Jakarta (Lampost.co)—- Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi penegasan kuat atas komitmen pemerintah dalam melanjutkan pembangunan proyek strategis nasional tersebut.
Kehadiran Presiden di kawasan IKN tidak hanya bersifat simbolis. Tetapi juga mencerminkan kesinambungan arah kebijakan pembangunan ibu kota negara baru yang telah dirancang sejak pemerintahan sebelumnya.
Presiden Prabowo secara konsisten menyatakan bahwa pembangunan IKN Nusantara akan terus berlanjutkan hingga tahun 2029.
Baca juga: Anggaran Pemutihan BPJS Kesehatan Capai Rp20 Triliun
Pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar sekitar Rp48,8 triliun untuk periode 2025–2029 guna memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
Anggaran tersebut akan fokus pada penyelesaian infrastruktur utama, pembangunan kawasan pemerintahan. Serta penguatan fasilitas pendukung agar IKN dapat berfungsi optimal.
Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan IKN merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk pemerataan pembangunan nasional.
Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur dinilai penting untuk mengurangi beban Jakarta. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.
Selain melanjutkan pembangunan fisik, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada aspek tata kelola, keberlanjutan lingkungan, dan daya tarik investasi.
IKN Nusantara merancang sebagai kota modern yang berbasis hijau, cerdas, dan berkelanjutan. Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Presiden Prabowo pun menargetkan IKN Nusantara mulai berfungsi sebagai ibu kota politik pada tahun 2028.
Pada tahap ini, sejumlah aktivitas pemerintahan inti, termasuk operasional lembaga negara dan kementerian tertentu. Rencana sudah dapat berjalan di kawasan tersebut. Target ini menjadi tonggak penting dalam proses transisi ibu kota negara.
Dukungan Anggaran
Pemerintah berharap dengan kepastian kelanjutan proyek dan dukungan anggaran yang jelas, kepercayaan investor dan mitra strategis akan semakin meningkat.
Dengan demikian, pembangunan IKN Nusantara tidak hanya mengandalkan anggaran negara. Tetapi juga melibatkan partisipasi swasta dan kerja sama internasional.
Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN sekaligus menjadi sinyal politik bahwa proyek tersebut tetap menjadi prioritas nasional. Pemerintah berkomitmen memastikan pembangunan IKN Nusantara berjalan berkesinambungan, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Indonesia secara menyeluruh.








