Bandar Lampung (Lampost.co) — Memasuki minggu pertama Februari 2026, raksasa teknologi Microsoft akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi. Pernyataan ini terkait laporan massal kegagalan sistem pada perangkat Windows 11. Masalah serius ini muncul setelah pengguna menginstal pembaruan keamanan bulanan (Patch Tuesday) terbaru dengan kode KB5074109.
Pembaruan yang awalnya dimaksudkan untuk menambal celah keamanan tersebut justru memicu gelombang keluhan global. Selain itu, banyak pengguna melaporkan laptop mereka tidak dapat masuk ke sistem operasi. Mereka juga terjebak dalam layar hitam atau yang dikenal sebagai Black Screen of Death (BSOD) dengan pesan kesalahan UNMOUNTABLE_BOOT_VOLUME.
Daftar Versi yang Terdampak
Berdasarkan dokumentasi dukungan teknis yang dirilis Microsoft pada akhir Januari dan diperbarui per 3 Februari 2026, bug ini secara spesifik menyerang dua versi terbaru Windows 11, yakni:
1. Windows 11 Versi 25H2 (Build 26200.7623)
2. Windows 11 Versi 24H2 (Build 26100.7623)
Microsoft menjelaskan bahwa masalah ini kemungkinan besar dipicu oleh konflik antara update terbaru dengan perangkat yang berada dalam “status tidak tepat” (improper state). Status tidak tepat ini diakibatkan oleh kegagalan pembaruan pada Desember 2025 lalu. Kegagalan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada struktur file booting atau BIOS pada sejumlah konfigurasi perangkat keras tertentu. Apalagi, kerusakan terutama terjadi pada perangkat yang menggunakan kartu grafis NVIDIA. Selain itu, perangkat lunak kustomisasi antarmuka pihak ketiga juga terdampak.
Penyebab Error Unmountable Boot Volume
Kode error 0xED atau Unmountable Boot Volume menandakan bahwa sistem operasi tidak dapat mengakses partisi drive tempat Windows terpasang. Selain itu, Microsoft mengakui bahwa meskipun mereka telah merilis update darurat (out-of-band) berkode KB5078127 untuk memperbaiki masalah aplikasi seperti Outlook dan Remote Desktop, pembaruan tersebut belum sepenuhnya mengatasi masalah gagal booting bagi pengguna yang sudah terlanjur terdampak.
Langkah Penyelamatan Mandiri
Bagi pengguna yang laptopnya tidak mau menyala atau terjebak di layar hitam setelah update, berikut ini langkah mitigasi yang Microsoft sarankan:
1. Masuk ke Windows Recovery Environment (WinRE): Matikan laptop secara paksa dengan menekan tombol power selama 10 detik. Lakukan sebanyak 3 kali hingga muncul menu Automatic Repair.
2. Uninstall Update: Pilih menu Troubleshoot > Advanced Options > Uninstall Updates.
3. Pilih Update Terbaru: Pilih opsi Uninstall latest quality update untuk menghapus patch KB5074109 yang bermasalah.
4. Restart: Setelah proses selesai, lakukan reboot dan tunda pembaruan otomatis (Pause Updates). Tunda hingga Microsoft merilis perbaikan permanen dalam beberapa hari ke depan.
Hingga saat ini, Microsoft masih terus menginvestigasi jumlah pasti perangkat yang terdampak secara global. Selain itu, para ahli menyarankan agar pengguna yang belum melakukan update untuk menunda instalasi KB5074109. Hal ini demi menghindari risiko kegagalan sistem total di awal tahun 2026 ini.








