Bandar Lampung (Lampost.co) — Capcom secara resmi mengonfirmasi bahwa entri utama ketiga dalam seri JRPG populer mereka, Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection, siap meluncur di berbagai platform pada 13 Maret 2026. Seri terbaru ini menjanjikan perombakan signifikan dalam kualitas hidup (Quality of Life) yang terinspirasi dari standar RPG modern.
Filosofi Baru: Nyaman Namun Tetap Menantang
Berbeda dengan seri utama Monster Hunter yang berfokus pada aksi real-time, Stories 3 tetap setia pada akar pertarungan turn-based. Namun, dalam wawancara terbaru dengan AUTOMATON Japan, Lead Game Designer Daisuke Wakahara mengungkapkan bahwa tim pengembang melakukan pendekatan yang berbeda untuk seri ini. Mereka mempelajari kesuksesan judul-judul besar seperti Metaphor: ReFantazio dan Clair Obscur: Expedition 33 untuk menciptakan ritme permainan yang lebih dinamis.
Wakahara menjelaskan bahwa tren industri JRPG di tahun 2026 menunjukkan preferensi kuat pemain terhadap progres yang cepat tanpa harus terjebak dalam proses grinding yang membosankan. Hal ini mendorong lahirnya sistem baru yang memungkinkan pemain melaju lebih mulus di dalam cerita tanpa kehilangan esensi tantangan khas Capcom.
Fitur Riding Actions dan Pemulihan Otomatis
Salah satu perubahan terbesar yang diperkenalkan adalah integrasi Riding Actions di field. Pemain kini memiliki kemampuan untuk langsung mengalahkan musuh dengan level rendah tanpa harus masuk ke layar pertarungan turn-based. Mekanik ini dirancang untuk menghargai waktu pemain saat melakukan eksplorasi di wilayah yang sudah mereka kuasai.
Selain itu, aspek manajemen sumber daya juga dibuat lebih praktis. HP (Health Points) dan status karakter akan pulih secara otomatis setelah setiap pertarungan tanpa memungut biaya item atau poin. Langkah ini diambil untuk menjaga momentum permainan agar tetap lancar, sehingga pemain bisa lebih fokus pada strategi pertempuran berikutnya daripada terus-menerus memantau menu inventaris.
Bukan Berarti Menjadi Mudah
Meski banyak fitur kemudahan yang disematkan, Wakahara menekankan bahwa nyaman bukan berarti mudah. Tim pengembang memiliki prinsip yang tidak bisa ditawar mengenai kepuasan dalam bertarung. Pertarungan melawan monster besar dan bos utama tetap dirancang untuk menguji taktik dan pengetahuan pemain tentang kelemahan lawan.
Kisah di Balik Twisted Reflection
Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection membawa pemain ke konflik dua kerajaan, Azuria dan Vermeil. Konflik ini terjadi di tengah bencana alam bernama Crystal Encroachment.
Pemain berperan sebagai Rider berusia 19 tahun. Usianya lebih dewasa dibanding protagonis seri sebelumnya. Hal ini menghadirkan narasi yang lebih mendalam dan kompleks.
Game ini dijadwalkan rilis di Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC melalui Steam. Monster ikonik seperti Rathalos kembali hadir. Ada juga monster baru dari era Monster Hunter Wilds.








