Dunia gaming kembali dibuat penasaran. Di tengah belum resminya pengumuman PlayStation 6, sinyal kuat justru mengarah ke sesuatu yang lebih mengejutkan: Sony diduga tengah menyiapkan PS6 versi handheld. Petunjuknya bukan datang dari bocoran desain, melainkan dari perubahan teknis yang menyentuh langsung jantung pengembangan game.
Indikasinya jelas—studio pengembang kini diarahkan untuk menyesuaikan game dengan perangkat berdaya rendah, sebuah langkah yang sulit diabaikan jika Sony hanya menyiapkan konsol rumahan semata.
Bukan Sekadar Rumor, Ini Sinyal Teknis yang Nyata
Dalam beberapa waktu terakhir, pengembang game PlayStation mulai diminta memastikan game mereka mampu berjalan stabil pada konfigurasi CPU yang jauh lebih terbatas dibanding standar konsol generasi saat ini. Arahan ini mencakup pembatasan jumlah thread CPU yang bisa digunakan game.
Bagi industri, langkah seperti ini bukan keputusan kecil. Biasanya, batasan teknis semacam ini hanya diterapkan jika produsen hardware sedang menyiapkan perangkat baru dengan karakteristik berbeda—dalam hal ini, perangkat portabel dengan konsumsi daya rendah.
PS6 Tak Lagi Satu Wajah, Tapi Dua Ekosistem
Arah kebijakan ini memperkuat dugaan bahwa PS6 akan hadir dalam dua bentuk:
konsol rumahan berperforma tinggi dan versi handheld yang mengutamakan efisiensi daya.
Artinya, satu game PlayStation ke depan harus mampu berjalan di dua lingkungan hardware berbeda. Di layar TV dengan performa maksimal, dan di perangkat genggam dengan kualitas visual yang disesuaikan namun tetap playable.
Model ini mengingatkan pada pendekatan hybrid yang kini mendominasi industri gaming global.
Bocoran Arsitektur: Fokus Efisiensi, Bukan Brutal Performa
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa PS6 handheld akan mengandalkan CPU hemat daya dengan jumlah core terbatas untuk kebutuhan gaming, sementara beberapa core lain disiapkan khusus untuk proses latar belakang.
Pendekatan ini memungkinkan game tetap berjalan stabil tanpa menguras baterai secara ekstrem. Strategi serupa telah lama digunakan di dunia perangkat mobile, namun baru kali ini terasa benar-benar disiapkan untuk konsol PlayStation.
Sebaliknya, PS6 versi rumahan disebut akan tetap mengusung konfigurasi CPU dan GPU jauh lebih agresif, menyasar resolusi tinggi dan performa maksimal.
Fondasi Sudah Ditanam Sejak Era PS5
Yang membuat bocoran ini terasa semakin masuk akal, Sony sebenarnya sudah lebih dulu menyiapkan jalannya. Beberapa pembaruan sistem dan perangkat pengembangan sebelumnya mulai memprioritaskan mode hemat daya.
Bahkan, fitur pengelolaan konsumsi energi kini menjadi bagian inti dari lingkungan pengembangan game PlayStation. Fokusnya bukan hanya pada performa, tapi juga skalabilitas—satu game, banyak perangkat.
Ini menandakan bahwa transisi menuju PS6 bukan sekadar loncatan grafis, melainkan perubahan filosofi desain konsol.
Mengapa Sony Perlu PS6 Handheld?
Ada alasan kuat di balik arah ini.
Pertama, pasar konsol portabel kembali panas. Perangkat gaming genggam modern menunjukkan bahwa gamer ingin pengalaman AAA yang bisa dibawa ke mana saja.
Kedua, gaya bermain telah berubah. Gamer tak lagi terpaku di ruang tamu. Bermain sambil bepergian, berpindah lokasi, atau sekadar rebahan menjadi kebiasaan baru.
Ketiga, Sony membutuhkan ekosistem yang lebih fleksibel, di mana pemain bisa melanjutkan game yang sama tanpa terikat satu perangkat.
Tantangan Besar yang Menanti
Meski potensinya besar, PS6 handheld bukan tanpa risiko.
Daya tahan baterai akan menjadi ujian utama, terutama jika game AAA tetap dipaksakan berjalan lama. Masalah panas, ukuran bodi, hingga harga jual juga akan sangat menentukan nasib perangkat ini di pasar.
Jika terlalu mahal, ia berisiko sulit bersaing. Jika terlalu lemah, daya tariknya bisa runtuh. Menemukan titik tengah akan menjadi kunci.
Kapan PS6 Handheld Bisa Muncul?
Belum ada jadwal resmi. Namun, melihat pola rilis konsol sebelumnya, PS6 diperkirakan hadir di paruh akhir dekade ini. Fakta bahwa pengembang sudah diarahkan sejak sekarang mengindikasikan perangkat kerasnya sudah berada di tahap awal pengembangan serius.
Jika sinyal ini konsisten, bukan tidak mungkin PS6 handheld dirilis bersamaan atau tak lama setelah versi rumahan.
PlayStation Tak Lagi Diam di Ruang Tamu
Bocoran PS6 handheld bukan sekadar spekulasi liar. Ia tercermin dari kebijakan teknis, perubahan SDK, dan arah pengembangan game yang mulai bergeser.
Sony tampaknya tak lagi memandang PlayStation sebagai konsol statis. Masa depan PlayStation bisa saja berpindah ke tas, ransel, bahkan saku.
Dan jika semua petunjuk ini benar, era baru PlayStation mungkin akan dimulai… bukan dari sofa, tapi dari genggaman tangan.








