IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 04/04/2026 10:38
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Lampung Bandar Lampung

Nelangsa Angkot Kian Sepi, Mengapa Kini Jadi Pilihan Terakhir?

Popularitas angkutan kota (angkot) makin meredup seiring gempuran transportasi online.

Delima NapitupulubyDelima Napitupulu
11/06/25 - 09:49
in Bandar Lampung
A A
Suasana angkot di Terminal Rajabasa Bandar Lampung. Lampung Post / Taufik Hidayah

Suasana angkot di Terminal Rajabasa Bandar Lampung. (Lampung Post/Taufik Hidayah)

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (lampost.co)–Popularitas angkutan kota (angkot) makin meredup seiring gempuran transportasi online. Bagi Eri (52), sopir angkot jalur Natar, kondisi ini jadi tantangan harian yang harus dijalani dengan sabar.

“Sudah lima tahun narik angkot, mulai 2015. Sekarang sehari dapat Rp40.000 sampai Rp100.000, kadang cuma cukup buat beli minyak, kadang nombok,” ujarnya.

Menurut Eri, ojek dan taksi online jadi penyebab utama penurunan jumlah penumpang. Namun, masih ada segelintir kalangan yang setia memakai angkot, seperti pelajar dan pengunjung pasar.

“Anak sekolah masih banyak yang naik. Tarif pelajar Rp3.000, umum Rp5.000,” jelasnya.

Eri mengemudikan angkot milik koperasi. Ia tetap harus membayar pajak dan mengikuti uji kelayakan kendaraan (KIR) tiap tahun. Meski biaya operasional cukup berat, ia mengaku tidak punya banyak pilihan lain.

Ia keberatan dengan perluasan transportasi online hingga ke desa-desa seperti Natar.

“Kalau bisa, jangan semua daerah diambil. Bagi-bagi lokasi saja. Kalau ojek online masuk kampung, angkot makin sepi,” keluhnya.

Setiap hari, Eri beroperasi dari pukul 07.00 hingga 17.00. Dengan penghasilan tak menentu, ia bertahan karena usia dan kondisi fisik yang tak memungkinkan pindah profesi.

“Kalau mau kerja lain, umur sudah tua. Mau kerja bangunan juga tidak sanggup. Ini yang bisa saya kerjakan,” ujarnya.

Berharap Solusi

Eri berharap pemerintah memberikan solusi agar angkot tetap bertahan dan mendapat tempat dalam sistem transportasi perkotaan.

Angkot Bukan Pilihan Mahasiswa

Di sisi lain, Zydan Alfarizy Latif, seorang mahasiswa, mengaku sudah lama tidak menggunakan angkot.

“Pertama, males nunggunya. Angkot kan gak jelas jam operasionalnya,” katanya.

Ia juga menyoroti kenyamanan angkot.

“Panas. Angkot penuh banget. Bikin gerah. Gak ada peredam, gak ada pelindung dari panas,” jelasnya.

Keramaian dalam angkot juga jadi faktor ketidaknyamanan.

“Biasanya angkot rame sama ibu-ibu pengajian, orang kerja yang pulang, segala macam,” tambahnya.

Kini, akses ke angkot makin sulit. Zydan lebih memilih kendaraan pribadi atau transportasi online seperti Gojek, Grab, dan Maxim yang lebih praktis dan nyaman.

“Mungkin angkot jadi opsi terakhir, kalau misalnya gak dapet ojek online,” ujarnya.

Zydan terakhir naik angkot saat SMP, saat belum diperbolehkan membawa motor sendiri. Ia masih ingat tarif pelajar saat itu Rp2.000 untuk rute Brimob Sukarame. (Taufik Hidayah)

 

Tags: ANGKOTBANDARLAMPUNGdishubpenumpangterminal rajabasa
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Palapa Lepaskan Tembakan

Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Palapa Lepaskan Tembakan

byRicky Marlyand1 others
03/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kawanan pelaku pencurian melepaskan tembakan setelah berhasil menggasak sepeda motor matik milik salah seorang pekerja Fantastic...

audiensi Rektor UIN RIL, Prof. Wan Jamaluddin, bersama Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, di Ruang Rapat Wali Kota, Jumat (3/4/2026).

Pemkot Bandar Lampung Dukung Pembangunan RS UIN Raden Intan

byDelima Napitupuluand1 others
03/04/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Kolaborasi Pemkot Bandar Lampung dan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung semakin solid, terutama dalam penyediaan fasilitas layanan...

- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) Wan Jamaluddin melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Sinergi Berlanjut, Rektor UIN RIL Apresiasi Dukungan Pemkot

byDelima Napitupuluand1 others
03/04/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Mengawali masa jabatan periode keduanya, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Prof. Wan Jamaluddin, melakukan...

Berita Terbaru

Hindia
Hiburan

Hindia Debut Produser, Album Menari Dengan Bayangan Segera Melantai di Bioskop

byNana Hasan
04/04/2026

JAKARTA – Musisi Baskara Putra atau Hindia kini resmi merambah industri perfilman tanah air. Vokalis grup .Feast ini mengemban tugas...

Read moreDetails
Dilan ITB 1997

Dialog Ariel NOAH di Trailer Dilan ITB 1997 Viral, Netizen Soroti Kalimat Kontroversial

04/04/2026
Ilustrasi harga jual kembali (buyback) emas.

Harga Emas Hari Ini Sabtu 4 April 2026 Stagnan

04/04/2026
Pemprov Lampung Bangun 16 KM Ruas Rigid Beton di Lampung Tengah

Pemprov Lampung Bangun 16 KM Ruas Rigid Beton di Lampung Tengah

04/04/2026
harga HP Tecno April 2026

Harga HP Tecno April 2026: Murah Tapi Spek Nggak Murahan

03/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.