Bandar Lampung (lampost.co)–Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung semangat kewirausahaan mahasiswa melalui program Bantuan Modal Usaha Mahasiswa FISIP Unila 2025. Sebanyak 35 proposal usaha mahasiswa berhasil lolos pendanaan tahap pertama, melibatkan 122 mahasiswa dari berbagai program studi.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP, Robi Cahyadi Kurniawan, membuka acara bersama Dekan FISIP, Anna Gustina Zainal, dalam acara pameran produk mahasiswa di Ruang B.3.1. Turut hadir para dosen dan dewan juri seleksi bantuan modal.
Berdasarkan data resmi FISIP, jumlah mahasiswa yang terlibat dalam program kewirausahaan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2022, tercatat 80 mahasiswa, lalu meningkat menjadi 97 di tahun 2023, dan melonjak drastis menjadi 185 mahasiswa pada 2024. Untuk tahun 2025 ini, meskipun proposal yang didanai sebanyak 35, namun jumlah mahasiswa yang terlibat mencapai 122 orang.
Anna dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang modal, tetapi tentang mengasah kreativitas dan inovasi mahasiswa.
“Usaha ini jangan berhenti di sini. Terus tawarkan produk ke dosen, jurusan, bahkan ke fakultas. Biarlah uang berputar di keluarga besar kita sendiri,” ujarnya.
Pengajuan Proposal
Mahasiswa mengajukan berbagai proposal beragam mulai dari produk kuliner, minuman sehat, buket makanan, kerajinan tangan, hingga jasa sewa papan acrylic dan flower box. Total 35 proposal terpilih berasal dari 8 prodi di FISIP, yaitu Ilmu Pemerintahan (10 proposal), Sosiologi (8 proposal), Ilmu Administrasi Bisnis (7 proposal). Kemudian, Hubungan Internasional (5 proposal), D3 Perpustakaan (4 proposal), Ilmu Komunikasi (1 proposal), Administrasi Negara (1 proposal)
Mahasiswa dengan usaha seperti Yummie Foodie, Garlish, Ceker Lava Krakatau, Floreast, hingga GM Snack menunjukkan bahwa ide-ide kreatif mampu lahir dari semangat kolaborasi dan keberanian mencoba.
Dalam pengembangan lebih lanjut, FISIP berencana membantu mahasiswa mendirikan PT Perorangan secara gratis, serta memfasilitasi pengurusan sertifikasi halal bagi usaha di bidang makanan dan minuman. Upaya ini agar usaha mahasiswa dapat naik kelas, legal secara hukum, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
“Saya ingin anak-anak FISIP punya usaha yang berbadan hukum. Biaya ini oleh fakultas, bukan dari dana modal usaha,” tambah Anna.
Selain 35 proposal tahap pertama, FISIP juga mengumumkan bahwa akan ada tahap kedua (batch 2). Ada 15 proposal tambahan hingga mencapai total 50 proposal usaha. (Taufik Hidayah)








