Sejarah  Perayaan  Hari Buruh  (Fete du travail)  di Eropa  dan Indonesia

Namun, sebenarnya sejarah perjuangan untuk mensejahterakan para buruh itu sudah jauh dimulai pada masa  Revolusi Prancis diprakarsai oleh   penyair dan politikus revolusioner  Fabre d'Églantine pada tahun 1793

Editor Mustaan
Jumat, 01 Mei 2026 19:49 WIB
Sejarah  Perayaan  Hari Buruh  (Fete du travail)  di Eropa  dan Indonesia
Oleh : Endang Ikhtiarti Dosen Bahasa Perancis FKIP Unila
Iklan Artikel 1

Tanggal 1 Mei sekarang secara internasional dijadikan sebagai hari buruh di dunia. Awal sejarahnya  dimulai pada Abad Pertengahan.  Pada saat itu tanggal 1 Mei merupakan salah satu tanggal penting dimulainya kontrak kerja dari kalangan buruh ( terutama serikat pengrajin) . Namun, sebenarnya sejarah perjuangan untuk mensejahterakan para buruh itu sudah jauh dimulai pada masa  Revolusi Prancis. Gerakan tersebut diprakarsai oleh   penyair dan politikus revolusioner  Fabre d’Églantine pada tahun 1793.

Pada saat itu hari libur untuk  kaum buruh sebenarnya sudah diciptakan, namun hari libur tersebut ditetapkan pada bulan Januari.  Tetapi sekarang hari buruh itu  tidak ditetapkan pada bulan januari. Hal tersebut terkait dengan ketidakstabilan politik dan ketidakpraktisan sistem kalender baru di Prancis.

Hari Buruh

Perayaan hari buruh dewasa  ini awalnya berasal dari gerakan buruh di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Tepatnya 1 Mei 1886, gerakan itu menuntut jam kerja maksimal 8 jam sehari. Sebelumnya para buruh dipaksa bekerja 10-16 jam per hari dalam kondisi tidak layak. Mereka melakukan pemogokan dan demonstrasi di Amerika pada tanggal  1 Mei 1886. Aksi tersebut berakhir dengan kekerasan dan  kerusuhan berdarah.

Hal ini merupakan awal dari kemenangan para buruh untuk memperjuangkan nasibnya dalam dunia kerja.  Kemudian menyusul di Prancis hari Buruh Internasional 1 Mei ditetapkan secara resmi di kota Paris pada tahun 1889 oleh Kongres Sosialis Internasional II.  Penetapan ini bertujuan untuk memperingati perjuangan tersebut.  Danpada  tanggal  1 Mei ditetapkan menjadi hari libur nasional secara  resmi pada tahun 1941 di bawah rezim  Vichy.

Iklan Artikel 2

Pemerintah Vichy-lah yang  pada tahun 1941 menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh dan hari libur kerja. Pada mulanya ini merupakan inisiatif Sekretaris Negara untuk Tenaga Kerja di pemerintahan kota  Pétain.

Iklan Artikel 3

Hari Buruh di Prancis sering diwarnai dengan rapat umum atau demonstrasi yang diadakan oleh serikat pekerja untuk menyuarakan aspirasi, seperti kondisi kerja dan gaji. Hari Buruh di Prancis yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, ditetapkan menjadi  hari libur resmi nasional  (dikenal sebagai Fête du Travail ). Dan sejak tahun 1947 hari itu  diresmikan sebagai hari libur nasional yang dibayar.  Pada hari itu  toko-toko tutup, pabrik pabrik tutup karena  para pekerja beristirahat dan buruh biasanya melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut hak-hak pekerja. Sementara tradisi uniknya adalah para buruh saling  memberikan bunga lili putih  (muguet putih) sebagai simbol keberuntungan dan kebahagiaan. Selain itu, bunga tersebut diberikan untuk orang terkasih yang terjadi pada  di musim semi saat itu .

Hak-Hak Pekerja

Hal itu diperingati untuk merayakan hak-hak pekerja, dengan sejarah  perjuangan Panjang  untuk memperoleh  delapan jam kerja. 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional di Prancis setelah parlemen menyetujui delapan jam kerja sehari. Sejak Perayaan Hari Buruh di Prancis (1 Mei) itulah peringatan Hari Buruh di Indonesia, yang dikenal sebagai May Day. Hari Buruh di Indonesia jatuh setiap  tanggal 1 Mei juga  ditetapkan sebagai libur nasional. Hari libur nasional tersebut  ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 24 Tahun 2013.

Momen ini dirayakan untuk menghormati perjuangan hak-hak pekerja, dengan aksinya puncaknya  pada  tahun 2026 dipusatkan di Monas, Jakarta, yang dihadiri ribuan buruh untuk menyuarakan kesejahteraan pekerja.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI