Kebijakan ini berkaitan dengan sistem Digital Rights Management atau DRM—teknologi yang mengatur penggunaan dan distribusi konten digital.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Kebijakan baru dari Sony tengah memicu perdebatan di kalangan gamer. Melalui pembaruan terbaru, pengguna PlayStation 5 kini diwajibkan terhubung ke internet secara berkala untuk tetap bisa mengakses game digital mereka.
Tanpa koneksi dalam periode tertentu, game yang sudah dibeli bahkan bisa tidak dapat dimainkan.
Sejumlah pengguna melaporkan adanya sistem “validity period” pada game digital. Artinya, konsol harus melakukan verifikasi online setidaknya setiap 30 hari.
Jika tidak, akses ke game akan dikunci sementara hingga pengguna kembali terhubung ke server.
Yang mengejutkan, aturan ini tetap berlaku meski konsol sudah diatur sebagai primary device. Bahkan game single-player pun tidak lagi sepenuhnya bisa dimainkan offline.
Kebijakan ini berkaitan dengan sistem Digital Rights Management atau DRM—teknologi yang mengatur penggunaan dan distribusi konten digital.
Melalui DRM, platform seperti PlayStation memastikan bahwa setiap game hanya bisa diakses oleh pengguna yang memiliki lisensi sah. Verifikasi dilakukan lewat server secara berkala.
Namun di sisi lain, ini berarti pemain sebenarnya tidak sepenuhnya “memiliki” game yang dibeli, melainkan hanya hak aksesnya.
Langkah ini langsung menuai kritik. Banyak pemain merasa kebijakan tersebut menghapus kebebasan bermain offline, terutama untuk game single-player.
Beberapa bahkan menilai keputusan ini bertolak belakang dengan posisi Sony di masa lalu, khususnya saat era Xbox One yang sempat menuai kontroversi serupa pada 2013.
Saat itu, Sony justru menonjolkan keunggulan PlayStation yang tidak bergantung pada koneksi internet.
Hingga kini, Sony belum memberikan pernyataan resmi terkait perubahan ini. Belum jelas apakah kebijakan akan diterapkan secara permanen atau masih dalam tahap uji coba.
Namun satu hal pasti—arah industri game digital semakin bergeser ke sistem berbasis lisensi dan koneksi online.
Bagi pemain yang sering bermain tanpa internet, kebijakan ini bisa menjadi masalah besar. Akses game kini tidak hanya bergantung pada pembelian, tetapi juga koneksi berkala.
Jika tren ini berlanjut, pengalaman bermain game ke depan bisa berubah drastis—dari yang bebas dimainkan kapan saja, menjadi bergantung pada server.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update