Bandar Lampung (Lampost.co) — Perayaan ulang tahun ke-30 waralaba Pokemon pada tahun 2026 ini sedianya menjadi momen nostalgia yang manis bagi para penggemar. Namun, pengumuman terbaru dari Nintendo dan The Pokemon Company mengenai kehadiran kembali Pokemon FireRed dan LeafGreen di konsol Nintendo Switch justru menuai gelombang kritik pedas dari komunitas global.
Kebijakan Standalone dan Harga yang Dinilai Mahal
Berbeda dengan ekspektasi banyak pihak yang berharap gim ini masuk ke dalam layanan langganan Nintendo Switch Online (NSO) seperti gim Game Boy Advance lainnya, Nintendo justru menjualnya secara terpisah (standalone). Setiap versi dibanderol dengan harga 19,99 dolar AS atau sekitar Rp312 ribu.
Keputusan ini dianggap memberatkan, mengingat gim tersebut merupakan judul klasik yang sudah berusia lebih dari dua dekade. Namun, yang paling memicu kemarahan penggemar bukanlah soal harga, melainkan absennya fitur modern yang paling dinanti: konektivitas online.
Hanya Mendukung Local Wireless
Dalam pernyataan resminya, Nintendo mengonfirmasi bahwa seluruh fitur konektivitas dalam gim—termasuk bertukar Pokemon (trading) dan pertarungan antar-trainer (battling)—hanya akan berfungsi melalui koneksi nirkabel lokal (local wireless). Artinya, pemain tidak dapat bertarung atau bertukar koleksi dengan pemain lain dari jarak jauh melalui internet.
Absennya fitur online ini dinilai sebagai langkah mundur untuk standar gim pada tahun 2026. Padahal, gim klasik lainnya yang hadir di layanan NSO umumnya telah dibekali fitur multiplayer online dasar.
Tanpa Fitur Save States dan Rewind
Kekecewaan fans semakin bertambah setelah diketahui bahwa versi Switch ini tidak menyertakan fitur modern seperti Save States (menyimpan data kapan saja) atau fitur Rewind (mengulang waktu jika terjadi kesalahan). Kedua fitur tersebut biasanya menjadi standar pada gim klasik yang dirilis ulang di konsol modern.
Alasan di balik kebijakan ini diduga berkaitan dengan integritas data. The Pokemon Company dikabarkan ingin menjaga agar tidak ada eksploitasi data atau penggandaan Pokemon yang nantinya dapat ditransfer ke layanan Pokemon HOME. Meskipun demikian, alasan tersebut tetap dianggap tidak memuaskan bagi para pemain kasual yang hanya ingin menikmati gim dengan lebih nyaman.
Respon Komunitas di Media Sosial
Pantauan lampost.co di berbagai platform media sosial, tagar #PokemonOnline menjadi tren seiring dengan protes para trainer. Banyak yang menyayangkan sikap Nintendo yang dianggap terlalu kaku dalam menjaga aspek tradisional gim tanpa memberikan sentuhan modern yang krusial.
Meski menuai kritik tajam, Pokemon FireRed dan LeafGreen versi Switch tetap dikonfirmasi rilis. Gim ini mendukung fitur GameChat. Fitur tersebut khusus untuk pengguna konsol generasi terbaru, Nintendo Switch 2. Konsol itu juga mulai dipasarkan secara masif tahun ini.
Bagi para kolektor dan penggemar fanatik, kehadiran gim ini mungkin tetap menjadi barang wajib punya untuk melengkapi perpustakaan digital. Namun bagi mayoritas komunitas, absennya fitur online di tahun 2026 adalah sebuah peluang yang terbuang sia-sia oleh Nintendo.








