• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 14/01/2026 12:24
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Teknologi

Studio Santa Ragione Terpukul, Game Horses Diblokir Steam dan Batal Rilis di Epic

Epic melalui email menyampaikan bahwa pengembang dapat memperbarui game agar sesuai pedoman, tetapi Santa Ragione mengaku tidak menerima arahan spesifik mengenai apa yang perlu diubah.

Denny ZYbyDenny ZY
04/12/25 - 23:30
in Teknologi
A A
Game Horses

Bandar Lampung (Lampost.co) — Studio game independen Santa Ragione menghadapi masa sulit setelah judul horor terbarunya, Horses, gagal dirilis di dua platform distribusi game terbesar. Setelah diblokir Steam pada akhir November 2025, game tersebut kembali kandas. Hal ini terjadi ketika Epic Games Store membatalkan peluncuran hanya sehari sebelum jadwal rilis, 2 Desember 2025.

Dalam keterangan resmi, Santa Ragione menyebutkan bahwa Epic memutuskan untuk tidak mengizinkan Horses muncul di tokonya. Keputusan ini karena dianggap melanggar kebijakan tentang konten tidak pantas dan konten kebencian atau penyalahgunaan. Namun, studio menyayangkan keputusan tersebut karena mereka tidak mendapat informasi rinci mengenai bagian mana yang dinilai bermasalah.

Santa Ragione mengajukan banding, tetapi hanya 12 jam kemudian banding tersebut ditolak tanpa penjelasan tambahan. Situasi ini semakin mengecewakan mengingat Horses sebelumnya juga ditolak Steam meski pengembang menyatakan telah melakukan revisi pada konten sensitif.

Epic melalui email menyampaikan bahwa pengembang dapat memperbarui game agar sesuai pedoman. Santa Ragione mengaku tidak menerima arahan spesifik mengenai apa yang perlu diubah. Kebijakan Epic menyebut pelarangan konten yang menampilkan perilaku seksual eksplisit atau tidak sesuai batasan usia. Mereka juga melarang konten yang mempromosikan penyiksaan dan kekerasan terhadap hewan.

Di tengah kontroversi tersebut, Santa Ragione mempertanyakan konsistensi penilaian platform digital terhadap game non-mainstream yang mengandung simbolisme. Mereka menduga sorotan publik akibat pelarangan di Steam mungkin ikut memengaruhi keputusan Epic, meski hal itu belum dapat dipastikan.

Game Horor Surreal

Horses sendiri dikenal sebagai game horor surreal dengan unsur satir. Studio menggambarkannya sebagai kritik sosial melalui simbolisme manusia berkepala kuda yang tereksploitasi. Ini bukan sekadar tontonan kekerasan atau konten cabul seperti yang dituduhkan sebagian pihak.

Gagalnya rilis di dua platform besar membawa dampak signifikan pada rencana pemasaran dan keuangan Santa Ragione. Dampaknya sangat terasa terutama setelah pengembangan Horses berlangsung selama dua tahun dengan biaya sekitar USD 100.000.

Meski demikian, Santa Ragione tetap merilis Horses melalui GOG, Itch.io, dan Humble Store dengan harga USD 4,99 (sekitar Rp82.000). Kontroversi ini memicu perdebatan di komunitas game, terutama mengenai keseimbangan antara kebebasan berekspresi dalam karya seni dan kebijakan konten ketat yang diterapkan platform distribusi digital.

Kasus Horses menjadi pengingat bahwa pengembang indie masih rentan terhadap keputusan sepihak platform. Hal ini terjadi bahkan ketika sebuah game sudah siap diluncurkan dan mendapat dukungan komunitas.

Tags: Epic Games StoreGAMEgame hororindie gamePC GamingSteam
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

keyboard laptop tidak berfungsi

Keyboard Laptop Tidak Berfungsi? Ini Penyebab & Solusi

byDenny ZY
14/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Keyboard laptop tiba-tiba tidak berfungsi bisa menjadi mimpi buruk, terutama bagi pengguna yang mengandalkan perangkat ini...

aplikasi sadap WhatsApp

12 Aplikasi Android Bisa Sadap Chat WhatsApp

byDenny ZY
14/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Peneliti keamanan siber kembali mengingatkan pengguna Android agar waspada terhadap sejumlah aplikasi berbahaya yang berpotensi membaca...

chat WhatsApp bisa disadap

Benarkah Chat WhatsApp Bisa Disadap? Ini Faktanya

byDenny ZY
13/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Benarkah chat WhatsApp bisa disadap? Isu ini kembali ramai diperbincangkan dan membuat banyak pengguna waspada terhadap...

Berita Terbaru

Hiburan

Insanul Fahmi Sebut Wardatina Mawa Kena Hasut Usai Tolak Poligami dengan Inara Rusli

byNana Hasan
14/01/2026

Jakarta (Lampost.co) - Konflik rumah tangga antara Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa kini semakin memanas di kepolisian. Mawa secara tegas...

Read moreDetails
keyboard laptop tidak berfungsi

Keyboard Laptop Tidak Berfungsi? Ini Penyebab & Solusi

14/01/2026
aplikasi sadap WhatsApp

12 Aplikasi Android Bisa Sadap Chat WhatsApp

14/01/2026
BTS

Resmi! BTS Kembali Menyapa ARMY Jakarta dalam Tur Dunia 2026

14/01/2026
Pandji Pragiwaksono

Habib Rizieq Desak Pandji Pragiwaksono Hapus Materi Stand Up Mens Rea Karena Dugaan Penistaan

14/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.