Bandar Lampung (Lampost.co) — Memasuki kuartal pertama tahun 2026, peta persaingan laptop gaming dunia kembali mengalami pergeseran besar. Lenovo, sebagai salah satu pemimpin pasar global, dilaporkan tengah mempersiapkan varian terbaru dari lini legendaris mereka, yakni Lenovo Legion 7 15 ASH11. Berbeda dengan generasi sebelumnya, laptop ini mengusung pendekatan radikal dengan menanggalkan kartu grafis (GPU) diskrit tradisional.
Revolusi AMD Strix Halo dalam Balutan Legion
Berdasarkan bocoran dokumen internal yang beredar di komunitas teknologi pada Januari 2026 ini, seri ASH11 merupakan kode untuk penggunaan platform AMD Strix Halo atau yang kini secara resmi dikenal sebagai seri Ryzen AI Max+. Keunggulan utama dari prosesor ini terletak pada integrasi unit grafis yang sangat masif di dalam satu chip (SoC).
AMD Strix Halo pada Legion 7 ini diprediksi membawa hingga 40 Compute Units (CU) berbasis arsitektur RDNA 3.5. Secara teoritis, performa grafis terintegrasi ini mampu menyamai bahkan melampaui kartu grafis kelas menengah seperti Nvidia GeForce RTX 4070 Laptop GPU, namun dengan konsumsi daya yang jauh lebih efisien dan manajemen panas yang lebih baik.
Desain Lebih Tipis dan Sistem Pendingin Hyperchamber
Dengan absennya chip GPU diskrit dan memori VRAM terpisah, Lenovo memiliki ruang lebih untuk mengoptimalkan desain fisik. Legion 7 15 ASH11 diprediksi akan hadir dengan bodi yang lebih tipis di bawah 17 mm, namun tetap kokoh dengan sasis logam premium. Lenovo juga menyematkan teknologi Hyperchamber Cooling generasi terbaru yang mampu membuang panas langsung dari pusat SoC tanpa gangguan suara kipas yang bising.
Layar 15,3 inci dengan panel OLED beresolusi QHD+ menjadi standar baru pada model ini. Dukungan refresh rate hingga 240Hz dan cakupan warna 100% DCI-P3 menjadikannya perangkat idaman tidak hanya bagi gamer, tetapi juga para kreator konten profesional yang membutuhkan akurasi warna tinggi di tahun 2026.
Efisiensi Baterai dan Era AI PC
Salah satu nilai jual utama dari penghapusan GPU diskrit adalah daya tahan baterai. Tanpa adanya komponen haus daya tambahan, Legion 7 15 ASH11 diklaim mampu bertahan hingga 12 jam untuk penggunaan produktivitas ringan, sebuah angka yang sulit dicapai oleh laptop gaming konvensional di masa lalu.
Selain itu, NPU (Neural Processing Unit) XDNA 2 yang tertanam di dalam chip Strix Halo menawarkan performa AI hingga 50 TOPS. Hal ini memastikan laptop ini memenuhi standar Copilot+ PC dari Microsoft, memungkinkan fitur AI lokal berjalan mulus tanpa membebani CPU utama.
Estimasi Harga dan Ketersediaan
Meski Lenovo belum memberikan pernyataan resmi mengenai tanggal rilis di Indonesia, analis industri memprediksi Lenovo Legion 7 15 ASH11 akan diperkenalkan secara global pada April 2026. Harga untuk model dasar diperkirakan akan bermain di angka 1.899 USD atau sekitar Rp29 jutaan, memposisikannya sebagai laptop gaming premium yang menawarkan portabilitas tinggi tanpa kompromi performa.








