Bandar Lampung (Lampost.co) — Sejumlah pengguna smartphone Samsung di seluruh dunia melaporkan kejadian tak biasa yang mengganggu aktivitas digital mereka pada akhir Maret 2026. Perangkat flagship hingga kelas menengah dilaporkan tiba-tiba melakukan restart atau reboot secara otomatis. Hal ini terjadi hanya saat pengguna membuka tautan (link) menuju halaman web tertentu.
Isu ini memicu perdebatan hangat di komunitas teknologi mengenai stabilitas chipset Exynos milik Samsung. Sebagaimana diketahui, Samsung masih konsisten memasarkan perangkatnya dengan dua varian chipset berbeda. Yakni Snapdragon dan Exynos, tergantung pada wilayah pemasaran dan model perangkatnya.
Laporan Masalah dari Komunitas Global
Dikutip dari laporan Android Authority, kasus ini pertama kali mencuat di forum Reddit. Pengguna Galaxy S24 varian Exynos mengunggah bukti video yang memperlihatkan perangkatnya langsung melakukan reboot. Ini terjadi seketika setelah mencoba memuat halaman web tertentu. Tidak lama berselang, laporan serupa bermunculan dari pengguna lini terbaru tahun 2026.
Berdasarkan kompilasi laporan pengguna, daftar perangkat yang terdampak bug misterius ini meliputi:
1. Samsung Galaxy S24 (Varian Exynos)
2. Samsung Galaxy S25 Ultra
3. Samsung Galaxy A56
4. Samsung Galaxy Tab S10 FE
Gejala dan Dugaan Penyebab
Kondisi crash atau kegagalan sistem ini terpantau terjadi di berbagai aplikasi browser populer, mulai dari Google Chrome, Samsung Internet, hingga aplikasi utama Google. Beberapa pengguna memberikan catatan bahwa sebelum perangkat mati dan melakukan restart, halaman web yang diakses memuat (loading) jauh lebih lama dari biasanya.
Selain itu, terdeteksi adanya peningkatan suhu perangkat secara drastis dalam hitungan detik tepat sebelum sistem melakukan reboot. Fenomena ini mengindikasikan adanya lonjakan penggunaan daya komputasi yang tidak wajar (spike) pada inti chipset. Hal itu terjadi saat mencoba merender elemen tertentu dari halaman web tersebut.
Menariknya, perangkat yang menggunakan chipset Snapdragon dilaporkan tidak mengalami kendala sama sekali saat membuka link yang sama. Begitu pula dengan kompetitor lain seperti Google Pixel dan iPhone yang tetap stabil tanpa kendala. Hal ini memperkuat dugaan adanya masalah optimasi spesifik pada arsitektur chipset Exynos atau interaksi firmware Samsung dengan engine browser tertentu di tahun 2026.
Kaitan dengan Koneksi Wi-Fi
Temuan unik lainnya dari sejumlah pengguna menyebutkan bahwa crash hanya terjadi saat perangkat terhubung dengan koneksi Wi-Fi. Saat pengguna mencoba mengakses link yang sama menggunakan data seluler, perangkat cenderung lebih stabil meskipun tetap terasa panas. Namun, poin ini masih bersifat spekulatif dan belum dikonfirmasi secara teknis oleh para pakar keamanan siber.
Hingga saat ini, pihak Samsung Indonesia maupun Samsung Global belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab pasti masalah tersebut. Belum dapat dipastikan apakah ini murni bug pada firmware sistem, masalah optimasi pada aplikasi browser, atau adanya serangan siber spesifik yang mengeksploitasi celah tertentu pada halaman web.
Langkah Pencegahan bagi Pengguna
Sejauh ini, kasus restart mendadak tersebut masih dikategorikan sebagai laporan pengguna (user report) dan belum masuk dalam daftar kerentanan keamanan resmi atau CVE. Sambil menunggu klarifikasi dan perbaikan (patch) resmi dari Samsung, pengguna disarankan melakukan langkah berikut:
1. Hindari membuka tautan dari sumber tidak dikenal di media sosial atau aplikasi pesan instan.
2. Gunakan browser alternatif atau bersihkan cache pada browser secara berkala.
3. Segera lakukan update software jika notifikasi pembaruan sistem sudah tersedia di menu pengaturan.
4. Jika perangkat terasa panas secara tiba-tiba saat memuat web, segera tutup aplikasi tersebut untuk mencegah restart otomatis.
Kasus ini menjadi catatan penting bagi Samsung di tahun 2026 untuk terus membuktikan keandalan chipset buatan sendiri. Hal ini sangat krusial di tengah persaingan ketat pasar smartphone global.








