• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 29/11/2025 21:27
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Nasional

Harga Samsung dan Apple Diprediksi Bakal Naik Dampak Kebijakan Trump

NurbyNur
08/04/25 - 20:22
in Nasional, Teknologi
A A
Samsung. Dok Antara

Samsung. Dok Antara

Jakarta (Lampost.co)— Kebijakan tarif impor baru yang diumumkan oleh pemerintahan Trump kembali menjadi sorotan. Terutama karena dampaknya terhadap harga barang elektronik, termasuk ponsel pintar.

Dengan besarnya potensi kenaikan pajak impor berdasarkan negara asal produk, konsumen Amerika Serikat kini berhadapkan pada kemungkinan naiknya harga smartphone. Termasuk produk dari raksasa teknologi seperti Samsung dan Apple.

Mengutip laporan dari Neowin, Samsung—yang merupakan salah satu merek smartphone terbesar di pasar global—tidak memiliki fasilitas perakitan di wilayah AS. Oleh karena itu, perusahaan asal Korea Selatan ini harus mengimpor seluruh produknya dari negara-negara mitra seperti Vietnam, India, dan Brasil. Konsekuensinya, mereka kini menjadi sangat rentan terhadap tarif yang pemerintah AS kenakan terhadap barang-barang impor.

Baca juga: Harga dan Spesifikasi Samsung Galaxy A56, Resmi Meluncur April 2025

Produksi Global, Tarif Bervariasi

Sebagian besar unit ponsel Samsung yang dijual di AS diproduksi di Vietnam, negara yang kini menyumbang sekitar 45 hingga 60 persen dari total produksi global perusahaan tersebut. Namun, dengan kebijakan tarif terbaru, produk dari Vietnam akan dikenakan tarif hingga 46 persen saat memasuki pasar AS.

Sementara itu, Samsung juga memiliki fasilitas produksi di India, Brasil, dan Korea Selatan, yang masing-masing juga menghadapi tarif yang bervariasi. Dari semua mitra produksi tersebut, Brasil di kenakan tarif paling ringan, yaitu hanya sekitar 10 persen, menjadikannya kandidat kuat sebagai basis produksi utama jika Samsung memutuskan melakukan relokasi untuk menekan biaya ekspor ke AS.

Persaingan Ketat dan Keputusan Strategis

Pada tahun 2019, Samsung menghentikan produksi ponsel pintarnya di China, karena persaingan yang semakin tajam dengan merek-merek lokal. Sejak saat itu, perusahaan mulai menerapkan strategi Joint Design Manufacturing (JDM)—bermitra dengan produsen lokal untuk meningkatkan efisiensi produksi dan penyaluran. Namun, karena barang dari China kini terkenai tarif hingga 54 persen. Relokasi produksi ke negara dengan tarif lebih rendah menjadi semakin penting.

Tak hanya Samsung, Apple juga menghadapi tantangan serupa. Analis memperkirakan bahwa harga iPhone dapat melonjak hingga 43% akibat lonjakan tarif impor.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, Apple juga melaporkan tengah mengevaluasi rencana untuk memperluas kapasitas produksi di Brasil. Mengikuti jejak strategi Samsung dalam mendiversifikasi rantai pasok globalnya.

Kebijakan ini tentunya memberi tekanan tidak hanya pada perusahaan teknologi. Tetapi juga pada konsumen yang harus menanggung kenaikan harga produk. Terlepas dari strategi efisiensi biaya yang di tempuh oleh para produsen. Efek domino dari kebijakan tarif ini bisa terasa luas di sektor elektronik dan teknologi di Amerika Serikat.

Di tengah tantangan ini, perusahaan-perusahaan seperti Samsung dan Apple kemungkinan besar akan terus mengevaluasi strategi produksi dan logistik mereka. Menyebar pusat produksi ke negara-negara dengan tarif lebih rendah bisa menjadi kunci utama untuk mempertahankan harga produk yang kompetitif di pasar AS.

Namun, hingga ada kejelasan kebijakan yang lebih pasti dari pemerintah AS, ketidakpastian tetap akan membayangi pasar smartphone, baik dari sisi produsen maupun konsumen.

 

Tags: AppleDonald TrumpKebijakan tarif imporsamsungtarif impor
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Dok. Antara)

Penyidikan Kasus ASDP Tetap Berjalan Meski Tiga Eks Direktur dan Direksi Dibebaskan

byTriyadi Isworoand1 others
29/11/2025

Jakarta (Lampost.co) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa proses penyidikan dugaan korupsi dalam kerja sama usaha dan akuisisi PT....

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Dok. Antara)

KPK Sebut Tak Ada Banding di Kasus Ira Puspadewi

byTriyadi Isworoand1 others
29/11/2025

Jakarta (Lampost.co) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak ada pengajuan banding untuk eks Dirut PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero)...

Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Jakarta. (Dok. Antara-HO)

BPKP Bantah Pernyataan KPK soal Laporan Dugaan Awal Korupsi ASDP

byTriyadi Isworoand1 others
29/11/2025

Jakarta (Lampost.co) – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menegaskan tidak pernah melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dalam akuisisi PT....

Berita Terbaru

teaching factory SMKN 4(1)
Humaniora

39 SMK di Lampung Sudah Jadi BLUD

byIsnovan Djamaludinand1 others
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co)—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Provinsi Lampung terus mendorong percepatan transformasi sekolah, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri, dari...

Read moreDetails
Penyaluran bantuan sosial (Bansos) program sembako untuk 15.578 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.(Foto:Dok/Lampost.co)

Bansos untuk Warga Lampung pada 2025 Tembus Rp22,96 Triliun, Ini Daerah Penerima Terbesar

29/11/2025
Desa Simpang Mesuji mulai lakukan pembangunan fisik tahun 2024. dengan menggunakan anggaran dana desa (Foto:Lampost/Ridwan Anas)

Penyaluran Dana Desa Lampung 2025 Tembus Rp1,95 Triliun, Ini Rincian per Kabupaten

29/11/2025
Kadisdikbud

Disdikbud Lampung Dorong Transformasi Semua SMK Jadi BLUD

29/11/2025
Pelatihan ISO 9001 BSPI Bandar Lampung[1]

BSPJI Bandar Lampung Tingkatkan Kompetensi Industri lewat Pelatihan ISO 9001:2015

29/11/2025
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.