Menggala (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung secara resmi memulai pembangunan ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir di Kabupaten Tulangbawang.Langkah strategis ini menjadi upaya nyata Pemprov Lampung guna menciptakan konektivitas yang layak bagi warga setempat.
Pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp135 miliar untuk proyek infrastruktur vital tersebut. Tim teknis memilih spesifikasi konstruksi rigid beton untuk menjamin kekuatan jalan. Hal ini bertujuan agar jalan mampu menahan beban kendaraan pengangkut hasil bumi yang sangat berat.
Selama ini, komoditas unggulan seperti sawit, padi, dan karet melewati jalur tersebut setiap hari. Sektor pertanian memang menjadi urat nadi utama bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Tulangbawang.
Penantian Tiga Dekade Berakhir
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, meninjau langsung lokasi proyek pembangunan tersebut secara mendalam. Ia mengungkapkan rasa syukur karena pembangunan jalan ini akhirnya terlaksana secara menyeluruh.
”Sudah 30 tahun jalan ini ada, namun baru hari ini kita mulai membangunnya secara total,” ujar Wagub Jihan.
Beliau berharap aktivitas masyarakat menjadi lebih produktif berkat kehadiran infrastruktur yang mantap ini. Pemerintah yakin ekonomi warga akan meningkat pesat jika akses distribusi logistik berjalan lancar.
Berdasarkan kontrak kerja semula, proyek ini dijadwalkan rampung pada Desember 2026 mendatang. Namun, Wagub Jihan menegaskan instruksi khusus dari Gubernur Lampung terkait durasi pengerjaan. Gubernur meminta kontraktor melakukan percepatan pengerjaan di lapangan tanpa mengurangi standar kualitas.
”Kami menargetkan proyek ini tuntas pada September 2026 agar masyarakat bisa segera menikmatinya,” tegas Jihan.
Komitmen Melawan Truk ODOL
Dalam arahannya, Wagub Jihan memberikan catatan sangat keras kepada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK). Ia juga memperingatkan pelaksana proyek agar memperhatikan faktor-faktor perusak infrastruktur jalan.
Pertama, kualitas pekerjaan harus sesuai spesifikasi teknis dan tidak boleh ada kompromi sedikit pun. Kedua, sistem drainase wajib berfungsi sempurna untuk mencegah genangan air yang merusak struktur beton. Ketiga, pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) harus berjalan secara ketat.
”Jangan sampai jalan mahal ini cepat rusak akibat genangan air atau truk bermuatan lebih,” tambah Wagub Jihan.
Beliau juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut gotong royong menjaga fasilitas publik ini. Peran aktif warga sangat penting untuk memastikan usia pakai jalan bisa bertahan lama.
Memangkas Biaya Logistik Petani
Ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir sebelumnya berada dalam kondisi rusak berat selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut seringkali menghambat proses penyaluran hasil pertanian dan meningkatkan biaya angkut secara signifikan.
Melalui proyek ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap biaya logistik para petani akan turun drastis. Selain itu, pembangunan ini bertujuan membuka isolasi ekonomi wilayah yang sudah lama tertinggal.
Setelah mendengar pemaparan teknis, Wagub Jihan mengecek kesiapan alat berat serta ketersediaan material di lapangan. Ia juga berdialog dengan warga yang menyambut antusias kehadiran alat berat di desa mereka. Masyarakat berharap janji pembangunan ini benar-benar membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan mereka.









