Bandar Lampung (Lampost.co) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI segera menyusun rancangan jadwal pilkada ulang pada 2025. Terkait kemungkinan kotak kosong menang melawan calon tunggal.
Anggota KPU RI Idham Holik mengatakan hal tersebut sesuai dengan Pasal 54D ayat (3) UU No. 10 Tahun 2016 yang menjelaskan pemilihan berikutnya terselenggarakan pada tahun depan.”Jadi, dengan demikian itu akan terselenggarakan tahun 2025,” kata Idham, Rabu, 11 September 2024.
Kemudian KPU segera akan menyusun rancangan jadwal untuk penyelenggaraan dengan satu pasangan calon akan diulang tahun depan. Sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam pasal 54D ayat 1, ayat 2, dan ayat 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. “Jadi, penyusunan peraturan KPU (PKPU),” katanya.
Selain itu, ia mengungkapkan KPU sedang menyelesaikan proses legal drafting rancangan PKPU. Itu tentang Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Pilkada yang akan terkonsultasikan akhir September 2024.
“Yang rencananya pada akhir September 2024 ini akan terkonsultasikan dengan pembentuk undang-undang. Dalam hal ini DPR dan pemerintah,” jelas Idham.
Rapat Dengar Pendapat
Sebelumnya, Selasa (10/9), Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum RI, Badan Pengawas Pemilu RI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu RI. Rapat itu menyepakati bahwa pemilihan kepala daerah (pilkada) ulang pada 2025. Bila kotak kosong menang melawan calon tunggal.
“Daerah dengan pilkada hanya terdiri dari satu pasangan calon dan tidak mendapatkan suara lebih dari 50 persen. Kami menyetujui pilkada terselenggarakan kembali pada tahun berikutnya yakni 2025. Sebagaimana teratur dalam Pasal 54D Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada,” kata Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
Selanjutnya, RDP memutuskan Komisi II DPR RI akan membahas lebih lanjut bersama Kemendagri, KPU RI, Bawaslu RI, dan DKPP RI. Mengenai Peraturan KPU (PKPU) yang mengatur tentang penyelenggaraan pilkada dengan satu pasangan calon pada rapat kerja dan RDP yang akan datang.
“Nanti kita lanjutkan tanggal 27 September untuk draf PKPU-nya,” kata Doli sebelum menutup RDP Komisi II tersebut.