modern yang tidak terbayangkan sebelumnya. Rumah-rumah di Kampung Ayer, meskipun berbentuk rumah panggung yang dibangun di atas air, semuanya dilengkapi dengan AC, TV satelit, dan akses internet. Ini menunjukkan betapa perkampungan tradisional di Brunei telah berhasil menggabungkan kehidupan modern dengan nilai-nilai budaya yang sangat dijaga.
Selain itu, air minum di setiap rumah sudah tersedia melalui pipa pribadi, sementara air pembuangan juga dialirkan melalui pipa terpisah, yang memastikan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Ini adalah pemandangan yang sangat berbeda dari yang mungkin kita bayangkan tentang perkampungan air yang biasanya mengandalkan sungai sebagai tempat pembuangan.
Ketika saya berkunjung, saya juga berkesempatan mencicipi Ambuyat, makanan khas Brunei yang mirip dengan papeda. Terbuat dari sagu, Ambuyat adalah hidangan yang sangat populer di Brunei dan menjadi bagian dari kuliner tradisional yang masih dipertahankan dengan bangga oleh warga setempat. Rasanya yang unik dan cara penyajiannya yang khas menjadikan pengalaman makan di Brunei semakin berkesan.
Selain itu, saya juga sempat mengunjungi Pasar Gadong, sebuah pasar malam kuliner yang terkenal di Brunei. Pasar ini tidak hanya bersih, tetapi juga meriah, menawarkan berbagai macam makanan khas, minuman segar, serta buah dan sayur segar. Keberadaan pasar malam yang terorganisir dengan baik ini menunjukkan bagaimana Brunei menjaga kualitas pengalaman berbelanja sekaligus menciptakan suasana yang nyaman bagi pengunjung.
Pengalaman lain yang sangat mengesankan bagi saya adalah tingkat kesopanan dan penghargaan terhadap orang lain yang sangat terasa di Brunei. Salah satunya, saya terkesan dengan kebiasaan pengemudi mobil di Brunei yang selalu mengutamakan pejalan kaki saat menyeberang jalan. Di mana pun, saat ada pejalan kaki yang hendak menyebrang, mobil-mobil akan berhenti dan memberikan jalan, sebuah sikap yang jarang ditemui di banyak negara.
Ini mencerminkan betapa nilai-nilai Islam yang mengajarkan tentang menghormati hak orang lain telah tertanam kuat dalam budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat Brunei. Hal kecil seperti ini menunjukkan betapa kesopanan dan rasa saling menghormati begitu dihargai di negara ini, menjadikan Brunei sebagai negara yang tidak hanya kaya, tetapi juga penuh dengan sikap mulia dan berbudi pekerti luhur.
Brunei Darussalam, meskipun kecil, telah membuktikan bahwa kekayaan alam yang dikelola dengan bijak dapat memberikan kesejahteraan sosial yang luar biasa bagi rakyatnya. Dari pendidikan dan kesehatan gratis, tanpa pajak, hingga kepemimpinan yang amanah. Brunei menawarkan banyak pelajaran bagi negara kita dalam mengelola sumber daya dan hubungan antara pemimpin dan rakyat. Ini adalah contoh negara yang berhasil menjaga keharmonisan sosial, ekonomi, dan budaya, serta membangun masyarakat yang bahagia dan sejahtera.
Semoga artikel ini memberikan gambaran yang lengkap tentang pengalaman saya di Brunei serta kisah inspiratif mengenai negara kecil ini yang dapat menjadi contoh bagi dunia.
Oleh:
Dr. Oki Dermawan, M.Pd.
Dosen UIN Raden Intan Lampung
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update