Jakarta (Lampost.co) — Minat beli kendaraan di Indonesia berubah cepat dalam dua tahun terakhir. Konsumen kini mulai meninggalkan segmen Low Cost Green Car atau LCGC. Pergeseran itu mendorong kemunculan tren baru, yaitu Low Cost EV atau LCEV.
Pakar otomotif dari ITB, Yannes Martinus Pasaribu, menilai perubahan itu akan terus meluas. Ia melihat konsumen tidak lagi terpaku pada mobil murah, tetapi mencari kendaraan dengan nilai lebih baik.
Data Gaikindo menunjukkan pasar LCGC merosot cukup dalam. Penjualan periode Januari–Oktober turun 34,8 persen daripada tahun sebelumnya. Segmen itu hanya mencatat 97.556 unit sepanjang 2025.
Pada sektor wholesales, pesanan LCGC sepanjang 2024 hanya mencapai 49.583 unit. Angka tersebut memperlihatkan tekanan yang semakin berat terhadap model-model LCGC.
Yannes menyatakan penurunan itu menjadi peringatan keras bagi produsen. Ia menilai konsumen muda mulai menilai kendaraan dari sisi teknologi dan biaya operasional.
Gelombang besar merek China juga mempercepat perubahan pasar. Produk dengan fitur lengkap dan harga terjangkau masuk cepat ke Indonesia.
“Penurunan LCGC bukan fluktuasi biasa. itu sinyal kuat perubahan aspirasi kelas menengah dari ‘mobil termurah’ menjadi ‘mobil paling masuk akal’ bagi jangka panjang,” ujar Yannes.
Konsumen Beralih ke LCEV karena Teknologi dan Efisiensi
Konsumen di kota besar kini melihat LCGC sebagai kendaraan yang tidak lagi murah. Mereka mencari opsi yang menawarkan fitur modern, biaya energi lebih rendah, dan citra gaya hidup baru.
Tren LCEV berpotensi masuk lebih dalam ke pasar urban. Ia menilai posisi LCEV sangat kuat bila harganya tetap stabil. “Jika harga tetap kompetitif, LCEV bisa menjadi pilihan utama kelas menengah urban. Pergeserannya berlangsung bertahap, tetapi pasti,” jelasnya.
Perubahan terjadi lebih cepat di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan Makassar. Masyarakat kelas menengah di wilayah itu mulai mempertimbangkan efisiensi dan biaya pemakaian jangka panjang. Pergeseran tersebut menunjukkan konsumen lebih matang dalam memilih kendaraan.
Gaikindo mencatat penjualan wholesales mencapai 74.020 unit pada bulan terbaru. Angkanya naik 19,23 persen dibanding bulan sebelumnya. Data itu menunjukkan pasar otomotif tetap bergeliat meski segmen tertentu melemah.








