Bandar Lampung (Lampost.co) — AMD resmi meluncurkan Ryzen AI 5 330 di tahun 2025, menyasar pasar laptop dan mini PC entry-level yang menginginkan fitur AI modern tanpa harus merogoh kocek dalam. Meskipun berada di kasta terendah seri Ryzen AI 300, prosesor ini tetap mengusung arsitektur terbaru Krackan Point 2, NPU XDNA2 dengan 50 TOPS, dan iGPU Radeon 820M.
Poin Penting:
- Cuma 4 core, tapi bisa jalanin Copilot+
- Performa entry-level, tapi sudah AI-ready
- GPU lemah, tapi efisiensi baterainya top!
Tidak banyak sorotan yang menyertai peluncurannya, namun kehadiran Ryzen AI 5 330 memberi sinyal kuat bahwa era prosesor AI-ready kini merambah segmen bawah. Lantas, apakah prosesor ini layak dipertimbangkan untuk kebutuhan sehari-hari?
Spesifikasi Utama AMD Ryzen AI 5 330
Aspek | Detail |
---|---|
Arsitektur | 1 Zen 5 (high-perf), 3 Zen 5c (efisien) |
Core / Thread | 4 inti / 8 thread |
Kecepatan Clock | 2,0 GHz base – 4,5 GHz boost (Zen 5), 3,4 GHz (Zen 5c) |
GPU Terintegrasi | Radeon 820M (2 CU, RDNA 3.5, 2,8 GHz) |
Memori | LPDDR5X-8000, DDR5-5600 |
Cache | 4 MB L2, 8 MB L3 |
TDP | 15W – 28W |
AI Engine | NPU XDNA2, 50 TOPS |
Proses Pabrikasi | 4 nm TSMC |
Soket | FP8 |
Performa: Bukan untuk Gaming, Tapi Andal untuk Harian
Melalui benchmark Geekbench 6.3, Ryzen AI 5 330 mencatatkan skor:
-
Single-core: ±1.949 poin
-
Multi-core: ±7.047 poin
Angka ini memang jauh di bawah Ryzen AI 5 340 (yang tembus 10.000+ di multi-core), tapi untuk aktivitas seperti mengetik, browsing, Zoom meeting, dan streaming, prosesor ini masih sangat andal.
Namun, jika kamu ingin bermain game atau mengedit video berat, Radeon 820M dengan hanya 2 compute unit jelas bukan tandingan GPU diskret.
Fitur AI: NPU XDNA2 dengan 50 TOPS, Setara Flagship
Hal yang paling menarik dari Ryzen AI 5 330 adalah kemampuannya menjalankan fitur-fitur AI seperti Microsoft Copilot+ berkat kehadiran NPU XDNA2. Dengan kapasitas 50 TOPS, NPU ini sama kuatnya dengan milik Ryzen AI kelas atas.
Artinya, meskipun prosesor ini entry-level, laptop yang mengusungnya tetap bisa melakukan berbagai tugas berbasis AI seperti:
-
Transkripsi otomatis
-
Asisten virtual real-time
-
Pemrosesan gambar AI
-
Efisiensi daya berbasis perilaku pengguna
Konsumsi Daya dan Efisiensi: Ideal untuk Mobilitas
Dengan TDP yang bisa dikonfigurasi antara 15 hingga 28 watt, Ryzen AI 5 330 sangat ramah baterai. Ini cocok untuk laptop convertible, Chromebook, atau bahkan mini PC yang butuh efisiensi energi maksimal. Apalagi, fabrikasi 4nm dari TSMC membantu menekan panas dan konsumsi daya lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Posisi di Pasar: Penerus Mendocino, Tapi Lebih Cerdas
Jika dibandingkan dengan prosesor AMD sebelumnya seperti Mendocino (Zen 2 + RDNA 2), Ryzen AI 5 330 membawa banyak peningkatan:
-
Zen 5 & 5c yang lebih efisien
-
Radeon 820M dengan arsitektur RDNA 3.5
-
Dan tentu saja, unit AI (NPU XDNA2) yang jadi pembeda utama.
Walau belum ada pengumuman resmi, banyak pihak menyebut Ryzen AI 5 330 akan menjadi andalan baru untuk Chromebook atau laptop pelajar dan pekerja ringan.
Kontroversi dan Alternatif
Satu hal yang jadi catatan: jumlah thread sempat disebut 12 di halaman AMD, padahal konfigurasi 4 core 8 thread lebih masuk akal mengingat Zen 5/5c belum mendukung SMT tambahan di tiap inti. Bisa jadi, ini hanya salah ketik di situs resminya.
Sebagai alternatif, kamu bisa pertimbangkan:
-
Intel Core Ultra U-Series
-
Ryzen 3 generasi sebelumnya (Rembrandt/Mendocino)
Namun keduanya tidak punya NPU 50 TOPS, jadi kalau kamu butuh fitur AI, Ryzen AI 5 330 masih unggul di segmen harga hemat.
Kesimpulan: AI untuk Semua, Termasuk Laptop Murah
AMD Ryzen AI 5 330 adalah prosesor entry-level dengan semangat high-end. Meski performanya tergolong dasar, fitur seperti NPU 50 TOPS, dukungan memori cepat, dan efisiensi daya menjadikannya relevan untuk laptop masa kini yang serba AI.
Jika kamu ingin laptop yang ringan, hemat baterai, dan siap masa depan—tanpa harus merogoh kocek dalam—Ryzen AI 5 330 bisa jadi pilihan tepat.