• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 13/03/2026 13:55
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Teknologi

Orang Indonesia di Balik Need for Speed: Most Wanted, Ini Kisah Matahari Studios

Fakta bahwa orang Indonesia pernah ikut mengembangkan salah satu game legendaris EA, Need for Speed: Most Wanted, membuktikan bahwa kreativitas lokal memiliki potensi besar di level dunia.

Denny ZYbyDenny ZY
04/07/25 - 11:12
in Teknologi
A A
Matahari Studios, Need for Speed

Matahari Studios, studio game asal Indonesia yang pernah berkontribusi dalam pembuatan Need for Speed: Most Wanted, turut menorehkan sejarah industri kreatif nasional. (GGWP)

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Di balik kesuksesan game balap legendaris Need for Speed: Most Wanted (2005), ternyata ada sentuhan tangan kreatif anak bangsa. Sebuah studio asal Indonesia, Matahari Studios, tercatat pernah ikut mengembangkan bagian dari game besutan EA tersebut. Fakta ini bukan hanya mengejutkan, tapi juga menegaskan peran penting Indonesia di kancah industri game global sejak dua dekade silam.

Poin Penting:

  • Studio Jakarta muncul di kredit game internasional.
  • Mobil keren Most Wanted dikerjakan tim Indonesia?
  • Alumni studio ini bikin game legendaris juga!

📀 Studio Asal Jakarta Tampil di Game Global

Matahari Studios berdiri pada 1999 sebagai bagian dari ekspansi kreatif pengembangan game dan software digital. Studio ini memiliki dua basis operasional, yakni di Jakarta (Indonesia) dan Perth (Australia). Didirikan oleh empat tokoh utama—Glyn Anderson, Bullitt Sesariza, Petrus Santoso, dan Wong Lok Dien—Matahari Studios awalnya mengembangkan prototipe game, lalu bertransformasi menjadi studio outsource untuk proyek-proyek game AAA.

Matahari Studios, Need for Speed
Dua anggota tim Matahari Studios saat uji coba internal Need for Speed: Most Wanted versi development, dengan test kit konsol dan tampilan build eksklusif di layar. Jejak nyata kontribusi anak bangsa dalam game balap legendaris buatan EA. ( (GGWP/x.com/PrimbonGame)

Kontribusi terbesar mereka tercatat dalam pengembangan Need for Speed: Most Wanted yang dirilis pada 11 November 2005. Nama mereka muncul secara resmi di bagian External Development Credits, menjadikan Matahari Studios sebagai salah satu studio Asia Tenggara pertama yang diakui dalam pengembangan Need for Speed.

🛠️ Peran Kunci dalam Pengembangan Aset Mobil

Informasi dari berbagai sumber menyebutkan bahwa Matahari Studios bertugas menangani pembuatan aset 3D, khususnya body kits dan widebody kits mobil dalam game tersebut. Peran ini sangat vital dalam game balapan seperti Most Wanted, yang terkenal akan tampilan mobil-mobil modifikasi bergaya ekstrem.

Konfirmasi juga datang dari komunitas gamer dan media sosial. Seorang kreator di Reddit bahkan membagikan potret tim Indonesia yang sedang memamerkan desain body kit untuk mobil BMW dalam proyek NFS. Postingan lain dari akun X (Twitter) menyebut bahwa tim Indonesia bertanggung jawab untuk pemodelan kendaraan dan aksesori pendukung, terutama dalam segmen modifikasi.

🌍 Bukan Sekali, Tapi Ikut Beberapa Proyek NFS

Kontribusi Matahari Studios ternyata tidak berhenti di Most Wanted. Mereka juga tercatat ikut mengerjakan proyek sebelumnya seperti Need for Speed: Underground, Underground 2, dan Carbon. Ini menjadikan mereka sebagai partner outsourcing strategis bagi EA dalam jangka waktu yang cukup panjang, memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri game dunia.

👥 Siapa Saja Orang di Baliknya?

Berikut adalah nama-nama penting dari Indonesia yang terlibat dalam proyek ini:

  • Bullitt Sesariza – Co-founder, kini aktif di Asosiasi Game Indonesia (AGI).

  • Petrus Santoso – Co-founder dan teknisi kreatif.

  • Glyn Anderson dan Wong Lok Dien – Mitra teknis dan kreatif dari Australia dan Indonesia.

  • Nama-nama lain yang bergabung setelah proyek ini antara lain:
    Christian Senjaya, Satya Pramathana, Kris Antoni Hadiputra, Sudarmin Then, Heru Kurniawan, Arief Raditya, Wimindra Lee, dan Noviyanti Wijaya.

Kru Matahari Studios di tahun 2003-2005, Need for Speed
Suasana kerja di studio Matahari Studios era 2000-an, tempat di mana anak-anak muda Indonesia menggarap bagian dari Need for Speed: Most Wanted. Ruang sederhana, tapi penuh semangat internasional. (GGWP/x.com/PrimbonGame)

Banyak dari mereka kini memegang peranan penting dalam industri game nasional. Bahkan, beberapa mendirikan studio game terkenal seperti Toge Productions, Agate Studio, Altermyth, Menara Games, dan Belugerin Studios.

💡 Warisan Matahari Studios bagi Industri Game Indonesia

Setelah resmi tutup pada tahun 2010, warisan kreatif Matahari Studios tidak menghilang. Para alumninya menyebar ke berbagai sektor industri game lokal dan membangun ekosistem yang lebih kokoh. Inilah salah satu momen penting yang mengawali kebangkitan industri game Indonesia di kancah global.

Toge Productions, misalnya, sukses mendunia melalui game seperti Coffee Talk dan A Space for the Unbound. Agate Studio menjadi salah satu perusahaan game terbesar di Indonesia yang bekerja sama dengan banyak mitra internasional.

🔥 Bukan Sekadar Outsourcing

Kontribusi Indonesia dalam Need for Speed: Most Wanted bukan hanya sekadar subkontrak teknis. Kualitas hasil kerja dan konsistensi tim Matahari Studios kala itu menegaskan bahwa talenta kreatif Indonesia bisa bersaing di level internasional. Hal ini membuka jalan bagi lebih banyak studio lokal untuk dilirik sebagai mitra strategis oleh publisher global.

✅ Kesimpulan

Fakta bahwa orang Indonesia pernah ikut mengembangkan salah satu game legendaris EA, Need for Speed: Most Wanted, membuktikan bahwa kreativitas lokal memiliki potensi besar di level dunia. Matahari Studios bukan hanya menjadi pelopor outsourcing game di Indonesia, tetapi juga pemantik lahirnya studio-studio baru yang kini membanggakan Indonesia di panggung internasional.

Tags: EA GamesMatahari StudiosNeed for SpeedNeed for Speed Most Wanted
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

ROG Kithara

ASUS ROG Kithara 2026: Spesifikasi dan Harga Headset Gaming Planar Magnetic

byDenny ZY
13/03/2026

TAIPEI (Lampost.co)— Memasuki kuartal pertama tahun 2026, pasar perangkat audio gaming dunia dikejutkan dengan kehadiran produk flagship terbaru dari ASUS...

Asus ROG Phone 9 Series

Asus ROG Phone 9 Pro 2026: Spesifikasi dan Harga Terbaru Maret 2026

byDenny ZY
13/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Memasuki medio Maret 2026, pasar ponsel gaming di Indonesia masih didominasi oleh supremasi Asus ROG Phone...

DFNC Season 2

Pendaftaran Delta Force National Championship S2 Ditutup Hari Ini, Rebut Tiket Internasional PWC dan POC 2026

byDenny ZY
13/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Kompetisi esports kasta tertinggi untuk gim taktis Delta Force di Indonesia, Delta Force National Championship (DFNC)...

Berita Terbaru

Kepala BPKAD Pringsewu Olpin Putra
Pringsewu

Pemkab Pringsewu Mulai Salurkan Tunjangan Hari Raya

byDelima Napitupuluand1 others
13/03/2026

Pringsewu (lampost.co)--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu mulai merealisasikan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) serta Gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Read moreDetails
Kegiatan sosialisasi peluang kerja bagi masyarakat yang digelar di Balai Tiyuh Sumber Rejo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kamis (12/03/2026).

Warga Tumijajar Sambut Antusias Peluang Kerja dari SGC

13/03/2026
jalan di ruas lintas tengah jalan nasional Lampung tepatnya jalan bypass Soekarno-Hatta.

DPRD Lampung Soroti Perbaikan Jalur Mudik

13/03/2026
ROG Kithara

ASUS ROG Kithara 2026: Spesifikasi dan Harga Headset Gaming Planar Magnetic

13/03/2026
Asus ROG Phone 9 Series

Asus ROG Phone 9 Pro 2026: Spesifikasi dan Harga Terbaru Maret 2026

13/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.