• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 21/01/2026 07:10
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Opini

Krisis Jalan Berlubang di Pringsewu: Jalan Menuju Bencana atau Reformasi?

Oleh : Gibeon Christian Parlindungan Simamora Mahasiswa FEB Universitas Lampung

MustaanbyMustaan
06/03/25 - 06:40
in Opini
A A
krisis jalan

Ilustrasi pembangunan jalan (lampost.co)

“WAKTU untuk beralasan sudah berakhir. Waktunya untuk bertindak adalah sekarang”

Bagi banyak penduduk Pringsewu, perjalanan di jalan raya telah menjadi pengalaman yang menegangkan, bukan karena kemacetan lalu lintas atau cuaca buruk, tetapi karena semakin banyaknya jalan berlubang yang menimbulkan bahaya serius. Perjalanan yang seharusnya mudah telah berubah menjadi perjalanan yang berisiko tinggi, dengan pengemudi terpaksa berbelok secara tidak terduga untuk menghindari lubang yang dalam di aspal. Bukan hanya tentang ketidaknyamanan; ini tentang hidup dan mati.

Hanya dalam dua bulan pertama tahun 2025, jalan berlubang telah menjadi penyebab 26 kecelakaan yang tercatat. Empat orang kehilangan nyawa, dan banyak lainnya terluka. Lebih dari sekedar angka-angka ini mewakili keluarga-keluarga yang menderita karena masalah yang sebenarnya dapat dicegah dengan tindakan yang tepat waktu.

Kemana Perginya Anggaran Perbaikan Jalan?

Yang membuat situasi ini semakin membuat frustasi adalah lambatnya perbaikan jalan. Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung telah mengalokasikan dana sebesar Rp450 miliar tahun 2025 untuk perbaikan jalan dan jembatan. Namun, sebagian besar jalan, terutama Jalan Lintas Barat (Jalinbar) tetap dalam kondisi buruk. Alih-alih jalan yang mulus dan terawat, para pengendara justru harus berhadapan dengan lubang-lubang menganga yang mengancam keselamatan mereka.

Pengendara sepeda motor sangat rentan, namun mobil yang melaju dengan kecepatan normal pun berisiko mengalami kerusakan serius atau kecelakaan. Bukannya mengemudi dengan tenang, orang-orang kini lebih sering menghindari lubang, sehingga meningkatkan risiko tabrakan dan membahayakan semua orang di jalan.

Dampak Ekonomi dari Jalan Berlubang ini jauh melampaui kecelakaan lalu lintas. Infrastruktur yang buruk menghambat pertumbuhan ekonomi Pringsewu. Jalan yang buruk mengganggu arus barang, meningkatkan biaya logistik, dan membuat calon investor enggan berinvestasi. Daerah yang seharusnya menjadi daerah yang berkembang malah terhambat oleh transportasi yang tidak efisien. Jika jalan-jalan ini diperbaiki dengan baik, bisnis lokal dapat berkembang, pariwisata dapat berkembang, dan ekonomi akan menjadi lebih dinamis. Sebaliknya, penundaan yang tidak perlu dan biaya yang lebih tinggi terus membebani masyarakat.

Siapa yang Mengawasi? Apakah anggaran sebesar Rp450 miliar digunakan secara efektif? Apakah dana tersebut digunakan untuk perbaikan jalan yang mendesak, atau dialihkan ke proyek-proyek yang tidak terlalu mendesak? Masyarakat berhak mendapatkan transparansi. Masyarakat harus tahu bagaimana dana tersebut dialokasikan dan apakah pemerintah benar-benar berkomitmen untuk menyelesaikan krisis ini.

Strategi Pemda untuk Perbaikan

Warga negara dapat memainkan peran kunci dalam meminta pertanggungjawaban pemerintah. Melaporkan jalan yang rusak melalui aplikasi resmi atau forum komunitas dapat memberikan data waktu nyata, sehingga dapat menekan pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan. Namun, lebih dari sekadar perbaikan jangka pendek, Pringsewu membutuhkan strategi jangka panjang yang berkelanjutan.

Pemerintah daerah Pringsewu dapat melakukan pendekatan yang lebih berkelanjutan dalam pemeliharaan jalan dengan menggunakan teknologi pemantauan pintar untuk mendeteksi kerusakan secara real-time. Dengan sensor dan analitik data, area yang bermasalah dapat diidentifikasi dengan cepat, sehingga perbaikan dapat dilakukan sebelum kerusakan semakin parah dan menjadi bahaya yang lebih besar. Menggunakan bahan ramah lingkungan seperti aspal daur ulang dan perkerasan permeabel juga dapat membantu memperpanjang umur jalan, mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam baru, dan menurunkan emisi karbon dibandingkan dengan bahan tradisional.

Selain itu, penerapan sistem drainase yang lebih efisien sangat penting untuk mencegah genangan air. hal itu dapat mempercepat erosi dan kerusakan jalan. Dengan mengintegrasikan sistem drainase yang tepat, dampak buruk dari hujan lebat dapat diminimalisir. Sehingga memperpanjang umur jalan dan mengurangi frekuensi perbaikan besar. Pemda juga dapat mengembangkan program pemeliharaan preventif yang terjadwal secara rutin, sehingga perbaikan tidak hanya bersifat reaktif namun juga proaktif.

Memastikan transparansi dalam pengelolaan anggaran dan melibatkan masyarakat melalui aplikasi pelaporan dan forum diskusi juga dapat meningkatkan akuntabilitas Sehingga memastikan bahwa dana digunakan dengan bijak. Strategi jangka panjang ini tidak hanya akan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengendara. Meskipun juga akan mendukung ekonomi lokal dengan menyediakan infrastruktur yang andal yang membuat masyarakat tetap terhubung.

Tags: JALANkolomLampung PostOpiniPRINGSEWUreformasisuara mahasiswaUnila
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Karya seni berjudul "The Fireworks Display on the Thames" (Pertunjukan Kembang Api di Thames) yang dibuat sekitar tahun 1890-an. Di sepanjang Sungai Thames di London, Inggris. Kerumunan orang terlihat menonton pertunjukan kembang api dengan latar belakang pemandangan kota London. Dok. Google Images

Merayakan Tahun Baru Tanpa Dentuman

byTriyadi Isworo
31/12/2025

MENJELANG pergantian Tahun Baru 2026, pemerintah Indonesia secara serempak mengeluarkan aturan dan imbauan yang melarang penggunaan petasan dan kembang api...

Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, Shofura Nur Adilah. Dok

Ketika Bencana Tak Dianggap Nasional, Komunikasi Negara Ikut Mengecil

byTriyadi Isworo
26/12/2025

BENCANA banjir dan longsor yang melanda Pulau Sumatera dalam beberapa waktu terakhir bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah akumulasi dari...

Lemkari Lampung Lepas 17 Atlet ke Kejurnas Krakatau Championship 2025 di Banten

Lemkari Lampung Lepas 17 Atlet ke Kejurnas Krakatau Championship 2025 di Banten

byMustaan
18/12/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) – Pengurus Provinsi Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Lampung secara resmi melepas kontingen atlet untuk mengikuti Kejuaraan Nasional...

Berita Terbaru

Langit mendung dan rintik hujan menyelimuti Tugu Adipura Kota Bandar Lampung. BMKG memprediksi cuaca Provinsi Lampung berawan berpotensi hujan. (Foto: Triyadi Isworo/Lampost.co)
Cuaca

Rabu, 21 Januari 2026, Lampung Berawan Berpotensi Hujan

byTriyadi Isworo
21/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca harian. Rabu, 21 Januari 2026, cuaca Provinsi...

Read moreDetails
klasemen liga spanyol

Klasemen Liga Spanyol, Real Madrid Dekati Barcelona

21/01/2026
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu

Klasemen Liga Italia, Inter Memimpin, Milan dan Napoli Membuntuti

21/01/2026
Asprov PSSI Lampung gelar liga 4

Asprov PSSI Lampung segera Gelar Liga IV

21/01/2026
Suasana pedagang di Pasar Bambukuning, Bandar Lampung, Selasa, 20 Januari 2026. Lampost.co/Restu Amalia

Keluhan Pedagang Akibat Gempuran Marketplace

21/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.