Bandar Lampung (Lampost.co) — Xiaomi 16 Series menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta teknologi. Bocoran terbaru mengungkap handphone (HP) Xiaomi 16 Pro dan Xiaomi 16 Ultra akan meninggalkan desain layar melengkung dan beralih ke layar datar.
Informasi itu berasal dari unggahan Kartikey Singh melalui akun X (sebelumnya Twitter). Keputusan itu cukup mengejutkan, mengingat seri flagship Xiaomi sejak Mi 9 selalu mengusung layar melengkung.
Namun, perubahan itu tidak hanya soal desain. Xiaomi 16 Series akan mengadopsi teknologi LIPO (Low-Injection Pressure Over-molding), yang memungkinkan bezel lebih tipis dan tampilan lebih elegan.
Xiaomi memilih layar datar bukan karena faktor biaya produksi, tetapi sebagai bagian dari inovasi desain. Penggunaan teknologi LIPO memungkinkan tampilan yang lebih modern, bezel lebih tipis, dan kenyamanan lebih baik bagi pengguna.
Teknologi itu pertama kali berasal dari Apple di iPhone 15 Pro, yang memiliki bezel 1,5 mm. Xiaomi 16 Series bisa memiliki bezel lebih tipis, yaitu di bawah 1,1 mm dengan bingkai hitam sekitar 1,2X mm.
Apa Itu Teknologi LIPO?
LIPO (Low-Injection Pressure Over-molding) adalah teknologi terbaru dalam pengemasan layar yang menggunakan material polimer cair. Lalu pemadatan untuk menciptakan adhesi kuat antara layar dan bingkai.
Keunggulan teknologi LIPO:
- Bezel lebih tipis – Memberikan tampilan lebih luas dan modern.
- Perlindungan lebih baik – Melindungi komponen internal, termasuk kabel layar.
- Desain premium – Membuat smartphone lebih ramping dan simetris.
Teknologi itu juga mulai teradopsi OPPO Find X8 dan beberapa merek lain, termasuk Xiaomi 15 Series.
Ukuran Layar (Rumor)
- Xiaomi 16 – Tetap menggunakan layar datar 6,3 inci.
- Xiaomi 16 Pro & 16 Ultra – Mengalami peningkatan ukuran hingga 6,8X inci dengan desain layar datar.
Xiaomi Siap Bersaing di Kelas Flagship Android
Perubahan desain pada Xiaomi 16 Series menunjukkan ambisi Xiaomi dalam menghadirkan inovasi baru di dunia smartphone. Kombinasi layar datar dan teknologi LIPO menjadikan Xiaomi siap bersaing dengan flagship lain di pasar Android.
Langkah itu tidak hanya memberikan pengalaman visual lebih imersif, tetapi juga menetapkan standar baru dalam desain smartphone Android di masa depan.