Menggala (Lampost.co)— Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Pemprov Lampung melakukan akselerasi pada proyek strategis ruas Gedong Aji–Umbul Mesir, Tulangbawang. Penanganan fokus pada titik-titik kerusakan paling parah guna menjamin keselamatan pengguna jalan dan kelancaran penyaluran hasil bumi.
Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, memaparkan bahwa total panjang ruas jalan ini mencapai 31,5 kilometer. Namun, berdasarkan pendataan teknis, sepanjang 22,7 kilometer di antaranya berada dalam kondisi rusak berat yang telah menghambat aktivitas ekonomi selama bertahun-tahun.
Untuk tahun anggaran 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan dana sebesar Rp135 miliar yang terbagi ke dalam dua paket pekerjaan. Fokus utama tahun ini adalah penanganan jalan sepanjang 13 kilometer dengan standar lebar jalan 8 meter.
“Tahun ini kita tangani 13 kilometer terlebih dahulu melalui dua paket pekerjaan. Insyaallah, sisa kerusakan lainnya akan kami tuntaskan pada tahun depan,” jelas Taufiqullah, Senin, 6 April 2026.
Taufiqullah menegaskan bahwa jajarannya siap memenuhi instruksi Gubernur Lampung untuk menyelesaikan proyek lebih awal dari kesepakatan kontrak awal. Meskipun secara administratif kontrak berakhir di Desember 2026, tim di lapangan akan melakukan percepatan signifikan.
“Pak Gubernur menginstruksikan agar pekerjaan rampung pada September 2026. Kami akan mengebut proses konstruksi dengan tetap menjaga kualitas mutu beton agar target ini tercapai,” tegasnya.
Strategi Pangkas Biaya
Ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir bukan sekadar akses transportasi biasa, melainkan jalur nadi pendukung ketahanan pangan nasional. Mengingat Tulang Bawang adalah lumbung pangan Lampung, perbaikan jalan akan langsung memangkas ongkos produksi petani.
“Jika kondisi jalan mantap, distribusi gabah dan hasil perkebunan menjadi jauh lebih cepat. Ongkos angkut lebih murah, dan ini secara otomatis akan meningkatkan kesejahteraan para petani kita,” pungkas Taufiqullah.
Dinas BMBK memastikan akan melakukan pengawasan ketat di lapangan guna memastikan spesifikasi teknis terpenuhi, sehingga jalan yang dibangun memiliki usia pakai yang panjang dan mampu menahan beban berat kendaraan pengangkut komoditas unggulan daerah.









