Jakarta (Lampost.co)—Pelatih Unai Emery meminta Aston Villa tidak terlena meski menang di leg pertama babak 16 besar Liga Champions atas Club Brugge dengan skor 3-1 di Stadion Jan Breydel, Bruges, Rabu (5/3/2025) dini hari WIB.
Poin penting:
- Unai Emery meminta timnya tetap waspada meski memenangi leg pertama
- Villa mengetahui kapasitas Brugge yang sebelumnya menyingkirkan Atalanta
- Masih ada 90 menit pertandingan untuk menentukan langkah Villa selanjutnya
Mengutip laman resmi klub, Rabu (5/3/2025), Emery mengatakan masih ada satu pertandingan lagi yang perlu mereka mainkan demi menjaga langkah melaju ke babak perempat final.
“Masih ada 90 menit untuk bermain. Kami tahu kapasitas mereka. Mereka menang melawan Atalanta dan mereka berkompetisi hari ini dengan sangat baik,” ujar Emery.
Baca juga: Aston Villa Sibak Jalan Lolos ke Perempat Final
“Hal terpenting saat ini adalah menonton kembali pertandingan bersama para pemain dan memahami kesulitan yang bisa kami hadapi di Eropa melawan setiap tim,” ujar dia.
“Pengalaman kami tahun lalu melalui Conference League juga sama. Saya senang tapi tenang. Saya mengambil keseimbangan karena masih ada 90 menit untuk bermain,” ujarnya.
Pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Aston Villa mampu menang dengan skor 3-1 atas tuan rumah Club Brugge. Kemenangan Villa berkat gol dari Leon Bailey, Brandon Mechele (GBD), dan Marco Asensio.
Mengenai jalannya pertandingan, Emery mengatakan rencana Aston Villa berjalan lancar dan berlangsungnya permainan sesuai dengan apa yang mereka perkirakan sehingga anak-anak asuhnya dapat beradaptasi dengan baik.
“Setelah analisis yang kami lakukan dan pertandingan yang kami mainkan di sini pada bulan November, mereka tampil sangat baik. Mereka memiliki struktur taktik penguasaan bola yang sangat bagus. Kami memutuskan untuk menghormati mereka ketika mereka menjaga penguasaan bola sesuai dengan posisi mereka,” ujar Emery.
“Yang terpenting adalah bagaimana kami berkompetisi dalam pertandingan tersebut; bagaimana kami berkompetisi di bola mati untuk mencetak gol pertama. Bagaimana kami berkompetisi secara bertahan, terkadang lebih dalam dari yang saya inginkan,” ujarnya.








