Bandar Lampung (Lampost.co) — Platform gim daring Roblox resmi mewajibkan seluruh penggunanya melakukan verifikasi usia sebelum dapat mengakses fitur chat. Kebijakan baru ini diumumkan sebagai langkah penguatan keamanan. Tujuannya, terutama untuk melindungi anak dan remaja dari interaksi yang tidak sesuai dengan kelompok usia mereka.
Penerapan aturan tersebut dilakukan secara bertahap di berbagai negara. Roblox menyebut kebijakan ini telah lebih dulu berlaku di Australia, Selandia Baru, dan Belanda sejak Desember 2025. Hingga awal 2026, lebih dari 50 persen pengguna aktif harian di tiga negara tersebut telah menyelesaikan proses verifikasi usia.
Dengan kebijakan ini, Roblox mengklaim menjadi platform gim daring pertama yang mewajibkan verifikasi usia sebagai syarat utama penggunaan fitur komunikasi. Tujuannya jelas: memastikan interaksi yang aman dan membatasi komunikasi lintas usia yang berpotensi berisiko.
“Kami berkomitmen menghadirkan tingkat keamanan setinggi mungkin bagi pengguna,” ujar Matt Kaufman, Chief Safety Officer Roblox. Menurutnya, pembatasan berbasis usia dilakukan secara proaktif agar pengguna tetap bisa berkreasi dan berinteraksi dalam lingkungan yang aman.
Anak di Bawah 13 Tahun Wajib Izin Orang Tua
Bagi pengguna berusia di bawah 13 tahun, verifikasi usia hanya dapat dilakukan dengan persetujuan orang tua, sejalan dengan regulasi perlindungan anak yang berlaku di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tanpa persetujuan tersebut, akses ke fitur chat akan dibatasi.
Dalam panduan resminya, Roblox meminta orang tua membuat akun terpisah lalu menghubungkannya dengan akun anak. Orang tua kemudian diwajibkan memverifikasi usia menggunakan kartu identitas atau kartu kredit sebelum memberikan izin kepada anak.
Langkah ini dirancang untuk memastikan komunikasi anak hanya terjadi dengan pengguna yang berada dalam rentang usia yang sesuai.
Proses Verifikasi Klaim Utamakan Privasi
Roblox menegaskan bahwa proses verifikasi usia dirancang cepat dan mengutamakan privasi pengguna. Selain itu, verifikasi dapat dilakukan dalam hitungan detik menggunakan perangkat berkamera seperti ponsel.
Estimasi usia wajah dilakukan oleh mitra pihak ketiga, Persona, dan Roblox menyatakan seluruh data visual akan dihapus segera setelah proses selesai.
Untuk pengguna berusia 13 tahun ke atas, tersedia opsi verifikasi menggunakan kartu identitas. Meski tidak diwajibkan untuk semua fitur, verifikasi usia menjadi syarat mutlak untuk mengaktifkan chat.
Roblox juga menyediakan layanan banding jika terjadi kesalahan verifikasi, serta memantau perilaku akun guna mendeteksi ketidaksesuaian antara aktivitas dan usia yang terdaftar.
Chat Dibatasi Berdasarkan Kelompok Usia
Setelah lolos verifikasi, pengguna akan dikelompokkan ke dalam enam kategori usia, mulai dari di bawah 9 tahun hingga 21 tahun ke atas. Fitur chat hanya memungkinkan komunikasi dengan pengguna seusia. Atau komunikasi dengan satu tingkat usia di atas dan di bawahnya.
Sebagai perlindungan tambahan, chat untuk pengguna di bawah 9 tahun dinonaktifkan secara default. Fitur tersebut hanya bisa diaktifkan dengan izin orang tua.
Roblox menegaskan kebijakan ini merupakan bagian dari sistem keamanan berlapis yang mencakup moderasi konten dan aturan komunikasi ketat. Selain itu, terdapat juga kontrol orang tua. Ke depan, verifikasi usia juga akan menjadi dasar pengembangan fitur lain. Fitur tersebut termasuk kolaborasi kreator dan komunikasi keluarga lintas usia yang lebih aman.








