Bandar Lampung (Lampost.co) — Xiaomi dilaporkan tengah menyiapkan Mi Chat, asisten kecerdasan buatan berbasis percakapan. Asisten ini akan terintegrasi langsung ke dalam sistem HyperOS. Fitur ini diproyeksikan menjadi asisten AI bawaan untuk membantu pengguna. Mi Chat dapat digunakan untuk bertanya, merangkum teks, menulis, hingga menyelesaikan tugas berbasis penalaran seperti matematika dan pemrograman.
Mi Chat disebut akan ditenagai oleh model AI buatan Xiaomi sendiri bernama MiMo. Kehadiran asisten ini dipandang sebagai langkah strategis Xiaomi untuk bersaing langsung dengan layanan AI populer seperti ChatGPT dan Gemini. Selain itu, ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada solusi pihak ketiga.
Perlu dicatat, Mi Chat yang dimaksud adalah asisten AI. Ini bukan aplikasi sosial lama bernama MiChat yang sudah lama tersedia di toko aplikasi.
Peran Mi Chat sebagai AI Bawaan HyperOS
Mi Chat dirancang sebagai chatbot yang dapat diakses langsung dari perangkat Xiaomi, khususnya yang menjalankan HyperOS. Dengan status sebagai fitur tingkat sistem, asisten ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih menyatu dibandingkan aplikasi AI terpisah.
Fungsi yang disiapkan mencakup menjawab pertanyaan umum dan merangkum catatan atau dokumen singkat. Ini juga membantu penulisan email dan laporan, hingga mendukung tugas logika seperti perhitungan matematika dan coding. Xiaomi ingin membawa Mi Chat melampaui ponsel, dengan integrasi ke ekosistem perangkat lain, seperti IoT rumah hingga kendaraan, sejalan dengan visi “Human × Car × Home”.
Pendekatan ini menempatkan Mi Chat sebagai pusat interaksi AI dalam ekosistem Xiaomi, bukan sekadar alat bantu berbasis teks.
MiMo, Model AI di Balik Mi Chat
Kualitas Mi Chat sangat bergantung pada MiMo, keluarga model AI yang dikembangkan Xiaomi. Beberapa laporan teknis menyebutkan adanya varian MiMo yang difokuskan pada kemampuan penalaran, seperti logika, matematika, dan pemrograman.
Jika performa MiMo mampu bersaing di area tersebut, Mi Chat berpotensi menjadi alternatif serius. Pengguna yang menginginkan AI terintegrasi akan menemukan ini berguna. Keunggulan utamanya bukan semata pada ukuran model. Namun, ini terletak pada pemahaman konteks perangkat, kebiasaan pengguna, dan akses ke fitur sistem HyperOS.
Di sisi lain, layanan seperti ChatGPT dan Gemini masih unggul dari segi kematangan produk, jangkauan platform, serta ekosistem aplikasi yang luas. Dengan demikian, posisi Mi Chat kemungkinan lebih kuat. Terlebih di ranah pengalaman AI bawaan yang praktis dan kontekstual.
Potensi Rilis dan Dampaknya bagi Pengguna
Hingga kini, Xiaomi belum mengumumkan tanggal rilis resmi Mi Chat. Namun, sejumlah laporan menyebutkan informasi lebih lanjut kemungkinan muncul dalam acara ekosistem Xiaomi di Beijing pada 17 Desember 2025. Pengumuman tersebut bisa berupa demo awal, integrasi ke HyperOS, atau peta jalan peluncuran.
Bagi pengguna Xiaomi, terutama di Indonesia, kehadiran Mi Chat berpotensi membawa perubahan signifikan. AI sebagai fitur bawaan akan lebih mudah diakses. Juga, ini berpeluang memperkaya aplikasi sistem seperti Notes, Gallery, dan Recorder. Ini akan membuat perangkat rumah pintar Xiaomi lebih responsif melalui perintah percakapan.
Meski demikian, dua faktor krusial masih menjadi perhatian, yakni dukungan bahasa Indonesia dan ketersediaan resmi di wilayah Indonesia. Seperti fitur Xiaomi lainnya, peluncuran kemungkinan dilakukan bertahap sesuai region.
Secara keseluruhan, Mi Chat mencerminkan upaya Xiaomi memperkuat kemandirian di bidang AI. Jika berhasil diimplementasikan dengan baik, asisten ini bisa menjadi pembeda utama HyperOS di tengah persaingan ketat ekosistem AI global.








