Beijing (Lampost.co) – Kepercayaan diri Timnas China untuk lolos ke Piala Dunia 2026, termasuk saat melawan Indonesia mulai memudar setelah mengetahui fakta yang membuat mereka khawatir.
Semula, media China sangat optimistis timnas mereka bisa mengalahkan Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Namun, mendekati jadwal pertandingan keyakinan itu mulai luntur.
China tergabung dalam Grup C bersama Indonesia, Jepang, Australia, Arab Saudi, dan Bahrain. Saat ini, Timnas Jepang masih kokoh di puncak klasemen dengan 16 poin. Sementara empat tim lainnya, yaitu Indonesia, Arab Saudi, Bahrain, dan China, masih sama-sama mengoleksi 6 poin.
Meski China memenangkan dua laga, mereka tetap terpuruk di dasar klasemen karena kalah dalam produktivitas gol.
Dengan empat pertandingan tersisa, China awalnya menargetkan kemenangan atas Indonesia dan Bahrain. Hal itu sebagai strategi utama untuk lolos ke babak berikutnya. Namun, keyakinan itu kini berganti dengan rasa khawatir setelah mengetahui dua faktor utama.
Wasit dari Asia Barat Jadi Sorotan
Timnas China akan menghadapi dua laga krusial pada Maret:
- Tandang vs Arab Saudi
- Kandang vs Australia
Media China, 163.com, mengungkapkan kekhawatiran wasit yang memimpin pertandingan berasal dari Uni Emirat Arab dan Iran. Mereka mencurigai kepemimpinan wasit bisa menguntungkan Arab Saudi, sebagai tim favorit AFC.
“Timnas China dalam bahaya karena wasit yang akan memimpin berasal dari Asia Barat. Pertandingan pada Maret mungkin berakhir dengan 0 poin,” tulis media China.
Mereka juga mengklaim Arab Saudi sering mendapat hadiah penalti saat bermain di kandang. Kekhawatiran itu membuat China mulai meragukan peluang mereka untuk lolos. Terutama jika gagal meraih poin di bulan Maret.
Timnas Indonesia Ancaman Serius di GBK
Selain wasit, China juga mulai menyadari Timnas Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Skuad Garuda kini banyak pemain naturalisasi, menjadikannya lawan yang lebih tangguh daripada sebelumnya.
Media China kini tidak lagi sesumbar bisa dengan mudah mengalahkan Indonesia di Jakarta pada laga bulan Juni. Mereka mulai mempertimbangkan pertandingan di GBK akan menjadi tantangan besar. Sebab, dukungan penuh suporter Indonesia dan kekuatan baru tim asuhan Patrick Kluivert.
“Kini para penggemar mulai menyadari kekuatan Indonesia meningkatkan secara signifikan setelah menyelesaikan sejumlah besar pemain naturalisasi. Sangat sulit untuk mengalahkan mereka di kandang lawan,” tulis 163.com.








