• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 29/11/2025 15:24
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Lampung

Dorong Penerapan ESG di Jalan Tol: Menjadikan Infrastruktur Sebagai Ruang Keberlanjutan

Dalam kerangka seperti itu, keberlanjutan kerap muncul sebagai pelengkap administratif:

MustaanbyMustaan
27/11/25 - 21:05
in Lampung, Nasional, Opini, Pemerintahan
A A
PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB Toll) sebagai pengelola Ruas Tol Bakauheni Terbanggi Besar (Bakter) memberikan potongan tarif tol sebesar 20%.Dok

PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB Toll) sebagai pengelola Ruas Tol Bakauheni Terbanggi Besar (Bakter) memberikan potongan tarif tol sebesar 20%.Dok

Esg
Oleh: M Al-Kautsar Kandidat Doktor Manajemen Unila dan Manager Public Affair Tol Bakter

PEMBANGUNAN infrastruktur sering kali didefinisikan secara sempit sebagai proyek fisik yang terukur melalui panjang kilometer, volume kendaraan, atau nilai investasi. Dalam kerangka seperti itu, keberlanjutan kerap muncul sebagai pelengkap administratif: sekadar dokumen analisis lingkungan, laporan kepatuhan, atau pengisi kewajiban pelaporan tahunan. Pemahaman yang parsial ini masih dominan, padahal keberlanjutan sesungguhnya adalah fondasi yang menentukan apakah sebuah infrastruktur dapat bertahan, terterima, dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dorongan memperkuat implementasi ESG (Environmental, Social, and Governance) di sektor jalan tol menjadi relevan ketika dinamika sosial, lingkungan, dan tata kelola semakin memengaruhi legitimasi pembangunan. Banyak infrastruktur yang bangun dengan standar teknis tinggi, namun melemah karena tidak mampu menata relasi sosial, tidak mengantisipasi dampak ekologis, atau kurang melibatkan pemangku kepentingan lokal. Di titik inilah integrasi ESG menjadi kebutuhan, bukan tambahan.

ESG yang Berakar pada Nilai Lokal

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kajian dan karya intelektual mulai menyoroti pentingnya menghubungkan ESG dengan kearifan lokal. Prinsip keberlanjutan tidak harus dimulai dari konsep global—karena masyarakat Indonesia telah memiliki nilai-nilai luhur tentang harmoni sosial dan keseimbangan lingkungan jauh sebelum istilah ESG dikenal.

Gagasan bahwa keberlanjutan harus hidup dalam praktik operasional harian menjadi semakin relevan. Di industri jalan tol, keputusan teknis sehari-hari seperti penanganan sampah rest area, pemeliharaan saluran drainase, pengelolaan ruang median, hingga pola komunikasi dengan warga sekitar, semuanya memiliki implikasi ESG. Infrastruktur tidak berdiri steril dari konteks sosial; ia berinteraksi dengan ekosistem budaya, ekonomi, dan lingkungan di sekelilingnya.

Melalui riset-riset berbasis kearifan lokal, muncul pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra, bukan objek; lingkungan sebagai aset, bukan beban; dan tata kelola sebagai instrumen etik yang memastikan keberlanjutan berjalan terukur.

Bakter sebagai Ruang Laboratorium Keberlanjutan

Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) menjadi contoh menarik mengapa penerapan ESG tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial dan geografis. Bakter bukan hanya pintu gerbang Sumatera, tetapi juga berada di wilayah yang telah lama menjadi miniatur Indonesia—ruang di mana berbagai suku, budaya, bahasa, dan keyakinan hidup berdampingan. Kompleksitas ini membentuk lanskap sosial yang menuntut pendekatan keberlanjutan yang lebih halus.

Beberapa alasan strategis menjadikan Bakter relevan sebagai ruang studi ESG:

  1. Merupakan salah satu ruas terpanjang di Indonesia sehingga dampak ekologisnya signifikan.
  2. Menjadi jalur logistik utama, sehingga setiap kebijakan operasional berdampak pada rantai pasok nasional.
  3. Berlokasi di wilayah multikultur, membuat aspek sosial sama pentingnya dengan teknis.
  4. Bersinggungan dengan permukiman, kawasan konservasi, dan titik ekonomi yang sangat sensitif.
  5. Menjadi perhatian investor luar negeri, sehingga penerapan ESG menjadi prasyarat tata kelola investasi modern.

 

Dengan kondisi seperti ini, pengelolaan jalan tol tidak cukup dipahami sebagai upaya menjaga kelancaran mobilitas. Infrastruktur harus dilihat sebagai simpul peradaban: ruang yang mengalirkan kepercayaan publik, menjaga keseimbangan ekologi, dan memperkuat kohesi sosial.

Regulasi yang Mengikat dan Mengarahkan

Integrasi ESG pada dasarnya bukan sekadar tren internasional; ia memiliki pijakan hukum nasional yang kuat. Beberapa aturan yang menegaskan pentingnya keberlanjutan antara lain:

1. UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mewajibkan setiap kegiatan berpotensi dampak lingkungan untuk menerapkan prinsip kehati-hatian, pencegahan, dan partisipasi publik.

2. UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mengamanatkan penyelenggaraan jalan yang aman, selamat, tertib, dan berkelanjutan.

3. PP Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, yang menekankan standar pelayanan minimum termasuk aspek keselamatan, lingkungan, dan kenyamanan pengguna jalan.

4. Peraturan OJK tentang Keuangan Berkelanjutan, yang mendorong entitas usaha menerapkan ESG sebagai dasar pengelolaan dan investasi.

5. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, yang menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu arah pembangunan nasional.

 

Dengan landasan regulasi tersebut, ESG bukan sekadar idealisme akademik, melainkan mandat struktural yang harus dijalankan oleh seluruh penyelenggara infrastruktur.

Harapan Implementatif di Tingkat Nasional

Model implementasi ESG yang telah dikembangkan di Bakter maupun wilayah lainnya berpotensi menjadi referensi nasional. Ada beberapa arah strategis yang dapat didorong:

1. Integrasi ESG sebagai standar baku dalam seluruh proses konstruksi dan operasi jalan tol.

2. Keterlibatan aktif pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan berjalan di tingkat tapak.

3. Pemberian insentif bagi pengelola yang mampu menunjukkan kinerja ESG secara konsisten dan terukur.

4. Penyelarasan ESG dalam Standar Pelayanan Minimum (SPM) sehingga aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola bukan opsi tambahan, tetapi syarat dasar operasional.

 

Dengan demikian, infrastruktur nasional dapat bergerak dari paradigma high cost–high impact menuju high value–high sustainability.

Menjadikan Infrastruktur sebagai Ruang Etik

Pada akhirnya, keberlanjutan bukan sekadar gagasan ilmiah atau slogan korporasi. Ia adalah cara kerja: bagaimana keputusan dibuat, bagaimana masyarakat dilibatkan, bagaimana lingkungan dihormati, dan bagaimana tata kelola dijalankan dengan integritas.

Infrastruktur adalah wajah negara. Ketika ESG benar-benar hidup dalam praktik operasionalnya, maka infrastruktur bukan hanya menjadi jalur transportasi, tetapi menjadi jalan etik yang memuliakan manusia dan menjaga bumi.

Tags: BakteresgfisikINFRASTRUKTURkeberlanjutankolomlingkunganOpiniPEMBANGUNANtolong
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Dok. Antara)

KPK Sebut Tak Ada Banding di Kasus Ira Puspadewi

byTriyadi Isworoand1 others
29/11/2025

Jakarta (Lampost.co) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak ada pengajuan banding untuk eks Dirut PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero)...

Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Jakarta. (Dok. Antara-HO)

BPKP Bantah Pernyataan KPK soal Laporan Dugaan Awal Korupsi ASDP

byTriyadi Isworoand1 others
29/11/2025

Jakarta (Lampost.co) – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menegaskan tidak pernah melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dalam akuisisi PT....

Wamenko Kumham Imipas Otto Hasibuan .(Dok. Antara)

Pemberian Rehabilitasi Kasus ASDP Bukan Intervensi Hukum

byTriyadi Isworoand1 others
29/11/2025

Jakarta (Lampost.co) – Pemberian hak rehabilitasi oleh Presiden Prabowo Subianto kepada tiga terdakwa kasus dugaan korupsi ASDP. Kasus ini sebagai...

Berita Terbaru

Jadwal Liga Primer Inggris Pekan Ini, Ada Bigmatch Chelsea vs Arsenal
Bola

Jadwal Liga Primer Inggris Pekan Ini, Ada Bigmatch Chelsea vs Arsenal

byRicky Marlyand1 others
29/11/2025

Jakarta (Lampost.co) -- Liga Primer Inggris akan kembali bergulir pada Sabtu—Minggu, 29 dan 30 November 2025. Premier League telah memasuki...

Read moreDetails
Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Dok. Antara)

KPK Sebut Tak Ada Banding di Kasus Ira Puspadewi

29/11/2025
Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Jakarta. (Dok. Antara-HO)

BPKP Bantah Pernyataan KPK soal Laporan Dugaan Awal Korupsi ASDP

29/11/2025
Wamenko Kumham Imipas Otto Hasibuan .(Dok. Antara)

Pemberian Rehabilitasi Kasus ASDP Bukan Intervensi Hukum

29/11/2025
Nampak cuaca Kota Bandar Lampung cerah berawan. Namun BMKG Provinsi Lampung tetap mengingatkan tetap waspada potensi hujan. (Foto: Lampost.co / Triyadi Isworo)

Sabtu, 29 November 2025, Lampung Cerah Berawan Berpotensi Hujan

29/11/2025
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.