Salah satu masalah yang paling sering dirasakan pengguna smartphone adalah terlalu sering bolak-balik aplikasi.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Banyak orang membeli HP baru karena kamera atau performa gaming. Namun belakangan, kebutuhan mulai bergeser. Pengguna kini lebih sering mencari smartphone yang bisa membantu aktivitas harian jadi lebih praktis, cepat, dan tidak melelahkan.
Samsung tampaknya membaca perubahan itu lewat Galaxy A57 5G. Bukan cuma membawa spesifikasi kelas menengah premium, HP ini juga diposisikan sebagai perangkat AI yang dirancang untuk membantu pengguna multitasking tanpa ribet pindah aplikasi terus-menerus.
Mulai dari mencari informasi, membuat jadwal, membuka aplikasi, hingga riset cepat kini bisa dilakukan lebih instan lewat dukungan kecerdasan buatan atau Awesome Intelligence milik Samsung.
Salah satu hal yang membuat Galaxy A57 5G terasa berbeda adalah pengguna tidak terpaku pada satu asisten AI saja.
Samsung memberikan tiga pilihan AI sekaligus, yakni Gemini, Bixby, dan Perplexity. Masing-masing punya fungsi berbeda sesuai kebutuhan pengguna sehari-hari.
Gemini misalnya lebih cocok untuk mencari ide kreatif, membuat rekomendasi, atau membantu aktivitas produktif ringan.
Sementara Bixby difokuskan untuk kontrol perangkat. Pengguna bisa memberi perintah suara untuk membuka aplikasi, memutar musik, atau menjalankan fungsi tertentu tanpa perlu menyentuh layar.
Sedangkan Perplexity menjadi fitur menarik bagi mahasiswa maupun pekerja yang sering membutuhkan pencarian informasi mendalam dengan sumber yang lebih jelas dan terstruktur.
Pendekatan ini membuat Galaxy A57 5G terasa bukan sekadar HP AI biasa, tetapi benar-benar mencoba menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih praktis.
Salah satu masalah yang paling sering dirasakan pengguna smartphone adalah terlalu sering bolak-balik aplikasi.
Samsung mencoba mengatasi hal tersebut lewat fitur Seamless Action Across Apps dan Multi Window di Galaxy A57 5G.
Dengan fitur tersebut, pengguna bisa memberikan satu perintah lalu AI langsung menjalankan beberapa proses sekaligus. Misalnya membuat jadwal meeting dan otomatis menyimpannya ke kalender tanpa perlu membuka aplikasi satu per satu.
Fitur Multi Window juga membantu pengguna membuka dua aplikasi bersamaan dalam satu layar. Aktivitas seperti mencatat sambil riset, menonton sambil chatting, atau membuka dokumen sambil video call jadi terasa lebih praktis.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, fitur seperti ini justru lebih terasa manfaatnya dibanding sekadar spesifikasi besar di atas kertas.
Galaxy A57 5G ditenagai chipset Exynos 1680 yang difokuskan untuk mendukung pemrosesan AI lebih stabil dan responsif.
Samsung juga menyematkan baterai 5000mAh dengan dukungan Super Fast Charging agar tetap nyaman digunakan untuk aktivitas padat seharian.
Yang menarik, Samsung menjanjikan update software hingga enam generasi dan pembaruan keamanan sampai enam tahun. Dukungan seperti ini mulai menjadi pertimbangan penting karena banyak pengguna kini ingin memakai HP lebih lama tanpa cepat terasa usang.
Galaxy A57 5G sudah tersedia di Indonesia dalam beberapa pilihan warna seperti Awesome Navy, Awesome Gray, Awesome Icy Blue, dan Awesome Lilac.
HP ini hadir dalam tiga varian memori:
Harga resminya mulai dari Rp7.599.000.
Samsung juga menghadirkan berbagai promo seperti cashback, trade-in, hingga cicilan 0 persen untuk pembelian selama periode tertentu.
Lewat Galaxy A57 5G, Samsung tampaknya tidak hanya menjual spesifikasi atau fitur AI tempelan semata.
Yang coba ditawarkan adalah pengalaman penggunaan yang lebih praktis di tengah aktivitas yang makin padat. AI di sini bukan sekadar gimmick, tetapi mulai diarahkan untuk benar-benar membantu pengguna menyelesaikan banyak hal lebih cepat.
Dan itu bisa menjadi alasan kenapa tren HP AI kemungkinan akan semakin besar dalam beberapa tahun ke depan.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update