• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 07/03/2026 01:32
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Opini

Pilkada Serentak Bonus Bagi Pemenang

Bila kita menghayati dan merenung sejenak, maka paslon yang terpilih dalam pilkada serentak 2024, hakikatnya ibarat mendapat bonus dari budaya politik pemilih

Triyadi IsworobyTriyadi Isworo
25/11/24 - 21:33
in Opini
A A
Dosen Komunikasi Politik Universitas Lampung, Nanang Trenggono. Dok Unila

Dosen Komunikasi Politik Universitas Lampung, Nanang Trenggono. Dok Unila

Bandar Lampung (Lampost.co) – Apa makna Pilkada Serentak tahun 2024 di Sai Bumi Ruwa Jurai ini? Sebuah topik yang perlu dikaji kembali, secara bersama dari kacamata kritis. Hampir sebagian besar aktivis, pengamat, atau partisipan hanya terfokus pada pasangan calon (paslon) yang akan dipilih sebagai pemenang. Bagaimana sudut pandang signifikan yang perlu dikemukakan di sini?

 

Pemilih Budiman

Kajian yang bertumpu pada paslon, adalah khas model Harold D. Lasswell (1948), perspektif tertua dan paling berpengaruh di dunia komunikasi politik. Analisis bertumpu semata-mata pada komunikator ini mengekspos tiga sudut: pathos (paslon piawai menggugah emosi/perasaan), ethos (tindak tanduknya etis), dan logos (memiliki kinerja yang faktual).

 

Jadi, penampilan atau performan dibangun sedemikian rupa membentuk citra paslon itu hero, pemimpin amanah, memberi harapan, atau menjanjikan. Sebenarnya, di era internet dan gadget saat ini, cara pandang Lasswell sudah (agak) dilupakan. Karena, di akhir abad 20, pendekatan deskripsi dan prediksi ini, sudah mendapat tantangan dari para pemikir makna. 

 

Pendekatan makna, memandang yang dimaksud mengetahui adalah memahami. Bahkan, David Deutsch dalam The Fabric of Reality (2023), menegaskan suatu prediksi – bahkan prediksi universal yang sempurna – tidak bisa menggantikan peran pemahaman.

 

Lalu, riset di Departemen Komunikasi UI 70% S1, 80% S2, dan 90% S3 beralih menggunakan pendekatan kualitatif (Mulyana, 2007). Dan, pada hari jadi ke-75 tahun International Communication Association (ICA) digelar konperensi internasional di Denver Colorado AS, pada 12-26 Juni 2025 dengan tiga tema: Disrupting and Consolidating: (a) peran akademisi dalam transformasi sekaligus stabilisasi; (b) penelitian tidak linier tapi mengandung dua aspek perubahan cepat sekaligus konsolidasi; dan (c ) studi komunikasi sebagai disiplin disrupted (mengganggu, perubahan radikal) dan resilient (pegas, elastis).

Oleh karena itu, pilkada serentak 2024 perlu menelaah dari sudut pandang berbeda, yaitu memahami pemilih, masyarakat pemilik hak pilih, atau sang pemilik kedaulatan. Dalam hal ini, bisa digunakan pendekatan partisipasi Miriam Budiarjo tentang cara berpartisipasi. Bila, digunakan definisi Huntington, jauh dari fakta empiris, bahkan definisi yang moderat dari Nie & Verba bahwa “partisipasi sebagai kegiatan pribadi warganegara yang legal untuk memengaruhi seleksi pejabat negara,” tidak terjadi secara intensif, maka pemilih menjadi subjek-subjek yang budiman.

 

Forum Publik

Dalam piramida partisipasi, yang tergolong aktivis seperti pejabat publik, pimpinan partai politik, pemimpin kaum kepentingan atau penyokong dana, organisasi masyarakat sipil, bahkan mahasiswa memberi peluang luas kepada siapa saja paslon dan berasal dari mana saja untuk mengikuti dan berkompetisi pada pilkada serentak 2024. Mahasiswa dengan santun membuka forum dialog tanpa kritik-kritik pedas. Kelompok organisasi sipil dan organisasi wartawan memberi dukungan pilkada damai. Forum-forum publik sepi dari kritik tajam kepada para paslon baik di provinsi maupun 15 kabupaten dan kota.

 

Forum kampanye debat terbuka, cenderung dikemas oleh perumus dan panelis bukan pola debat dinamis, lebih sebagai forum mengemukakan ide, menyampaikan penjelasan di hadapan massa pemilih melalui media, atau tanya jawab yang terukur hati-hati antara moderator dengan paslon atau antarpaslon.

 

Hanya di satu dua kabupaten debat berjalan dinamis layaknya panggung debat publik. Dari kelompok-kelompok masyarakat tidak ada gugatan atau konfirmasi pada kelayakan paslon atau kepatutan menjadi calon pemimpin, baik sebagai petahana maupun pada penantang. Koalisi-koalisi yang dikosntruksi sebagai kekuatan pemenangan, cenderung ditampilkan sebatas slogan atau hadir saja sebagai pendukung setia.

 

Sebaliknya, penampilan paslon ada kecenderungan menyuguhkan diri di panggung drama turki yang menggugah perasaan, takut salah, basa basi, defensif, normatif, bahkan menolak perdebatan. Tidak mencuat sebuah perdebatan yang konstruktif, adu argumentasi dengan dasar-dasar pemikiran rasional, atau saling kritik sebagai feed back yang direspon cerdas dan ilustratif. Ada kecenderungan saling tenggang rasa, senjang sebagai forum debat optimal agar pemilih bisa mempertimbangkan pilihan masak kepada paslon yang memiliki visi, misi dan program menjanjikan.

 

Masyarakat sudah memiliki kematangan sebagai pemilih otonom. Bahkan sikap masyarakat pemilih menerima paslon dari unsur apa saja baik petahana maupun penantang dengan setara. Menggambarkan kebaikan hati warga untuk bersilaturahmi dengan paslon sebagai calon pemimpin yang akan dipilihnya. Bagi pemilih, yang dalam lapisan piramida partisipasi politik, jumlahnya paling besar menunjukkan perilaku moderat, menjaga persatuan, tidak menolak kehadiran paslon, ikut bergembira dalam pesta demokrasi yang disediakan paslon. Mereka tidak pilih-pilih kepada paslon tertentu, dan menolak paslon yang lainnya. Gambaran ini mencerminkan sebuah kematangan berdemokrasi.

 

Bonus Sang Pemenang

Merenungkan perilaku yang ditampilkan pemilih, menunjukkan budaya partisipasi politik yang sehat. Oleh karena itu, pada hari pemungutan suara pada Rabu, 27 November 2024, dan selanjutnya proses perhitungan perolehan suara, unsur-unsur utama yang terlibat baik penyelenggara maupun peserta pilkada serentak sungguh-sungguh mengingat masyarakat pemilih yang sudah menampilkan kultur demokrasi yang dijiwai oleh semangat harmoni, gotong royong, silaturahmi, dan menjaga persatuan.

 

Semua elemen, penyelenggara pilkada, peserta, aparatur pemerintah, TNI, dan Polri, serta unsur-unsur kelembagaan lain yang berkepentingan sungguhsungguh bersikap jujur, bersih dan adil. Tidak ada lagi perilaku yang mengedepankan ego, tinggi hati, merasa paling memiliki otoritas, atau ingin menang sendiri pada pilkada serentak 2024 kali ini. Kemajuan-kemajuan dan praktek-praktek baik (positif) yang sudah muncul ke permukaan, terus dirawat dan dipupuk bersama-sama. 

 

Terjadinya persoalan, kasus ekstrem, gejolak atau kegaduhan diletakkan sebagai blessing in disguise, atau bencana menjadi berkah, agar semua unsur penyelenggara memiliki persepsi kohesi bersama-sama, waspada, dan tekad kuat menghasilkan pilkada serentak yang berintegritas. Akhirnya, bila kita menghayati dan merenung sejenak, maka paslon yang terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, atau walikota dan wakil walikota dalam pilkada serentak 2024, hakikatnya ibarat mendapat bonus dari budaya politik pemilih. Sekali pun, jangan dilupakan kebaikan hati masyarakat ini.

 

Opini Oleh: 

Nanang Trenggono

Dosen Homebase Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (Mikom)

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Lampung

 

Tags: DOSENFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikFISIPMagister Ilmu KomunikasiMikomNanang TrenggonoOpiniPILKADAProgram StudiUniversitas Lampung
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ketika Timur Tengah Terbakar, Bagaimana Model Ketahanan Ekonomi Indonesia? 

Ketika Timur Tengah Terbakar, Bagaimana Model Ketahanan Ekonomi Indonesia? 

byMustaan
05/03/2026

Hasan Ashari (Mahasiswa Program Doktor Perbanas Institute) Ketika konflik kembali memanas di Timur Tengah, dunia kembali menyadari betapa rapuhnya stabilitas...

Profesor Psikologi Pendidikan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Prof. Syafrimen. M. Ed., Ph. D. Dok UIN Raden Intan

Berawal dari SPMB Menuju Jaminan Hak Pendidikan

byTriyadi Isworo
04/03/2026

SUDAH menjadi pemandangan umum setiap tahun, ribuan orang tua menunggu hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan harap cemas. Layar...

Akademisi: Indonesia Perlu Pertahankan Netralitas dan Imbau Gencatan Senjata

Perang Iran vs US dan Israel jadi Ancaman Berkelanjutan

byTriyadi Isworo
02/03/2026

Sudah lewat beberapa dekade, konflik antara US dan Iran akhirnya pecah kembali dengan wajah lebih serius dan memprihatinkan. Permasalahan seputar...

Berita Terbaru

BPBD Bandar Lampung Lakukan Aksi Tanggap Bencana di Daerah Terdampak Banjir
Bandar Lampung

BPBD Bandar Lampung Lakukan Aksi Tanggap Bencana di Daerah Terdampak Banjir

byRicky Marly
07/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung bergerak cepat melakukan aksi tanggap darurat. Upaya ini...

Read moreDetails
Wali Kota Bandar Lampung Beri Bantuan Bagi Korban Terdampak Banjir

Wali Kota Bandar Lampung Beri Bantuan Bagi Korban Terdampak Banjir

06/03/2026
PDI Perjuangan Lampung Siap Jalankan Instruksi Pusat, Larang Kadernya Berbisnis MBG

PDI Perjuangan Lampung Siap Jalankan Instruksi Pusat, Larang Kadernya Berbisnis MBG

06/03/2026
Hadirnya teknologi modern seperti buat logo ai dan aplikasi untuk membuat poster, proses desain lebih mudah dan cepat.

Panduan Lengkap buat Logo AI dan Aplikasi untuk Membuat Poster Desain Digital Modern

06/03/2026
BPJN Lampung telah menutup sebanyak 5.721 titik lubang yang berada di sepanjang jalan nasional di Provinsi Lampung untuk mendukung mobilitas masyarakat menjelang Angkutan Lebaran 2026.Dok/Lampost.co

BPJN Lampung Tutup 5.721 Lubang Jalan Nasional Jelang Mudik Lebaran 2026

06/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.