PERAYAAN Idulfitri 1446 Hijriah tidak hanya membawa sukacita spiritual dan sosial, tetapi juga menyimpan catatan positif dari sisi ekonomi. Provinsi Lampung berhasil menjaga inflasi tetap terkendali, bahkan mencatat capaian yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Momentum ini harus dimaknai sebagai keberhasilan bersama dan sekaligus pijakan strategis untuk pengendalian harga jangka panjang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Lampung secara tahunan (year-on-year) pada Maret 2025 tercatat sebesar 1,58 persen. Capaian ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di atas 3 persen. Bahkan pada Februari 2025, Lampung sempat mengalami deflasi tipis sebesar 0,02 persen.
Di tengah peningkatan permintaan menjelang dan selama Idulfitri, stabilitas harga ini merupakan kabar baik yang perlu diapresiasi.
Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Lampung mencatat bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga, meski terdapat indikasi kehati-hatian dalam pengeluaran. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret berada di angka 124,83, sedikit menurun dari Februari namun masih menunjukkan optimisme. Ini menandakan bahwa masyarakat mulai adaptif dalam menyikapi dinamika ekonomi, sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan pengendalian inflasi berbasis kebutuhan riil.
Publik menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi antarlembaga, mulai dari Bank Indonesia, pemerintah daerah, hingga Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Program pasar murah yang digelar selama Ramadan, penguatan distribusi bahan pokok, serta ketersediaan stok komoditas strategis telah membuktikan efektivitasnya dalam menahan gejolak harga.
Sehingga tantangan belum usai. Inflasi pangan dan komoditas transportasi tetap perlu diwaspadai.
Momentum Idulfitri harus jadi pelajaran bahwa stabilisasi harga memerlukan intervensi aktif dan kolaboratif, bukan sekadar respons jangka pendek. Untuk itu, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk tidak berhenti pada capaian saat ini. Perlu upaya konsisten dalam memperkuat produksi lokal, memperlancar rantai pasok, serta meningkatkan edukasi konsumen. Upaya tersebut harus terus lebih kuat untuk menghadapi momen serupa, seperti masa tahun ajaran baru dan akhir tahun yang biasanya turut memicu tekanan inflasi.
Publik percaya, dengan pengelolaan yang cermat, inflasi dapat ditekan tanpa harus mengorbankan pertumbuhan. Idulfitri 1446 H telah menjadi contoh bahwa pengendalian harga bukan hal mustahil. Kini saatnya menjadikan kesuksesan ini sebagai standar baru dalam menjaga stabilitas ekonomi Lampung ke depan.