Bandar Lampung (Lampost.co) — Platform distribusi game PC terbesar di dunia, Steam, baru saja merilis laporan tahunan Steam Year in Review 2025 pada awal Maret 2026 ini. Laporan tersebut mengungkap angka yang sangat mencengangkan: sepanjang tahun 2025, para gamer di seluruh dunia telah mengunduh total data sebesar 100 exabyte. Angka ini menandai tonggak sejarah baru dalam industri digital distribution.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, total data yang didistribusikan Valve melalui Steam tercatat sekitar 80 exabyte. Artinya, terjadi kenaikan sebesar 25 persen dalam kurun waktu hanya satu tahun. Lonjakan ini dipicu oleh semakin masifnya ukuran game modern, intensitas pembaruan konten (patch), hingga populernya layanan live-service. Layanan live-service ini menuntut unduhan data secara berkala.
Rincian Angka Raksasa di Balik 100 Exabyte
Untuk memberi gambaran seberapa besar volume data 100 exabyte tersebut, Valve memecahnya menjadi statistik harian hingga menit yang sulit dinalar. Jika angka tersebut dibagi rata sepanjang tahun 2025, maka traffic Steam mencapai:
- 274 Petabyte data per hari.
- 11,42 Petabyte data per jam.
- Sekitar 190.000 Gigabyte (GB) data per menit.
Bayangkan, setiap satu menit berlalu, server Steam mengirimkan hampir 200 terabyte data ke jutaan perangkat gamer di seluruh penjuru bumi. Data ini mencakup instalasi game baru, preload judul-judul besar (AAA), hingga update otomatis. Seringkali update otomatis terjadi di latar belakang saat pengguna sedang beraktivitas.
Dominasi Steam dan Rekor 42 Juta Pengguna
Selain volume unduhan, jumlah pemain aktif di Steam juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat stabil dan agresif. Laporan Valve mengonfirmasi bahwa Steam telah mencapai puncak 42 juta pengguna online bersamaan (concurrent users) pada Januari 2026 lalu.
Grafik pertumbuhan ini sangat konsisten. Lima tahun lalu, tepatnya pada 2021, Steam baru saja menembus angka 25 juta pengguna puncak. Sejak saat itu, Steam rata-rata menambah sekitar 3,4 juta pengguna puncak baru setiap tahunnya. Keberhasilan ini tidak lepas dari ekosistem Steam Deck yang semakin matang. Selain itu, kembalinya raksasa penerbit game seperti Xbox, EA, dan Ubisoft juga berkontribusi. Kini mereka merilis semua judul utama mereka secara serentak di platform milik Gabe Newell ini.
Transparansi yang Luar Biasa
Langkah Valve dalam membagikan statistik infrastruktur seperti total bandwidth ini tergolong langka di industri gaming. Sebagian besar platform pesaing hanya melaporkan jumlah pengguna terdaftar atau pendapatan tahunan. Data 100 exabyte ini membuktikan bahwa meskipun persaingan di pasar PC gaming semakin ketat, infrastruktur dan kepercayaan gamer terhadap Steam tetap tak tergoyahkan di tahun 2026.
Dengan rencana peluncuran perangkat keras baru seperti Steam Machine versi terbaru dan integrasi SteamOS yang lebih luas di tahun ini, para analis memprediksi angka 100 exabyte tersebut akan segera terlampaui pada laporan tahun depan.








