NVIDIA juga menunjukkan kemampuan scale-out dengan menghubungkan beberapa sistem sekaligus menggunakan teknologi jaringan canggih.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Persaingan teknologi AI kembali memanas. Kali ini, NVIDIA menunjukkan taringnya lewat hasil benchmark terbaru yang cukup mencolok.
Dalam ajang MLPerf Inference v6.0, NVIDIA mencatat performa tinggi sekaligus efisiensi biaya yang lebih baik—kombinasi yang selama ini jadi incaran industri AI global.
Keunggulan ini tidak datang begitu saja. NVIDIA mengandalkan pendekatan yang mereka sebut extreme co-design—yakni integrasi penuh antara:
Pendekatan ini memungkinkan semua komponen bekerja selaras, sehingga performa meningkat tanpa harus mengorbankan efisiensi.
Sorotan utama ada pada GPU generasi terbaru, Blackwell Ultra.
Dalam berbagai skenario pengujian, GPU ini mencatat:
Tak heran jika NVIDIA kini telah mengoleksi 291 kemenangan MLPerf sejak 2018, jauh melampaui gabungan pesaingnya.
Dominasi ini juga diperkuat oleh dukungan mitra besar. Sejumlah perusahaan seperti Google Cloud, Dell, Cisco, Lenovo, hingga Supermicro ikut mengajukan hasil berbasis platform NVIDIA.
Ini menjadi partisipasi terbesar sepanjang sejarah MLPerf, menandakan ekosistem NVIDIA semakin kuat.
MLPerf kali ini juga menghadirkan berbagai benchmark baru yang lebih realistis dan kompleks, seperti:
Artinya, pengujian tidak lagi sekadar soal kecepatan, tapi juga kemampuan AI dalam memahami dan menghasilkan konten kompleks.
Salah satu hasil paling mencolok datang dari sistem GB300 NVL72, yang mencatat:
Peningkatan ini didorong oleh optimasi software seperti:
Keduanya menghadirkan fitur baru yang membuat pemrosesan AI jauh lebih efisien.
NVIDIA juga menunjukkan kemampuan scale-out dengan menghubungkan beberapa sistem sekaligus menggunakan teknologi jaringan canggih.
Hasilnya:
Ini menjadi salah satu pengujian terbesar dalam sejarah MLPerf.
Ke depan, NVIDIA bersama MLCommons tengah mengembangkan standar baru bernama MLPerf Endpoints.
Berbeda dari sebelumnya, benchmark ini akan:
Langkah ini menunjukkan bahwa industri AI mulai bergerak dari sekadar angka performa ke pengalaman penggunaan sesungguhnya.
Pencapaian ini menegaskan satu hal penting: masa depan AI tidak hanya soal kecepatan, tapi juga efisiensi dan skalabilitas.
Dan untuk saat ini, NVIDIA tampaknya masih selangkah di depan dalam perlombaan tersebut.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update