Bandar Lampung (Lampost.co): Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-58, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) meluncurkan buku Bunga Rampai Pemikiran Strategis Guru Besar FKIP Universitas Lampung bagi Peningkatan Mutu Pendidikan di Lampung. Buku ini menghimpun pemikiran dan gagasan strategis para guru besar FKIP. Hal itu sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan di Provinsi Lampung.
Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, menyatakan bahwa peringatan Dies Natalis ke-58 menjadi momentum strategis untuk merefleksikan perjalanan akademik. Hal itu sekaligus memperkuat kontribusi keilmuan sivitas akademika bagi kemajuan Provinsi Lampung.
Melalui momentum Dies Natalis ini, sivitas akademika FKIP Unila merumuskan berbagai pemikiran strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang. Dengan langkah tersebut, FKIP Unila berharap masyarakat dapat semakin merasakan kontribusi institusinya.
“Buku bunga rampai berjudul Pemikiran Strategis Guru Besar FKIP Universitas Lampung dalam Peningkatan Mutu Pendidikan ini menjadi wujud komitmen akademik FKIP Unila,” ujar Albet saat menyampaikan sambutan pada Pembukaan Dies Natalis ke-58 FKIP Unila di Gedung Aula K FKIP, Kamis, 29 Januari 2026.
Albet menjelaskan bahwa saat ini FKIP Unila memiliki 24 guru besar yang aktif melakukan penelitian dan pengajaran. Ia berharap jumlah guru besar tersebut terus bertambah agar kontribusi FKIP Unila terhadap kemajuan pendidikan semakin besar.
Kolaborasi
Selain meluncurkan buku bunga rampai pemikiran guru besar, FKIP Unila juga menggelar gelar wicara bertajuk Kolaborasi Berkelanjutan untuk Pendidikan di Lampung yang Berdampak dan Berdaya Saing Global. Kegiatan ini melibatkan seluruh guru besar FKIP, kepala daerah, serta mitra strategis FKIP Unila.
“Saya berharap kegiatan ini melahirkan rekomendasi akademik dan gagasan strategis yang tidak berhenti pada tataran diskursus, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi program kebijakan dan praktik pendidikan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Albet.
FKIP Unila menyelenggarakan gelar wicara tersebut untuk membuka ruang diskusi mengenai perkembangan dan tantangan pendidikan di masa depan. Hal itu mengingat dunia pendidikan terus menghadapi dinamika dan perubahan yang berkembang secara berkelanjutan.








