Bandar Lampung (Lampost.co) — Harga perangkat keras komputer kembali mencuri perhatian setelah sebuah paket RAM berkapasitas ekstrem, 4TB DDR5, dipasarkan dengan banderol nyaris Rp1,2 miliar. Produk ini bukan ditujukan untuk pengguna rumahan. Melainkan menyasar pusat data, proyek kecerdasan buatan, dan infrastruktur digital berskala raksasa yang menuntut keandalan absolut.
RAM 4TB DDR5 tersebut diproduksi oleh perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang fokus pada solusi memori kelas enterprise. Nilainya setara dengan harga mobil mewah terbaru, menjadikannya salah satu modul memori paling mahal yang beredar di pasar saat ini.
Harga fantastis itu sebanding dengan teknologi yang diusung. Paket memori ini terdiri atas 16 modul RDIMM, masing-masing berkapasitas 256GB. Seluruh modul telah dilengkapi fitur error correction code (ECC) tingkat lanjut. Fitur ini dirancang untuk meminimalkan risiko kesalahan data, bahkan dalam beban kerja ekstrem dan berkelanjutan.
Dari sisi performa, RAM ini berjalan pada kecepatan hingga 6.400 MT/s dengan latensi yang disesuaikan untuk stabilitas server. Namun, bukan untuk keperluan gaming. Arsitektur tersebut memungkinkan sistem menangani komputasi berat. Termasuk pelatihan model kecerdasan buatan berskala besar, pengelolaan basis data berukuran terabita, hingga kluster virtualisasi dengan tingkat kepadatan tinggi.
Selain faktor teknologi, lonjakan harga juga dipengaruhi oleh kondisi pasokan chip DRAM global yang kian terbatas. Tingginya permintaan dari sektor pusat data dan kecerdasan buatan membuat memori berkapasitas besar semakin langka. Sehingga nilainya melonjak signifikan dibandingkan RAM konsumen.
Jika dihitung per gigabita, harga RAM 4TB DDR5 ini berada jauh di atas memori kelas rumahan. Perbedaan tersebut mencerminkan kualitas silikon, konfigurasi multi-rank, serta standar keandalan yang wajib dipenuhi untuk operasional sistem kritis tanpa toleransi kegagalan.
Tidak Relevan
Meski menyandang status sebagai RAM DDR5, produk ini praktis tidak relevan bagi pengguna PC biasa. Selain harganya yang tidak masuk akal bagi konsumen, motherboard kelas konsumen juga tidak mendukung penggunaan hingga 16 modul memori sekaligus. Bahkan workstation kelas atas umumnya hanya menyediakan maksimal delapan slot RAM.
Bagi perusahaan teknologi besar, hyperscaler, atau instansi pemerintah, investasi bernilai miliaran rupiah ini dianggap wajar. Kepadatan memori yang luar biasa dan integritas data yang terjaga menjadi fondasi penting. Ini memastikan layanan digital berskala nasional maupun global tetap berjalan tanpa gangguan.
Kehadiran RAM 4TB DDR5 ini sekaligus menegaskan arah industri komputasi modern: kebutuhan akan memori berkapasitas raksasa terus meningkat, seiring berkembangnya kecerdasan buatan dan pengolahan data masif, meski harus ditebus dengan harga yang hanya sanggup dijangkau segelintir pihak.








