Bandar Lampung (Lampost.co) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI fokus menangani terkait data anomali jelang penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2024. Hal tersebut tersampaikan dalam konsolidasi di Batam, Kepri, Jumat, 13 Februari 2024.
Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan jumlah data anomali Indonesia saat ini sekitar 0,02 persen. Dengan begitu, KPU RI menggelar konsolidasi terkait persiapan DPT. “Serta pelayanan pemilih pindahan untuk Pilkada 2024. Harapannya dapat menghasilkan data yang valid dalam pelaksanaan Pilkada 2024,” katanya.
Kemudian ia juga menekankan pentingnya penghapusan data pemilih ganda. Hal itu yang mungkin masih tertemukan pada beberapa daerah. Data pemilih yang ganda akan diverifikasi ulang untuk memastikan hanya ada satu data yang valid.
“Kami pastikan tidak ada lagi data ganda. Sehingga DPT yang akan tertetapkan pada tingkat kabupaten/kota serta provinsi nantinya benar-benar valid. Dan tidak ada masalah,” kata Afifudin.
Selanjutnya, pihaknya optimistis seluruh data akan rapi dan valid. Untuk penetapan DPT rencananya hari Minggu mendatang. Selain itu, ia juga meminta dukungan dari semua pihak. Termasuk partai politik dan masyarakat. Agar proses penetapan calon kepala daerah berjalan lancar.
Kemudian ia berharap pilkada yang terjadwalkan pada 27 November nanti. Dapat berlangsung sukses, dengan tingkat partisipasi yang tinggi. “Kami mengharapkan dukungan penuh dari semua pihak. Agar Pilkada 2024 berjalan lancar dan sukses,” ujar Afifudin.
Sebelumnya, KPU RI mencatat 41 daerah Indonesia menghadapi kotak kosong pada Pilkada 2024. Jika pada pilkada nanti kotak kosong dinyatakan menang. Maka pihaknya telah mempersiapkan skema untuk pemungutan suara kembali pada setahun berikutnya yakni 2025.
“Tahun depan kesepakatan kita di DPR RI Komisi II kemarin. Kotak kosong yang menang maka pemilu akan terlaksanakan tahun selanjutnya. Berapa bulan tahapannya? Nanti KPU akan lakukan simulasi. Normalnya 11 bulan dari tahapan awal,” kata Afifudin.