Bandar Lampung (Lampost.co) — Instagram kini bukan sekadar media sosial. Bagi banyak orang, akun Instagram sudah menjadi aset digital—mulai dari portofolio bisnis, personal branding, hingga pusat komunikasi dengan pelanggan dan komunitas.
Di balik popularitasnya, Instagram juga menjadi sasaran empuk peretasan. Modusnya beragam, dari pencurian akun untuk penipuan, pengambilalihan bisnis online, hingga penyalahgunaan data pribadi. Karena itu, menjaga keamanan akun Instagram bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Kenapa Akun Instagram Rentan Diretas?
Sebagian besar kasus peretasan Instagram tidak terjadi karena celah sistem semata, melainkan akibat kelalaian pengguna. Kata sandi lemah, klik tautan sembarangan, hingga penggunaan aplikasi pihak ketiga tanpa kontrol menjadi pintu masuk utama bagi peretas.
Semakin besar nilai akun—baik dari jumlah pengikut maupun fungsi bisnis—semakin tinggi pula risikonya menjadi target serangan.
Gunakan Kata Sandi yang Sulit Ditebak
Langkah paling dasar namun sering diabaikan adalah penggunaan kata sandi yang kuat. Hindari kombinasi mudah seperti tanggal lahir, nama, atau urutan angka sederhana.
Gunakan kata sandi dengan:
Kombinasi huruf besar dan kecil
Angka dan simbol
Panjang minimal 12 karakter
Pastikan juga kata sandi Instagram tidak digunakan di akun lain, terutama email dan media sosial lainnya.
Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)
Autentikasi dua faktor memberikan lapisan perlindungan tambahan jika kata sandi bocor. Saat fitur ini aktif, Instagram akan meminta kode verifikasi setiap kali ada upaya login dari perangkat baru.
Metode paling aman adalah menggunakan aplikasi autentikasi, dibandingkan SMS atau WhatsApp yang lebih rentan disalahgunakan. Simpan juga kode cadangan untuk berjaga-jaga jika ponsel hilang.
Rutin Cek Aktivitas Login Akun
Instagram menyediakan fitur untuk melihat perangkat dan lokasi login terakhir. Fitur ini penting untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini.
Jika menemukan login dari lokasi atau perangkat yang tidak dikenali:
Segera keluarkan perangkat tersebut
Ganti kata sandi
Periksa email dan pengaturan keamanan
Langkah cepat bisa mencegah akun sepenuhnya diambil alih.
Waspada Phishing Lewat DM dan Email
Banyak peretasan bermula dari tautan palsu yang dikirim lewat DM atau email. Peretas sering menyamar sebagai pihak resmi dengan alasan pelanggaran akun, centang biru, atau verifikasi bisnis.
Ingat, Instagram tidak pernah meminta kata sandi melalui tautan atau pesan pribadi. Hindari klik link mencurigakan, meski terlihat meyakinkan.
Perbarui Aplikasi dan Batasi Akses Pihak Ketiga
Menggunakan versi aplikasi terbaru sangat penting karena pembaruan biasanya membawa perbaikan celah keamanan. Aplikasi lama lebih rentan dieksploitasi oleh peretas.
Selain itu, periksa aplikasi pihak ketiga yang terhubung dengan akun Instagram. Cabut akses aplikasi yang:
Tidak dikenal
Sudah tidak digunakan
Meminta izin berlebihan
Aplikasi eksternal sering menjadi jalur tak langsung untuk membobol akun.
Jangan Umbar Informasi Pribadi di Profil
Data pribadi seperti email, nomor telepon, atau informasi sensitif lainnya sebaiknya tidak ditampilkan secara terbuka. Informasi kecil sekalipun bisa dimanfaatkan untuk menebak kata sandi atau melakukan rekayasa sosial.
Untuk akun bisnis, gunakan kontak terpisah yang tidak terhubung langsung dengan akun utama.
Kesimpulan: Keamanan Instagram Dimulai dari Kebiasaan Pengguna
Keamanan akun Instagram tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi pada disiplin penggunanya. Kombinasi kata sandi kuat, autentikasi dua faktor, kewaspadaan terhadap phishing, serta kontrol akses aplikasi dapat menekan risiko peretasan secara signifikan.
Dengan langkah yang tepat, akun Instagram—baik pribadi maupun bisnis—bisa terlindungi dari ancaman yang semakin marak di era digital.







